Aneh, kok belum pernah ada kedengaran doa untuk memohon menghentikan
kebakaran?
Biasanya kalau kering/kemarau panjang, masyarakat lalu berdoa mohon
turun hujan. Bukankah
Tuhan ituPengasih dan Penyayang. Karena beliau Pengasih dan Penyayang
maka beliau juga
memenuhipermohonan umatnya. Kalau yang Korupsi disalurkannya korupsi,
kalau yang mau
merampokjuga Belau salurkan. Tentu semuanya itu dengan hukum hukumnya
yaitu Hukum
Karma Pala.Termasuk mereka yang melakukan pembakaran hutan. Orang bijak
bilang Tuhan
ora sare.
AA
https://news.detik.com/berita/d-4715951/ngeri-langit-merah-gelapgegara-kabut-asap-di-muaro-jambi
Sabtu 21 September 2019, 17:52 WIB
Ngeri! Langit Merah GelapĀ Gegara Kabut
Asap di Muaro Jambi
Ferdi Almunanda - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4715951/ngeri-langit-merah-gelapgegara-kabut-asap-di-muaro-jambi#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4715951/ngeri-langit-merah-gelapgegara-kabut-asap-di-muaro-jambi#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4715951/ngeri-langit-merah-gelapgegara-kabut-asap-di-muaro-jambi#>
54 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4715951/ngeri-langit-merah-gelapgegara-kabut-asap-di-muaro-jambi#>
Ngeri! Langit Merah GelapĀ Gegara Kabut Asap di Muaro Jambi Tangkapan
langit suasana di Muaro Jambi. (Foto: Istimewa)
*Muaro Jambi* - Udara di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, pada pagi hingga
sore hari ini terlihat memerah. Kondisi udara itu disebabkan oleh kabut
asap yang makin pekat di kawasan tersebut, dampak dari kebakaran hutan
dan lahan (karhutla <https://detik.com/tag/karhutla>) di Jambi.
Kondisi udara yang sangat buruk akibat diselimuti asap itu membuat
langit tampak memerah hingga terlihat gelap. Kualitas udara yang dalam
kategori tidak sehat itu juga membuat aktivitas sebagian warga di sana
sedikit lumpuh.
"Pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB kondisi cuaca itu masih terlihat
menguning, pukul 12.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB ini, cuaca di Desa
Mekar Sari, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, sudah memerah.
Kami tidak berani untuk keluar rumah, warga di sini juga di dalam rumah
semua karena takut, melihat cuaca yang merah karena terselimuti asap,"
kata Mustakim warga sekitar saat dihubungi *detikcom*, Sabtu (21/9/2019).
*Baca juga: *Kabut Asap Masih Selimuti Riau, Jarak Pandang di Pelalawan
400 Meter
<https://news.detik.com/read/2019/09/21/095805/4715399/10/kabut-asap-masih-selimuti-riau-jarak-pandang-di-pelalawan-400-meter>
Selain diselimuti asap, abu dari sisa kebakaran hutan dan lahan
(karhutla) di Jambi itu tampak berterbangan di jalan, bahkan abu-abu itu
juga sampai masuk ke rumah warga, walau hanya sedikit.
"Ini bukan hanya bau asap saja yang kami hirup, tapi juga sudah
bercampur abu sisa kebakaran hutan dan lahan itu. Kalau di luar abunya
tampak begitu banyak yang terbang, kalau di dalam rumah ada juga
berjatuhan walau tidak banyak tapi menggangu," tutur Mustakim.
Ngeri! Langit Merah Gelap Gegara Kabut Asap di Muaro JambiTangkapan
layar suasana di Muaro Jambi. (Foto: Istimewa)
Cuaca yang buruk akibat asap itu dikatakan Mustakim terjadi sejak
kemarin hingga hari ini. Langit yang menguning hingga memerah itu pada
pagi dan sore hari membuat warga yang tengah berkendara harus
menghidupkan lampu kendaraan mereka untuk dapat melihat jalan.
"Cuaca seperti ini sejak kemarin, kalau kemarin itu cuman menguning saja
langitnya karena diselimuti asap, sekarang ini yang parah sampai memerah
seperti malam, jadi terlihat gelap. Kalau pada hari sebelumnya itu tidak
seperti ini biasanya hanya diselimuti asap saja. Jadi kalau sekarang
jadi takut untuk keluar rumah, untuk sekarang nafas agak terasa sesak
sih dibuatnya. Anak saya juga tidak saya perbolehkan keluar rumah karena
bahaya lihat kondisi udara itu," ujarnya.
*Baca juga: *KLHK Segel 52 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan, Paling
Banyak di Kalbar
<https://news.detik.com/read/2019/09/21/110545/4715455/10/klhk-segel-52-perusahaan-pembakar-hutan-dan-lahan-paling-banyak-di-kalbar>
Sementara itu, BMKG Jambi menilai fenomena langit yang menguning hingga
memerah di Kabupaten Muaro Jambi itu merupakan akibat asap tebal yang
menyelimuti wilayah itu. Kondisi itu menyebabkan sinar matahari tidak
sampai ke bumi sehingga membuat langit terlihat menguning hingga memerah.
Kondisi cuaca itu bisa kembali normal jika adanya hembusan angin kencang
di sana. Kondisi asap yang masih menyelimuti beberapa daerah di Jambi
itu juga baru dapat hilang setelah adanya guyuran hujan lebat yang turun
di wilayah Jambi, terutama di wilayah lahan yang banyak terbakar.
"Tetapi hujan dapat turun di wilayah Jambi berdasarkan prediksi kita
pada pertengahan Oktober nanti," kata Kepala BMKG Jambi Adi Setiadi
kepada *detikcom*.
Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan di Jambi masih terus terjadi
di beberapa titik. Upaya tim Satgas Karhutla, baik dari TNI/Polri BPBD,
Manggala Agni, maupun bantuan personel lain dari pemerintah setempat dan
masyarakat peduli api, juga telah berupaya hingga saat ini berjibaku
memadamkan api yang terbakar.
**Simak juga video "Hutan Lindung Gunung Klabat Terbakar Sekitar 45
Hektare":
**
<https://20.detik.com/embed/190921041>
*(tor/tor)*
*
*
*
*
*
*
*
*