Cuman mengatakan "rezim Jokowi lebih kejam dibanding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)" sudah langsung jadi buronan dilaporkan interpol segala. ck ck ck.Ikut mendukung Jawa Merdeka!
---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote : Silahkan sokong Pulau Jawa menjadi negara merdeka dan berdaulat penuh, terpisah dari lain-lain daerah. Daerah-daerah mau senang atau sudah itu masalah mereka sendiri, tidak perlu ada tentara surga diterjunkan. Biar tentara surga menjaga Jakarta dan pulau Jawa supaya segera menjadi negara aman dan lebih makmur dan tidak ada monyet-monyet dari Timur. hehehehehehehehehehehehehehe https://nasional.kompas.com/read/2019/09/04/16060711/polisi-minta-bantuan-interpol-kejar-veronica-koman#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=interpolburuveronicakoman&webPushId=MTkyMjQ= Polisi Minta Bantuan Interpol Kejar Veronica Koman Kompas.com - 04/09/2019, 16:06 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Polri akan bekerja sama dengan Interpol untuk melacak keberadaan aktivis Veronica Koman (VK) karena diduga berada di luar negeri.. Veronica sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka akibat provokasi yang dilakukannya melalui media sosial terkait Papua. "Kalau VK kan masih WNI. Karena keberadaannya di luar negeri, maka nanti dari Interpol akan membantu untuk melacak yang bersangkutan, sekaligus untuk proses penegakan hukumnya," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). Baca juga: Polda Papua Tetapkan 5 Tersangka Baru Kasus Kerusuhan Jayapura Menurut keterangan polisi, konten yang disebarkan Veronica bersifat provokatif dan berita bohong atau hoaks. Saat ini, penyidik Polda Jawa Timur bersama Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih mendalami jejak digital VK. Berdasarkan hasil sementara, sebagian konten diduga disebarkan dari Jakarta dan sebagian di luar negeri. "Ada beberapa jejak digital yang masih didalami, masih ada yang didalami di Jakarta dan beberapa yang memang ada di luar negeri. Itu masih didalami laboratorium forensik digital," tutur Dedi. Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari (kiri) dan Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Veronica Koman dalam sebuah acara diskusi terkait Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Minggu (6/3/2016)(KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA) Sebelumnya, pada Rabu siang, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan seorang aktivis perempuan bernama Veronica Koman sebagai tersangka, karena disebut aktif melakukan provokasi melalui media sosial tentang isu-isu Papua. Baca juga: Menkominfo Ungkap Ada IP Address Negara Eropa yang Sebar Hoaks soal Papua Kapolda Jatim, Irjen (Pol) Luki Hermawan mengatakan, saat aksi protes perusakan Bendera Merah Putih di asrama mahasiswa Papua, Surabaya, VK diduga berada di luar negeri. "Yang bersangkutan sendiri tidak ada di lokasi saat aksi protes bendera di Asrama Papua Surabaya 16 Agustus lalu. Saat itu dia dikabarkan berada di luar negeri," terang Luki. Namun meski tidak ada di lokasi, Veronica melalui akun media sosialnya sangat aktif mengunggah ungkapan maupun foto yang bernada provokasi. Sebagian unggahan menggunakan bahasa Inggris. Luki menyebut beberapa postingan bernada provokasi seperti pada 18 Agustus 2019, "Mobilisasi aksi monyet turun ke jalan untuk besok di Jayapura", ada juga "Moment polisi mulai tembak asrama Papua. Total 23 tembakan dan gas air mata". Selain itu, juga ada unggahan "Anak-anak tidak makan selama 24 jam, haus dan terkurung disuruh keluar ke lautan massa". Baca juga: Veronica Koman Jadi Tersangka Kasus Demo Asrama Papua Surabaya Lalu, "43 mahasiswa Papua ditangkap tanpa alasan yang jelas, 5 terluka, 1 terkena tembakan gas air mata". Veronica Koman dijerat sejumlah pasal pada empat undang-undang yang berbeda, yakni UU ITE, UU 1 tahun 46, UU KUHP pasal 160, dan UU 40 tahun 2008. KOMPAS.com, mencoba menghubungi Veronica Koman melalui nomor ponselnya namun tidak tersambung. Pesan singkat yang dikirim juga belum direspons. Editor : Fabian Januarius Kuwado Penulis : Devina Halim +++++++. Baca juga : Siapa Veronica Koman, Tersangka Kerusuhan Asrama Papua, Ini Faktanya Kompas.com - 04/09/2019, 17:10 WIB ( https://regional.kompas.com/read/2019/09/04/17100021/siapa-veronica-koman-tersangka-kerusuhan-asrama-papua-ini-faktanya#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=siapa_veronica_koman&webPushId=MTkyNDA= ) Editor : Michael Hangga Wismabrata
