----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 31 Agustus 2019 01.26.23 
GMT+2Judul: [GELORA45] Guru Buddhis Tibet Tersangka Banyak Kejahatan Seksual 
Meninggal D
     

 
https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2019/08/30/169908/guru-buddhis-tibet-tersangka-banyak-kejahatan-seksual-meninggal-dunia.html








GuruBuddhis Tibet Tersangka Banyak Kejahatan Seksual Meninggal Dunia

Jum'at, 30Agustus 2019 - 09:00 WIB

 

  
 
 Sogyal Lakar, yang lebih dikenal dengan sebutan Sogyal Rinpoche, menjual jutaa 
buku dan dipandang luas sebagai guru Buddhis Tibet paling terkenal kedua 
setelah Dalai Lama.
Hidayatullah.com–SogyalLakar, seorang guru Buddhis Tibet yang dituduh banyak 
melakukankekerasan fisik dan seksual dikabarkan telah meninggal dunia padausia 
72 tahun.


Lakar, yanglebih dikenal dengan sebutan Sogyal Rinpoche, menjual jutaa buku 
dandipandang luas sebagai guru Buddhis Tibet paling terkenal keduasetelah Dalai 
Lama.

Meskipundemikian, namanya juga disebut sebagai pelaku kekerasan fisik 
danseksual terhadap para pengikutnya. Akan tetapi, dia tidak pernahdinyatakan 
bersalah atas tuduhan-tuduhan itu, meskipun ada hasilpenyelidikan sebuah komisi 
yang menyimpulkan memang ada sejumlahpengikutnya yang dicabuli olehnya.

Sebuahpernyataan di laman Facebook-nya mengatakan bahwa Lakar meninggaldunia 
hari Rabu (28/8/2019) di Thailand setelah mengalami pulmonaryembolism.Sebelum 
kematiannya dia mendapatkan perawatan untuk mengobati kankerusus besar.

Dilahirkandi Tibet pada 1947, Lakar diyakini banyak pengikut ajaran 
BuddhisTibet sebagai reinkarnasi Tertön Sogyal Lerab Lingpa, seorang gurudari 
Dalai Lama XIII.

Diamengambil studi perbandingan agama di Universitas Cambridge danmenggaet 
banyak pengikut. Bukunya “TheTibetan Book of Living and Dying” terjuallebih 
dari 3 juta kopi.

Popularitasnyadiiringi dengan banyak tuduhan kekerasan fisik dan seksual 
terhadappengikutnya.

Pada tahin1994, seorang wanita menggugat Lakar $10 juta atas kekerasan 
seksual,mental dan fisik yang dilakukan rohaniwan Buddhis itu terhadapdirinya. 
Kasus itu diselesaikan di luar pengadilan dengan uang damai.

Dua tahunlalu muncul sejumlah tuduhan serupa.

Sebuah timinvestigasi independen yang dipimpin seorang pengacara yangditugaskan 
oleh Rigpa, organisasi Buddhis yang didirikan Lakar,mendapati bahwa guru 
spiritual Buddhis aliran Tibet itu sudahmelakukan banyak tindak kekerasan 
serius.

Laporanpenyelidikan itu menyebutkan bahwa sejumlah pengikut Lakar 
mengalamikekerasan fisik, seksual dan mental oleh guru mereka tersebut. 
Tidakhanya itu, anggota senior kelompoknya bersikap diam meskipunmengetahui 
kebejatan dan kebengisan guru Buddhis Tibet tersebut.

Meskipunbanyak bermunculan tuduhan terhadap Lakar, tetapi banyak 
pengikutnyayang masih setia.

“Sayatahu dia akan terus membimbing kita dengan kebijaksanaannya dan yangpaling 
penting cintanya,” tulis seorang pengikut di laman Facebookmenanggapi kabar 
kematiannya, seperti dikutip BBC.

NamunMary Finnigan, yang membantu Lakar meluncurkan karirnya di Londonpada 
tahun 1970-an dan belum lama ini ikut menulis buku “Sexand Violence in Tibetan 
Buddhism”,mengatakan kepada BBC bahwaLakar adalah seorang “pria kharismatik 
sekaligus pemimpin sekteyang keji.”

“Sayabersimpati kepada mereka yang meratapi kematiannya, tetapi harus 
sayakatakan bahwa kematiannya tidak mengubah perasaan saya 
tentangkehidupannya,” kata Finnigan.

“Diamenyalahgunakan sebuah tradisi spiritual kuno guna memuaskan nafsunyaakan 
kekuasaan, uang dan seks,” tegas wanita yang sejak lamamengenal Lakar itu.*

Rep:Ama Farah

Editor:



    

Kirim email ke