Bener memerintah bisa pake’ HP. Seperti benernya orang2 yg berpendapat gak perlu pemerintah krn semua orang punya HP dan bisa memerintah orang2 laen.
Iseng aja: ngapain ya rocky gerung gak mau “memerintah” pake’ HP? Koq kenapa rocky gerung tampil terus “memerintah” di ILC nya karni ilyas yg tdk sejalan dgn Jokowi? Dasar tujuannya nyinyir Jokowi melulu, sehingga HP aja dibawa2. Bisa2nya HP = Pemerintah?????!!!! Yang enggak2 aja!!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Tuesday, September 17, 2019 7:25 AM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Bangun Ibu Kota Tidak Perlu Utang, Pemerintah Punya Aset Senilai Rp 1.123 Triliun Revolusi 4.0 “Buat apa ibukota baru? Memerintah bisa dari smartphone. Kredit HP baru aja cukup," - rocky gerung --- SADAR@... wrote: Bangun Ibu Kota Tidak Perlu Utang, Pemerintah Punya Aset Senilai Rp 1.123 Triliun Selasa , 17 September 2019 | 10:09 <http://cdn.sinarharapan.co/foto/2019/02/13/620-menteri_ppnkepala_bappenas_bambang_brodjonegoro_saat_memberikan_kuliah_umum_di_-800x450.jpeg> Sumber Foto : Istimewa Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat memberikan kuliah umum diListen to this JAKARTA - Berdasarkan hasil hasil pendataan Barang Milik Negara (BMN) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih dalam proses audit, nilai aset pemerintah pusat di Jakarta mencapai Rp 1.123 triliun. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bambang Brodjonegoro) mengatakan, aset tersebut bisa menjadi salah satu sumber pendanaan pemerintah untuk membangun ibu kota baru di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. "Revaluasi aset di Jakarta, dari hitungan Dirjen Kekayaan Negara sementara di atas Rp 1.100 triliun," ujar Bambang di Jakarta, Senin (16/9/2019). Dia menjelaskan, aset tersebut berupa gedung fisik maupun tanah yang dimiliki pemerintah di Jakarta, mulai dari gedung pusat pemerintahan seperti gedung kementerian, komplek DPR-MPR, hingga rumah dinas para pejabat negara. "Ini bukan hanya kantor kementerian, DPR/MPR, rumah dinas saya sekarang di Jakarta pun aset pemerintah. Dan itu sudah berapa nilainya sekarang, saya saja sudah tidak mampu beli," ujar Bambang seperti dikutip dari kompas.com.
