Bisa gawat nanti nasibnya pemilik rumah ini dengan berlakuknya UU
Pertanahan yang sang sekarang sudah di revisi.
AA
https://news.detik.com/berita/d-4715816/unik-ada-rumah-tua-di-tengah-kompleks-apartemen-mewah-jakpus
Sabtu 21 September 2019, 16:20 WIB
Unik! Ada Rumah Tua di Tengah Kompleks
Apartemen Mewah Jakpus
Audrey Santoso - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4715816/unik-ada-rumah-tua-di-tengah-kompleks-apartemen-mewah-jakpus#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4715816/unik-ada-rumah-tua-di-tengah-kompleks-apartemen-mewah-jakpus#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4715816/unik-ada-rumah-tua-di-tengah-kompleks-apartemen-mewah-jakpus#>
22 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4715816/unik-ada-rumah-tua-di-tengah-kompleks-apartemen-mewah-jakpus#>
Unik! Ada Rumah Tua di Tengah Kompleks Apartemen Mewah Jakpus Rumah tua
di tengah kompleks apartemen mewah. (Foto: Audrey Santoso)
*Jakarta* - Pemandangan tak biasa terlihat di salah satu apartemen di
kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). Di kompleks
apartemen ini, berdiri sebuah rumah tua yang nampak beratap genting yang
sudah usang.
Rumah tua tersebut berada di area kiri belakang gedung apartemen yang
menjulang tinggi, tepatnya di bawah area gedung parkir kendaraan. Posisi
rumah terletak sekitar 2 meter di bawah permukaan jalan sehingga hanya
atap genting bata usang saja yang terlihat ketika memasuki area belakang
apartemen. Seperti apa penuturan si pemilik rumah, Lieus (58)?
*Baca juga: *Bangun Perumahan di Atas Mal Bertingkat, Amankah?
<https://finance.detik.com/read/2019/06/28/130542/4603853/1016/bangun-perumahan-di-atas-mal-bertingkat-amankah>
"Kalau (usia) tanah sudah ratusan tahun. Kalau (usia) bangunan rumahnya
hampir 100 tahun," kata Lieus ketika *detikcom* berkunjung, Sabtu
(21/9/2019).
Lieus merupakan warga asli RT 07, RW 09, Kelurahan Kebon Melati, Tanah
Abang, Jakarta Pusat. Sebelum apartemen di bangun, Lieus tinggal
bertetangga dengan warga lainnya yang memilih menjual tanah saat pihak
apartemen melakukan pembebasan lahan.
Penampakan rumah tua di kawasan Thamrin Executive Residence.Penampakan
rumah tua di kawasan Thamrin Executive Residence. (Foto: Audrey Santoso)
"Saya generasi ke-8 (yang menempati rumah itu), asli banget orang sini,
bukan pendatang. Dulu jalannya di sini dari zaman tanah lempung," ujar
Lieus.
Lieus mengaku mempertahankan tanahnya saat pembebasan lahan karena rumah
tersebut menjadi saksi bisu kehidupan keluarganya turun temurun. Bahkan
saat pengembang apartemen melakukan pembangunan, Lieus tetap kekeuh tak
meninggalkan rumahnya.
"Bukan debu lagi (saat pembangunan apartemen), sampai nggak bisa tidur,
ngantuk. Pokoknya kalau malem jadi siang, siang jadi malam. Tanya saja
orang-orang di sini, orang bilang 'Ibu Lieus ini benar-benar wonder
woman'. Bukan debu-debuan lagi, tapi mandi debu tiap hari," jelas Lieus.
*Penjelasan Pihak Thamrin Executive Residence*
Sementara itu Chief Customer Service Apartemen Thamrin Executive
Residence, Emi, membenarkan Lieus adalah warga lama yang meninggali
rumah tua itu sebelum apartemen dibangun. Meski demikian, Emi menuturkan
Lieus dengan penghuni apartemen hidup berdampingan.
"Rumah itu milik warga yang sejak dulu tinggal di sini, sebelum
apartemen dibangun. Kalau kami kan konsultan, pengelola yang mengelola
gedung apartemen ini. Saat pertama kami kelola, kondisinya sudah seperti
itu (ada rumah tua)," kata Emi, saat dikonfirmasi detikcom.
Pihak Thamrin Executive Residence menjelaskan, rumah tersebut sudah ada
sebelum apartemen dibangun.Pihak Thamrin Executive Residence
menjelaskan, rumah tersebut sudah ada sebelum apartemen dibangun. (Foto:
Audrey Santoso)
Emi mengatakan pihaknya menghargai keputusan pemilik yang bertahan
tinggal di rumah itu sehingga pihaknya memilih hidup berdampingan, meski
tak lazim.
"Jadi saling hidup berdampingan, tidak ada yang komplain, tidak ada yang
terganggu, nyaman-nyaman saja gitu. Jadi selama ini tidak ada masalah
apapun. Penghuni juga tidak terganggu," ucap Emi.
**Simak juga video "Kebakaran di Apartemen Kalibata City, 2 Orang Terluka":
**
*(aud/dkp)*
*
*
*
*
*
*
*
*