----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 18 September 2019 03.40.01
GMT+2Judul: [GELORA45] Mencegah Kematian Kelahiran Korban Gempa Palu
Mencegah Kematian Kelahiran Korban Gempa Palu
Reporter:
Eka Yudha Saputra
Editor:
Eka Yudha Saputra
Rabu, 18 September 2019 08:30 WIB
Pos Terpadu Kesehatan Reproduksi dan Perlindungan Hak Perempuan di Gawalise, 17
September 2019. Tenda ini disediakan oleh UNPFA bersama organisasi mitra dan
pemerintah daerah untuk melayani kesehatan reproduksi pasca-gempa Palu.[Eka
Yudha Saputra/Tempo]
TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi kependudukan PBB membangun posko pemberdayaan
perempuan untuk layanan kesehatan bagi perempuan dan keluarga korban gempa Palu.
United Nation Population Fund (UNPFA), memberikan jaminan akses 24 jam untuk
layanan kesehatan reproduksi dan mencegah atau paling tidak mengurangi
kekerasan berbasis gender (GBV).
UNPFA menyediakan 12 ruang ramah perempuan untuk dukungan psikososial untuk
membantu perempuan mekanisme pelaporan, pencegahan, dan bimbingan hukum kasus
kekerasan berbasis gender.
Pos Terpadu Kesehatan Reproduksi dan Hak Perempuan yang didirikan UNPFA bersama
pemerintah daerah dan organisasi mitra untuk korban gempa Palu di Gawalise,
Palu, Sulawesi Tengah, 17 September 2019.[Eka Yudha Saputra/Tempo]
Mela Hidayat, Kepala Perwakilan UNPFA di Indonesia, juga mengatakan kebutuhan
akan kesehatan reproduksi perempuan sangat rentan pasca-bencana, karenanya
UNPFA bersama organisasi mitra dan pemerintah daerah mendirikan Pos Terpadu
Kesehatan Reproduksi dan Perlindungan Hak Perempuan.
"UNPFA bekerja sama melalui subklaster kesehatan reproduksi....melalui
subklaster kita memberikan kesehatan reproduksi di hari pertama," kata Mela
Hidayat di Gawalise, Sulawesi Tengah, 17 September 2019.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya tenda kesehatan ini, UNPFA berhasil mencegah kematian natalitas
bagi korban gempa Palu.
Namun Mela mengaku tidak semua tenda-tenda ini memiliki fasilitas yang sama,
seperti tenda ramah perempuan dan ramah remaja. Tenda ini diperuntukan untuk
konseling psikososial, juga untuk kegiatan produktif.
"Sayangnya kami (UNPFA) hanya memiliki 12 tenda ramah perempuan dan 8 tenda
ramah remaja, salah satunya di Gawalise," kata Mela.
UNPFA akan melayani untuk kesehatan reproduksi sampai akhir Oktober dan tenda
ramah perempuan dan ramah remaja sampai akhir Desember. Namun UNPFA
menyampaikan tenda bantuan untuk korban gempa Palu ini bisa dilanjutkan setelah
diambil alih pemerintah.
"Yang paling sulit adalah tenda kesehatan reproduksi karena membutuhkan tenaga
medis, alat dan obat," kata Mela dalam kunjungan tim kemanusiaan PBB
memperingati setahun gempa Palu.
| | 不含病毒。www.avg.com |