https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4694502/vietnam-dulunya-komunis-sekarang-jadi-favorit-investor-daripada-ri?_ga=2.214157137.756199395.1568751421-1789166400.1545758683


Kamis, 05 Sep 2019 13:07 WIB
Sesuai judul artikel, maka NKRI harus terlebih dahulu jadi negara komunis,
agar datang banyak investor dan dengan begitu presiden tidak kesal.

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance



*Jakarta* - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal. Lantaran, 33 perusahaan
yang keluar dari China tak satu pun masuk ke Indonesia.

Parahnya, dari 33 perusahaan itu mayoritas atau sebanyak 23 perusahaan lari
ke Vietnam.

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM) Husen Maulana buka suara mengenai hal tersebut. Menurutnya, alasan
utama investor lebih memilih Vietnam karena perolehan lahan yang mudah.


Dia menjelaskan, Vietnam menganut sistem pemerintahan sosialis yang dulunya
menganut paham komunis. Sehingga, lahan dikuasai oleh negara. Jadi,
investor yang butuh lahan dengan cepat dipenuhi oleh negara.

"Karena pemerintahnya berbeda dengan sistem pemerintahan di kita. Di sana
sosialis komunis sehingga pemerintah dengan mudah menyediakan lahan, bahkan
bisa saja lahan bisa gratis kali ya," katanya kepada *detikcom*, Kamis
(5/9/2019).

Dia menjelaskan, hal ini berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia, untuk
mendapat lahan terbilang prosesnya panjang. Bahkan, investor pun sulit saat
membeli lahan tersebut.

*Baca juga: *Ini PR Jokowi Agar RI Tak Kena Resesi
<https://finance.detik.com/read/2019/09/05/120917/4694446/4/ini-pr-jokowi-agar-ri-tak-kena-resesi>


"Iya menurut saya utama lahan, apa kata pemerintah pusat (Vietnam) pasti
dilaksanakan pemerintah daerah. Yang utama bagi pabrik lahan, pemerintah
sudah siapkan, perizinan dipermudah mereka lari ke sana. Di kita cukup
susah, mereka mau beli prosesnya lumayan susah. Kalau di Vietnam mungkin
disediakan semua," paparnya.

Memang, saat ini negara-negara tetangga juga berlomba menggaet investasi
dari China. Dia bilang, Vietnam juga berlomba memberikan kemudahan bagi
investor

"Apalagi Vietnam juga mendengar banyak perusahaan yang mau relokasi,
Vietnam sudah bisa menyiapkan segala sesuatunya, artinya diberi karpet
merah untuk para pelaku usaha dari China," tutupnya.

*Baca juga: *Sedih, Ini Alasan Investor Lebih Pilih Malaysia dan Vietnam
Daripada RI
<https://finance.detik.com/read/2019/09/05/104427/4694272/4/sedih-ini-alasan-investor-lebih-pilih-malaysia-dan-vietnam-daripada-ri>

Kirim email ke