Hahahaa, ... terimakasih bung Nesare dengan pencerahan yang diberikan, ...!

Dalam kenyataan hidup, seringkali orang membeli barang BUKAN terdorong dari KEBUTUHAN, tapi dari PERMINTAAN yang timbul dari perasaan saja, keinginan yang lebih bagus, lebih nyaman, lebih canggih, ... lebih bergengsi! Boleh dikata termasuk watak keserakahan manusia yg ada.

Tapi, ... ada yang bilang, justru adanya keserakahan manusia macam begini inilah ekonomi bisa maju lebih cepat! Terjadi timbal balik, si pengusaha terus berpikir perbaiki jenis dan kwalitas produksinya lebih merangsang, sedang konsumen sangat dipengaruhi keindahan, kecanggihan produksi baru yg berpenampilan sangat menawan itu. Kalau semua orang model spt saya, baru beli sesuai KEBUTUHAN saja, ... hasil produksi-baru jadi tidak banyak orang yang beli! Gerak ekonomi di pasar melambat bahkan jadi macet! Hehehee, ...

Tapi lagi, manusia itu cerdas, selalu bisa menemukan cara dan jalan pemecahan yang baik! Saya perhatikan di HK misalnya, karena tahu banyak orang mengejar Hp baru yg lebih canggih, tentu harus ada penampungan Hp lama yg mestinya masih berfungsi cukup baik. Muncul cara pengusaha merangsang orang mengejar Hp model baru yg keluar, "membeli" kembali Hp lama dgn harga menggiurkan! Tukar Hp lama menjadi Hp model baru! Bergeraklah orang yg termakan dengan rangsang demikian ini, ...

Sedang ekonomi yang sepenuhnya "Berencana" di negeri-negeri yg menamakan diri negeri sosialis dahulu, TIDAK terjadi rangsang pasar demikian ini, .... akibatnya pertumbuhan ekonomi melambat. Makanya Deng ambil jalan tengah nya! Berencana tetap dipegang, dipadukan dengan jalankan hukum pasar umumnya. Bergeraklah pertumbuhan ekonomi yg menakjubkan dalam 40 tahun terakhir ini!

Salam,

ChanCT


nesare 於 30/8/2019 22:58 寫道:

Chan: Rupanya diilmu Ekonomi, istilah permintaan, kebutuhan itu dibedakan, ya!

Nesare: ya bung chan sudah jelas kan? Orang kalau pergi ketoko mau beli sepatu, kan gak langsung maen bayar aja kan? Pertama orang akan “minta” lihat barang itu, cek harganya, lihat kwalitasnya, lihat jahitannya, lihat warnanya, dicobain enak gak. Nah kalau sudah cocok baru nimbang2 mau beli enggak kan? Gimana duitnya (daya beli)? Butuh/perlu/need gak?Mau/want gak? Kalau sudah butuh, emangnya mau? Butuh belum tentu mau. Kalau memang selalu butuh sepatu, tetapi kalau dirumah sudah ada 10 pasang, ya mungkin gak mau beli lagi kan?

Kira2 kan begitu proses orang beli barang. Moso langsung minta, kasih duit, dan langsung dibayar. Yang enggak2 si OON itu. Sok nya saja yg ingin menyalahkan bung shg menimbulkan dia berkreasi menciptakan demand = need = want. Hehehehehe dari dulu itu ya gini2 si OON kalau nulis. Dia teriak2 mau diskusi, sedangkan kenyataannya dia ngeyel, gak bisa berdiskusi. Eh salah deh bung, bukannya dia gak bisa diskusi, dia malu dan sekaligus melarikan diri. Hanya jeleknya ya si OON ini goblok2in orang lain. Ini modes operandi yg saya telanjangi dari dulu.

Nesare

*From:*ChanCT <[email protected]>
*Sent:* Friday, August 30, 2019 7:56 AM
*To:* [email protected]; nesare <[email protected]>; Jonathan Goeij <[email protected]>
*Subject:* Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup

Hehehee, ... bung Nesare, kan ditulisan saya sudah tanyakan dengan jelas: ... *Lalu, yang tidak bermutu siapa sesungguhnya??? Bukankah bung sendiri yang mengajukan hubungan Supply and Demand itu?*

Karena yang ajukan "Supply dan Demand" dari dia, ya yang tidak bermutu dia sendirilah, ...! Apalagi dengan kenyataan juga dia tidak mampu memberi penjelasan lebih lanjut, lalu dengan alasan malas orang disuruh google sendiri! Hehehee, ...

