Apa salahnya kalau Papua merdeka untuk kepentingan rakyat Papua demi demi
demokrasi dan kesejahteraan mereka?



https://nasional.kompas.com/read/2019/09/05/18402961/prinsip-ryamizard-satu-kali-tni-polri-ditarik-besok-papua-merdeka#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=menhantnipolriditarik&webPushId=MTk1NTA=



Prinsip Ryamizard: Satu Kali TNI/Polri Ditarik, Besok Papua Merdeka

Kompas.com - 05/09/2019, 18:40 WIB

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
(memakai kemeja putih) saat melakukan kunjungan kerja ke Divisi Infanteri
(Divif) 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019). (DOK.
Kementerian Pertahanan)

Penulis Haryanti Puspa Sari | Editor Fabian Januarius Kuwado JAKARTA,
KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mempertanyakan pihak yang
meminta personel TNI-Polri ditarik dari Papua dan Papua Barat.


Ryamizard mengatakan, penarikan TNI-Polri tak mungkin dilakukan mengingat
tugas TNI dan Polri adalah menjaga keamanan negara. Ia pun berpegang pada
pertanyaan presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri bahwa
'seribu kali pejabat gubernur di Papua diganti, Papua tetap di sana.


Tetapi satu kali TNI dan Polri ditarik dari tanah Papua, besok Papua
merdeka. "Ini yang jadi acuan kita, karena banyak sekali orang yang
menyuruh-nyuruh tentara pulang. Ini ada apa maksudnya?," kata Ryamizard
dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,
Kamis (5/9/2019).


Baca juga: *Suryanta Ginting Disebut sebagai Penghubung dengan Media Asing
untuk Angkat Isu Papua Merdeka *


Ryamizard mengatakan, TNI memiliki tugas untuk menjaga keamanan dan
kedaulatan negara. Ia menegaskan, tidak ada kompromi apapun terhadap musuh
yang ingin mencoba mengganggu keutuhan NKRI.


"Perlu kita ketahui, kalau TNI melaksanakan tugasnya, maka tak ada
kompromi. Musuh negara harus dihancurkan," ujar dia. Selanjutnya, Ryamizard
mengatakan, saat ini ada tiga ancaman dalam pertahanan negara, yaitu
pertahanan nyata, belum nyata dan sangat nyata.


Baca juga: K*omisi I Segera Panggil Menlu soal WNA Ikut Aksi Demo Papua
Merdeka*


Ia pun mengatakan, ancaman yang paling berbahaya berupa ancaman pada pola
pikir atau mindset seluruh warga negara terkait pemisahan suatu wilayah
dari NKRI.


"Dan ancaman ketiga yang paling berbahaya adalah ancaman mindset seluruh
rakyat negara Indonesia yang berusaha memecah belah, yakni ancaman terhadap
Pancasila dan segala bentuk ancaman pemisahan diri terhadap NKRI," pungkas
dia.

Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Fabian Januarius Kuwado

Kirim email ke