Baguslah pasokan terjamin. Para kafir terjamin nutrisinya.

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

China Pusing Soal Babi, RI Justru Menang Banyak
Suhendra, CNBC Indonesia16 September 2019 07:41
Jakarta, CNBC Indonesia - China dipusingkan dengan persoalam harga daging babi 
yang menjadi kebutuhan penting masyarakatnya. 
Serangan penyakit flu babi Afrika berujung pembantaian massal babi yang terkena 
penyakit di sentra peternakan China, berakibat pada pasokan dan lonjakan harga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah Indonesia punya persoalan yang sama 
terutama untuk urusan ekspor dan impor babi ternak. 
Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), Indonesia mampu 
mengekspor babi ternak cukup besar dibandingkan impor, sehingga surplus 
perdagangan. Catatan 2017, ekspor babi ternak mencapai 28 ribu ton senilai US$ 
59,9 juta. Sedangkan impornya pada tahun yang sama nyaris tak ada catatan.

Impor babi ternak pada tahun-tahun sebelumnya minim, tertinggi terjadi pada 
2015 dan 2016, volume impor babi ternak masing-masing 350 kg dan 491 kg, dengan 
nilai masing-masing US$ 64 ribu dan US$ 3.849.

Bagaimana dengan produk olahan babi?

Indonesia memang masih lemah, soal produk olahan babi. Catatan Kementan 
menunjukkan ekspor dan impor produk olahan babi masih timpang, Indonesia masih 
defisit. Ekspor produk babi pada 2017 tercatat hanya US$ 10.100 dengan volume 
hanya 605 kg. Sedangkan impor produk babi justru sebaliknya, pada tahun yang 
sama volumenya mencapai 770 ton dengan nilai US$ 2,7 juta. 

Impor tertinggi terjadi pada 2016 selama 6 tahun terakhir, yaitu sebanyak 
1..400 ton dengan nilai US$ 4,2 juta. Namun, secara keseluruhan perdagangan 
babi ternak dan produk babi ternak Indonesia masih surplus.

Populasi babi ternak di Indonesia trennya bertambah, pada 2014 tercatat 7,6 
juta ekor, lalu pada 2018 tercatat 8,5 juta ekor. Produksi daging babi juga 
mengalami hal yang sama, pada 2014 tercatat 302 ribu ton, pada 2018 tercatat 
327 ribu ton. Artinya Indonesia tak ada masalah soal pasokan, berbeda dengan 
China sebaliknya.

Di China, harga babi membuat kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu 
khawatir. Bahkan, pemerintah China menargetkan persoalan ini harus segera 
selesai sebelum ulang tahun ke-70 negara tersebut. 
(hoi)


Kirim email ke