*Kabut adalah arwah-arwah suci yang diturunkan dari Taman Firdaus, jadi
hiruplah sesuka-sukamu, kata ahli ilmu langitan.*


https://nasional.republika.co.id/berita/pxdsy8385/palangkaraya-kembali-diselimuti-kabut-asap


*Palangkaraya Kembali Diselimuti Kabut Asap*

*Jumat 06 Sep 2019 06:22 WIB*

*Red: Muhammad Subarkah*


*Anak-anak berpose di halaman rumah dengan latar belakang kebakaran lahan
gambut di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan,
Ahad (1/9/2019).*



*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, PALANGKARAYA -- Ancaman kabut
asap atau jerubu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum usai.
Kota Palangkaraya kembali diselimuti kabut asap dalam beberapa hari
terakhir. Karena kabut asap yang terlalu tebal, aktivitas penerbangan di
Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya pun terganggu.*

*Eksekutif General Manager PT Angkasa Purat II Kantor Cabang Bandara Tjilik
Riwut Siswanto mengatakan, jarak pandang di area bandara di bawah normal
pada Kamis (5/9) pagi. "Tadi pagi pesawat Garuda batal mendarat karena
jarak pandang hanya 600 meter, padahal standar minimal 800 meter," kata
Siswanto di Palangkaraya, Kamis.*

*Akibat kejadian itu, pesawat Garuda yang siap mendarat mengalihkan
penerbangan ke Balikpapan dan baru mendarat di Bandara Tjilik Riwut sekitar
pukul 10.30 WIB. Pesawat Garuda kemudian terbang menuju Jakarta sekitar
pukul 11.30 WIB.*

*"Jadi, karena adanya kendala **landing**, penumpang harus menunggu di
bandara selama tiga jam," kata Siswanto.*

*Kondisi itu dikeluhkan para penumpang yang ingin berangkat dengan tujuan
Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia. "Saya ada kegiatan di Jakarta
dan tidak boleh terlambat. Jadi, saya harapkan pesawat bisa segera mendarat
dan kemudian langsung berangkat," ujar Rachmat.*

*Penumpang lainnya, Yulianto, berharap permasalahan kabut asap bisa segera
ditangani. "Kejadian ini sangat merugikan," kata dia.*

*Kota Palangkaraya kembali diselimuti kabut asap karena selama dua pekan
terakhir hujan tak turun. Kabut asap muncul akibat maraknya kebakaran lahan
di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu.*

*Di Kalimantan Barat (Kalbar), Stasiun Meteorologi Kelas I
Supadio-Pontianak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
menyebutkan, sebanyak 935 titik panas kembali terpantau di sejumlah
kabupaten/kota. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak Erika
Mardiyanti menjelaskan, menurut hasil pengolahan data citra satelit Lapan
mulai 4 September 2019 pukul 07.00 WIB hingga 5 September 2019 pukul 07.00
WIB, sebanyak 935 titik panas itu paling banyak berada di Kabupaten
Ketapang, yakni sebanyak 452 titik panas atau meningkat dari sebelumnya
sebanyak 433 titik panas.*

*Titik panas terbanyak selanjutnya berada di Kabupaten Sanggau dengan
jumlah 119 titik panas, Sintang 117 titik panas, Sekadau 60 titik panas,
Kapuas Hulu 46 titik panas, dan Kayong Utara 41 titik panas. Sementara, di
Kota Pontianak dan Singkawang tidak ditemukan titik panas.*

*Ia menambahkan, berdasarkan analisis parameter cuaca, sebagian besar
wilayah Kalbar rawan terjadi karhutla dalam sepekan ke depan. Erika
mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang sifatnya membakar
karena bisa berdampak meluas hingga terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Ini karena cuaca yang panas dan kering," ujar dia.*

*Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke
Pontianak, Kalbar. Jokowi dalam kesempatan itu meminta Pemerintah Provinsi
Kalbar untuk menangani bencana asap dan memastikan kebakaran tidak meluas.*

*Berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),
Kalbar menyumbang separuh dari seluruh titik panas yang terdeteksi di
Indonesia. Ada sekitar 2.429 titik panas di Kalbar dari total 4.847 titik
panas di Indonesia (data per Kamis sore).*

*"Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur bahwa jangan sampai kabut asap
meluas karena ganggu penerbangan dan mengganggu ekonomi," kata Jokowi di
Pontianak, Kamis (5/9).*

*Presiden menambahkan, salah satu upaya pemerintah untuk menekan jumlah
kejadian kebakaran hutan dan lahan adalah dengan membagikan sertifikat
pengelolaan tanah adat kepada masyarakat. Harapannya, ujar Jokowi, agar
masyarakat adat ikut menjaga tanah warisan leluhur mereka dan memastikan
kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi. "Supaya mereka bisa
menjaga lahannya masing-masing, supaya tidak terbakar," kata Presiden.*

*Jokowi menilai Pemprov Kalimantan Barat sudah cukup tegas terhadap
perusahaan pemilik hak kelola lahan yang terindikasi melakukan pembakaran
lahan. Dia menuturkan, sudah ada 97 perusahaan yang diberi peringatan dan
19 perusahaan yang izinnya dibekukan. Jokowi memberikan pernyataan tersebut
setelah menyerahkan surat keputusan (SK) redistribusi tanah objek reforma
agraria (TORA) hutan dan sertifikat hak atas tanah kepada warga Pontianak.*

*ISPA*

*Sebanyak 3.937 warga Kota Dumai, Riau, mengalami infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) akibat kualitas udara tercemar asap karhutla. Kepala
Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Dumai Hafidz Permana
mengatakan, pendataan jumlah warga dewasa dan anak terserang sakit akibat
asap berdasarkan kunjungan di semua fasilitas kesehatan atau puskesmas yang
tersebar di tujuh kecamatan daerah ini selama Agustus 2019.*

*Pada September ini, jumlah kunjungan pasien ISPA sudah mencapai 813 orang
dengan rata-rata 150 hingga 200 orang berobat guna mendapatkan pelayanan
kesehatan. Untuk menghadapi bencana kabut asap, Dinkes Dumai sudah
membagikan 100 ribu masker ke 10 puskesmas untuk mengantisipasi dampak
lebih buruk atau makin banyak orang terganggu kesehatannya.*

*"Seluruh puskesmas di tujuh kecamatan sudah diarahkan segera menyebar
masker karena kita lihat udara diselimuti asap dan bisa membahayakan
kesehatan," katanya.*

*Kualitas udara Kota Dumai dalam sebulan terakhir terus dicemari kabut asap
atau jerubu sisa pembakaran lahan, terutama di kawasan pinggir dan rawan,
seperti di Kecamatan Bukit Kapur dan Medang Kampai, sedang di perkotaan
tampak tipis. Dinkes juga merekomendasikan Dinas Pendidikan setempat agar
sekolah menyesuaikan proses belajar mengajar anak didik dan tidak terpapar
asap.*

*Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Dumai Afrilagan
menjelaskan, berdasarkan data BMKG, ada 60 titik panas di Riau.Tim satgas
darat karhutla, kata dia, turun ke dua lokasi, yaitu di Kelurahan Gurun
Panjang perbatasan Teluk Makmur dan Bukit Timah di Jalan Santri untuk
melakukan pemadaman lahan. "Kondisi di lapangan api nihil, tapi titik asap
menyebar," kata Afrilagan.*

Kirim email ke