https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2019/08/30/169908/guru-buddhis-tibet-tersangka-banyak-kejahatan-seksual-meninggal-dunia.html



*Guru Buddhis Tibet Tersangka Banyak Kejahatan Seksual Meninggal Dunia*

Jum'at, 30 Agustus 2019 - 09:00 WIB

*Sogyal Lakar, yang lebih dikenal dengan sebutan Sogyal Rinpoche, menjual
jutaa buku dan dipandang luas sebagai guru Buddhis Tibet paling terkenal
kedua setelah Dalai Lama.*
*Hidayatullah.com*–Sogyal Lakar, seorang guru Buddhis Tibet yang dituduh
banyak melakukan kekerasan fisik dan seksual dikabarkan telah meninggal
dunia pada usia 72 tahun.

Lakar, yang lebih dikenal dengan sebutan Sogyal Rinpoche, menjual jutaa
buku dan dipandang luas sebagai guru Buddhis Tibet paling terkenal kedua
setelah Dalai Lama.

Meskipun demikian, namanya juga disebut sebagai pelaku kekerasan fisik dan
seksual terhadap para pengikutnya. Akan tetapi, dia tidak pernah dinyatakan
bersalah atas tuduhan-tuduhan itu, meskipun ada hasil penyelidikan sebuah
komisi yang menyimpulkan memang ada sejumlah pengikutnya yang dicabuli
olehnya.

Sebuah pernyataan di laman Facebook-nya mengatakan bahwa Lakar meninggal
dunia hari Rabu (28/8/2019) di Thailand setelah mengalami *pulmonary
embolism*. Sebelum kematiannya dia mendapatkan perawatan untuk mengobati
kanker usus besar.

Dilahirkan di Tibet pada 1947, Lakar diyakini banyak pengikut ajaran
Buddhis Tibet sebagai reinkarnasi Tertön Sogyal Lerab Lingpa, seorang guru
dari Dalai Lama XIII.

Dia mengambil studi perbandingan agama di Universitas Cambridge dan
menggaet banyak pengikut. Bukunya *“The Tibetan Book of Living and
Dying”* terjual
lebih dari 3 juta kopi.

Popularitasnya diiringi dengan banyak tuduhan kekerasan fisik dan seksual
terhadap pengikutnya.

Pada tahin 1994, seorang wanita menggugat Lakar $10 juta atas kekerasan
seksual, mental dan fisik yang dilakukan rohaniwan Buddhis itu terhadap
dirinya. Kasus itu diselesaikan di luar pengadilan dengan uang damai.

Dua tahun lalu muncul sejumlah tuduhan serupa.

Sebuah tim investigasi independen yang dipimpin seorang pengacara yang
ditugaskan oleh Rigpa, organisasi Buddhis yang didirikan Lakar, mendapati
bahwa guru spiritual Buddhis aliran Tibet itu sudah melakukan banyak tindak
kekerasan serius.

Laporan penyelidikan itu menyebutkan bahwa sejumlah pengikut Lakar
mengalami kekerasan fisik, seksual dan mental oleh guru mereka tersebut.
Tidak hanya itu, anggota senior kelompoknya bersikap diam meskipun
mengetahui kebejatan dan kebengisan guru Buddhis Tibet tersebut.

Meskipun banyak bermunculan tuduhan terhadap Lakar, tetapi banyak
pengikutnya yang masih setia.

“Saya tahu dia akan terus membimbing kita dengan kebijaksanaannya dan yang
paling penting cintanya,” tulis seorang pengikut di laman Facebook
menanggapi kabar kematiannya, seperti dikutip *BBC*.

Namun Mary Finnigan, yang membantu Lakar meluncurkan karirnya di London
pada tahun 1970-an dan belum lama ini ikut menulis buku *“Sex and Violence
in Tibetan Buddhism”*, mengatakan kepada *BBC* bahwa Lakar adalah seorang
“pria kharismatik sekaligus pemimpin sekte yang keji.”

“Saya bersimpati kepada mereka yang meratapi kematiannya, tetapi harus saya
katakan bahwa kematiannya tidak mengubah perasaan saya tentang
kehidupannya,” kata Finnigan.

“Dia menyalahgunakan sebuah tradisi spiritual kuno guna memuaskan nafsunya
akan kekuasaan, uang dan seks,” tegas wanita yang sejak lama mengenal Lakar
itu.*

Rep: Ama Farah

Editor:

Kirim email ke