Apakah politikus PDIP BS yang tolak konsep NKRI harga mati menentang UUD 45?
https://nasional.tempo.co/read/1250740/politikus-pdip-budiman-sudjatmiko-tolak-konsep-nkri-harga-mati?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Tolak Konsep
NKRI Harga Mati
Reporter:
Egi Adyatama
Editor:
Amirullah
Sabtu, 21 September 2019 20:58 WIB
Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah) menyampaikan orasi
politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Ponorogo
Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, 29 November 2015.
ANTARA FOTO
<https://statik.tempo.co/data/2015/11/29/id_459113/459113_620.jpg>
Politisi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko (tengah) menyampaikan orasi
politik saat kampanye pasangan calon bupati-wakil bupati Ponorogo
Amin-Agus Widodo di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, 29 November 2015.
ANTARA FOTO
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Budiman Sudjatmiko <https://www.tempo.co/tag/budiman-sudjatmiko>
menganggap konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukanlah
harga mati. Hal ini diungkapkan Budiman dalam diskusi bertajuk
Nationalism and Separatism: Questions on Papua, di Jakarta Selatan,
Sabtu, 21 September 2019.
"Saya menolak NKRI harga mati. Saya melihat NKRI modal awal yang mutlak
dan perlu. Itu posisi saya," ujar Budiman yang menjadi pelaku debat
dengan Dhandy Dwi Laksono, eks wartawan dan pendiri WatchDoc Documentary
Maker.
Budiman pun mengatakan perspektif ini yang ia gunakan saat melihat kasus
Papua. Ia tak mau melihat alasan Papua tetap berada di Indonesia adalah
karena NKRI harga mati, tapi lebih kepada Papua menjadi bagian dari
sebuah awal yang baik. "Ketika saya menghadapi persoalan ini, saya tidak
berpegang pada NKRI harga mati, enggak. Bukan," kata Budiman.
Saat ditanyai terkait pernyataannya usai diskusi, Budiman mengatakan
sebagai modal awal, NKRI harus dikembangkan, bukan dimatikan. NKRI
menjadi modal yang hidup dalam arti terus berkembang.
Budiman mengatakan sejak kecil, masyarakat Indonesia selalu dijejali
ajaran betapa indahnya Indonesia yang berada di antara dua samudra dan
dua benua. Selama ini, kata dia, masyarakat selalu diajarkan /inward
looking/.
"Kita hanya bicara apa artinya Indonesia bagi dunia, bukan apa artinya
Indonesia bagi kita. Ini penting karena kalau pendidikan kita sejak SD
hanya /inward looking/, ya itu turunan NKRI harga mati," kata dia.
Jika bisa mengubah pandangan ini, Budiman meyakini Indonesia dapat lebih
maju dan berkembang. Budiman mengaku yakin Indonesia akan lebih visioner
dan lebih global dalam menjadikan Indonesia subjek, bukan sebagai objek.