Rupanya diilmu Ekonomi, istilah permintaan, kebutuhan itu dibedakan, ya!

'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 30/8/2019 19:10 寫道:

    Aduh cilaka bung chan.

    Kali ini yg dibilang gak mutu bung chan loh.

    Gimana ini? Saya sendiri bingung tulisan bung chan yg mana yg gak
    mutu. Dia seperti biasa hanya menulis one liner dgn congkaknya.

    Kalau mau ngomong gak mutu, si jonathan itu bukan gak mutu tetapi
    OON bung chan!

    Dia gak ngerti konsep supply dan demand itu. Apalagi dia
    menyamakan demand itu dgn kebutuhan/keinginan.

    Ini tulisan si OON : ”demand atau dalam hal ini
    kebutuhan/keingingan ditambah daya beli harus ada lebih dulu
    sebelum supply jadi penting.”

    Ini konsep dasar ilmu ekonomi vs bisnis. Sekali lagi saya tulis
    kembali: demand = permintaan. Kebutuhan =  need. Keinginan = want.
    Semua  istilah ini berbeda. Si OON gak ngerti deman d itu tidak
    sama dgn need dan want. Dia pake’ logika umum, kira2 begini jalan
    otaknya: demand diterjemahkan menjadi permintaan. Lalu si OON
    ambil kesimpulan demand itu = pembelian. Makanya si OON mengambil
    kesimpulan lagi bahwa pembelian = keinginan = kebutuhan.

    Sedangkan arti demand = permintaan itu tidak selalu pembelian.
    Orang yg ada duit pun (punya daya beli) belum tentu membeli. Ini
    istilahnya: latent demand dalam ilmu ekonomi. Kalau sudah
    termaterialisasikan dalam bentuk pembelian barulah disebut:
    effective demand.

    Ini k onsep sangat sederhana dalam ilmu ekonomi.

    Bung sudah ngerti OON nya si jonathan ini dimana?

    Yg dasar2 kayak gini aja dia gak ngerti, gimana dia bisa mau jadi
    “pakar ekonomi”? Akh ini kan namanya pakar2an. Lucunya ya koq
    orang seperti ini mau menghina orang Indonesia. Gak sadar kerdil
    tetapi gayanya bak pahlawan HAM, demokrasi, anti hukuman mati dll.
    OONnya dia adalah dia gak ngerti negaranya yg diagung2kannya itu
    adalah negara nomor wahid dalam menggunakan HAM, demokrasi dll utk
    ngobok2 negara laen hehehehehehehe!!!

    Nesare

    *From:* [email protected] <mailto:[email protected]>
    <[email protected]> <mailto:[email protected]>
    *Sent:* Thursday, August 29, 2019 8:03 PM
    *To:* [email protected] <mailto:[email protected]>
    *Subject:* Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup

    memang tidak mutu

    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <SADAR@... <mailto:SADAR@...>> wrote :

    Lho, ... dalam diskusi mestinya setiap orang bisa mengajukan
    argumentasi mempertahankan dan menjelaskan pendapat yg pernah
    diajukan! BUKAN lawan yg sudah ajukan masalah dibilang tidak mutu,
    ... *Lalu, yang tidak bermutu siapa sesungguhnya??? Bukankah bung
    sendiri yang mengajukan hubungan Supply and Demand itu?*

    Tentu saya sekadar nguping saja perdebatan yang cukup menarik ini,
    ... apalagi sudah ada uraian bung Nesare yg cukup panjang dan
    jelas, terimakasih bung! Nah, sekarang coba dengan kemampuan bung
    sendiri yang juga ahli ekonomi, bung sanggah uraian bung Nesare it
    u. Dimana salahnya dan kalau seandainya benar, ... ya diakui saja
    dengan jantan!

    Jadi tidak usah membodoh-bodohi orang lain sedang diri sendiri
    tidak lebih lanjut memberikan penjelasan, ...

    Salam,

    ChanCT

    Jonathan Goeij jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>
    [GELORA45] 於 30/8/2019 3:03 寫道:

            omongan gak mutu!

            ---In [email protected]
            <mailto:[email protected]>, <nesare1@ ...>
            <mailto:nesare1@...>wrote :

            Jadi tulisan ente ini bener ndak “supply ada karena ada
            demand”??

