Maunya pemerintah, gedung2 pemerintah di ibukota Jakarta sebagian besar
dijual. hasilnya untuk
pembangunan ibukota baru.
Tetapi jangan2 para pemilik modal kerjasama tawar gediung2 itu , sehingga
pemerintah terpaksa jual murah?
Jangan2 investor asing boleh ikut beli?

Pada tanggal Sel, 17 Sep 2019 pukul 22.04 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Aset bisa bertumpuk-tumpuk dalam hal ini,tetapi untuk belanja bukan aset
> dpakai, yang dipakai ialah  valuta internasional (dolar)  yan ada dalam kas
> negara. Asset berguna jika hendak berhutang, jadi seperti kalau pinjam di
> Bank, pihak baank menanyakan jaminanan apa, rumah, tanah  etc atau garantor.
>
> On Tue, Sep 17, 2019 at 1:25 PM ajeg [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]> wrote:
>
>>
>>
>> Revolusi 4.0
>>
>> “Buat apa ibukota baru? Memerintah bisa dari smartphone. Kredit HP baru
>> aja cukup,"
>> - rocky gerung
>>
>>
>> --- SADAR@... wrote:
>>
>>
>>
>> Bangun Ibu Kota Tidak Perlu Utang, Pemerintah Punya Aset Senilai Rp 1.123
>> Triliun Selasa , 17 September 2019 | 10:09
>> [image: Bangun Ibu Kota Tidak Perlu Utang, Pemerintah Punya Aset Senilai
>> Rp 1.123 Triliun]
>> Sumber Foto : Istimewa
>> Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat memberikan kuliah
>> umum diListen to this
>>
>> JAKARTA - Berdasarkan hasil hasil pendataan Barang Milik Negara (BMN)
>> oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang masih dalam proses audit,
>> nilai aset pemerintah pusat di Jakarta mencapai Rp 1.123 triliun.
>>
>> Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan
>> Pembangunan Nasional (Bambang Brodjonegoro) mengatakan, aset tersebut bisa
>> menjadi salah satu sumber pendanaan pemerintah untuk membangun ibu kota
>> baru di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
>>
>> "Revaluasi aset di Jakarta, dari hitungan Dirjen Kekayaan Negara
>> sementara di atas Rp 1.100 triliun," ujar Bambang di Jakarta, Senin
>> (16/9/2019).
>>
>> Dia menjelaskan, aset tersebut berupa gedung fisik maupun tanah yang
>> dimiliki pemerintah di Jakarta, mulai dari gedung pusat pemerintahan
>> seperti gedung kementerian, komplek DPR-MPR, hingga rumah dinas para
>> pejabat negara.
>>
>> "Ini bukan hanya kantor kementerian, DPR/MPR, rumah dinas saya sekarang
>> di Jakarta pun aset pemerintah. Dan itu sudah berapa nilainya sekarang,
>> saya saja sudah tidak mampu beli," ujar Bambang seperti dikutip dari 
>> *kompas.com
>> <http://kompas.com>*.
>>
>>
>> 
>

Kirim email ke