Sri Mulyani Sebut Teknologi Canggih Bisa Genjot Penerimaan Pajak
Reporter:
Antara
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Rabu, 18 September 2019 05:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keteragan seusai rapat paripurna
RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2APBN) tahun
anggaran 2018 di kompleks DPR, Senayan, Selasa, 20 Agustus 2019.
TEMPO/Francisca Christy RosanaMenteri Keuangan Sri Mulyani memberikan
keteragan seusai rapat paripurna RUU tentang Pertanggungjawaban atas
Pelaksanaan APBN (P2APBN) tahun anggaran 2018 di kompleks DPR, Senayan,
Selasa, 20 Agustus 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Menteri KeuanganSri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani/>Indrawati tidak ingin
menilai kecanggihan teknologi sebagai ancaman. Dia
menganggap kecanggihan teknologi justru memberikan peluang penerimaan
pajak khususnya dari sektor informal seperti wirausaha digital.
"Sebagai Menteri Keuangan, itu harus dilihat sebagai sebuah keuntungan,"
katanya ketika menjadi pembicara dalam Dialog Global 2019/Centre for
Strategic and International Studies/(CSIS) di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, ada nilai ekonomi yang didapatkan dari sektor informal
yakni para pelaku usaha individu tersebut ketika mereka menjalankan
bisnisnya dengan mengandalkan kecanggihan teknologi.
Dengan memanfaatkan teknologi, pelaku usaha bisa berpromosi gratis dan
menjalankan usaha melalui akun media sosial seperti instagram, facebook
dan aplikasi lainnya.
Sri Mulyani mengatakan sektor informal kerap dicap sebagai sektor yang
kecil dan di luar dari sistem.
Seiring kecanggihan teknologi,sektor informal berpeluang tumbuh pesat
karena biaya operasional tidak besar.
ADVERTISEMENT
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan memiliki sistem
untuk mendeteksi penerimaan negara dari pajak digital.
Selain perusahaan digital berskala besar, peluang penerimaan pajak juga
bisa ditingkatkan dari perusahaan jual beli berbasis aplikasi yang kini
banyak bermunculan di Indonesia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com