            Ayo cari diinternet yg banyak itu, kasih tahu kita semua
            dimilis ini gimana ceriteranya?

            Wong ceriter a aja gak bisa, apalagi mau ngomong teori dan
            ilmunya hehehehe

            Nesare

            *From:*[email protected]
            <mailto:[email protected]><[email protected]>
            <mailto:[email protected]>
            *Sent:* Thursday, August 29, 2019 10:34 AM
            *To:* [email protected]
            <mailto:[email protected]>; ChanCT <sadar@...>
            <mailto:sadar@...>
            *Subject:* Re: [GELORA45] Aparat Kita Sadis - Birokrasi
            Kita Ini Korup

            Bung Chan, banyak tulisan/buku yg membahas hubungan Supply
            dan Demand. Anda google saja "Supply and Demand" atau
            "Supply and Demand relationship" akan muncul berbagai
            tulisan bermutu disertai grafik utk memudahkan pemahaman.
            Anda bisa cari berbagai bahasa juga ada baik mandarin
            ataupun Indonesia utk memudahkan bacanya. Kalau cuman ini
            yg anda tanyakan terus terang saya malas nulis panjang2.

            On Wednesday, August 28, 2019, 09:26:33 PM PDT, ChanCT
            <sadar@... <mailto:sadar@...>> wrote:

            Tapi, bung Goei, ... JANGAN MALAS, dong! Saya kepingin
            tahu lebih lanjut ulasan bung gimana hubungan konkrit
            Supply - Demand, cukup menarik!

            Jonathan Goeij jonathangoeij@...
            <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 28/8/2019 22:33 寫道:

                    males ngeladenin orang tidak punya otak.

                    nanti kalau tulisannya sudah bermutu baru diladenin.

                    ---In [email protected]
                    <mailto:[email protected]>, <nesare1@...>
                    <mailto:nesare1@...> wrote :

                    Uraian yg panjang dari orang tidak punya otak
                    belum diuraikan tapi sudah ente ultimatum sbg:
                    tidak ada isinya.

                    Ane sudah salahkan pengetahuan ekonomi ente dgn
                    kasih contoh sederhana. Ane sudah salahkan bahwa
                    supply bukan dan tidak selalu diciptakan oleh
                    demand. Mana uraian ente? Hehehehe.

                    Ayo uraikan gimana ceriteranya “supply ada karena
                    ada demand”!!

                    Yang orang papua dikasih 17.7 juta bisa jadi
                    pengusaha itu dikesampingkan dulu lah krn ente
                    sudah menyerah kan?

                    Moso 17.7 juta bisa bikin orang papua jadi
                    entrepreneur hehehehehe.. Kayak gampang aja jadi
                    pengusaha itu.. Kan sudah ane suruh kasih tu anak
                    ente 17.7juta biar berusaha sana. Ngapain ente
                    susah2 les piano ke anaknya yg pasti sudah lebih
                    dari 17.7 juta. Eh ngomong2 mungkin anak ente gak
                    mau jadi pengusaha kali ya? Atau anak ente mau
                    jadi separatist ngobok2 NKRI atau ente lagi mimpi
                    utk menciptakan anak ente ngobok2 papua supaya
                    lepas dari NKRI ya? Kalau ini motivasinya baru
                    masuk akal 17.7 juta yg ente investasikan ke piano
                    lesson ke anak ente itu ya.. Tetapi hati2 loh
                    kalau anak ente menolak menjadi tukang obok2 dan
                    malahan berubah jadi cinta NKRI, ente jangan marah
                    ya apalagi bisa2 ente jantungan krn stress
                    mimpinya tidak terlaksana hehehehehe.

                    OON atau sontoloyo?!

                    Nesare

                    *From:*[email protected]
                    <mailto:[email protected]><[email protected]>
                    <mailto:[email protected]>
                    *Sent:* Tuesday, August 27, 2019 2:34 PM
                    *To:* Yahoogroups <[email protected]>
                    <mailto:[email protected]>
                    *Subject:* RE: Fwd: Re: [GELORA45] Aparat Kita
                    Sadis - Birokrasi Kita Ini Korup

                    < span
                    
class="ygrps-yiv-309929762ydp17726a8yui3150115671048291232826">

                    Uraian orang tidak punya otak.

                    Panjang tapi tidak ada isinya. Ngabisi n waktu saja.

<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>

        

不含病毒。www.avg.com <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke