https://nasional.tempo.co/read/1250625/tersangka-makar-papua-mengeluh-sulit-dikunjungi-keluarga


*Tersangka Makar Papua Mengeluh Sulit Dikunjungi Keluarga*

Reporter:
*Friski Riana*

Editor:
*Amirullah*

Sabtu, 21 September 2019 14:30 WIB

<https://statik.tempo.co/data/2019/09/21/id_874228/874228_720.jpg>K*epala
Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat mengunjungi
ruang tahanan tersangka makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Rutan
Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat 20 September 2019. DOK
HUMAS POLDA*


*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi
Manusia Ahmad Taufan Damanik mengatakan ada keluhan yang disampaikan enam
tahanan tersangka dugaan makar Papua  <https://www.tempo.co/tag/papua>yang
mengibarkan bendera Bintang Kejora di Istana Negara, saat unjuk rasa pada
28 Agustus 2019.


"Mereka memang menyampaikan ada beberapa keluhan ya," kata Taufan usai
mengunjungi para tahanan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua,
Depok, Jawa Barat, pada Sabtu, 21 September 2019.


Salah satu keluhan yang disampaikan adalah kemudahan akses bertemu keluarga
dan kerabat. Taufan menuturkan, keenam tahanan Papua juga merasa sulit
berkomunikasi secara intensif dengan keluarga mereka. Keluhan itu, kata
Taufan, telah disampaikan kepada penyidik.


Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, keenam tahanan Papua
menyampaikan pada Komnas HAM bahwa kondisi mereka sehat, serta mendapat
pelayanan kesehatan dan rohani selama ditahan. "Ada juga pelayanan makanan
yang bagus menurut mereka, mereka senang, tapi ingin bisa berkomunikasi
dengan keluarga lebih intensif," kata Taufan.


Selain berbincang dengan keenam tersangka, Taufan beserta Ketua Majelis
Rakyat Papua Timotius Murib juga melakukan kunjungan ke ruang tahanan
mereka. Dari hasil pengamatan, Taufan menilai ruang yang mereka tempati
bukanlah ruang isolasi, seperti yang diisukan sebelumnya. Meski begitu, ia
mengatakan akan meminta pihak penyidik untuk memberikan fasilitas yang
lebih baik kepada tahanan.


Timotius menambahkan, tujuan kedatangannya ke Mako Brimob untuk memastikan
kondisi kesehatan para tahanan Papua. Pasalnya, ada isu yang beredar di
kalangan masyarakat Papua bahwa keenam tersangka tinggal di ruang tahanan
yang tidak laik dan mendapat kekerasan.

"Untuk memastikan kondisi terakhir seperti apa kepada keluarga dan
masyarakat pada umumnya di Papua, itulah MRP harus datang ke Jakarta, Mako
Brimob, untuk memastikan," kata Timotius

Kirim email ke