*PMII Terbelah: ***
*Anti KPK 'Taliban' vs Tolak Intervensi Imam Nahrawi ***
Menpora Imam Nahrawi (tengah) meninggalkan tempat usai memberikan
keterangan pers pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis
(19/9/2019). ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.Menpora Imam Nahrawi (tengah)
meninggalkan tempat usai memberikan keterangan pers pengunduran dirinya
di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/9/2019). ANTARA FOTO/Reno
Esnir/foc.
Oleh: Riyan Setiawan - 21 September 2019
https://tirto.id/pmii-terbelah-anti-kpk-taliban-vs-tolak-intervensi-imam-nahrawi-eisz
*/Sikap PB PMII dianggap "Alay". Sebab mencoba intervensi proses hukum
KPK melalui pengerahan massa. /**//*
tirto.id - Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) menerbitkan instruksi aksi serentak kepada seluruh kadernya di
daerah. Tujuannya melantangkan protes besar-besaran terhadap Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Jumat (20/9/2019).
Salah satu sebabnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam
Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan dana hibah Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) oleh lembaga antirasuah itu.
"Penetapan tersangka [Imam] ini kami duga sangat politis dan melanggar
hukum," tulis Koordinator Aksi Nasional PMII Syarif Hidayatullah dalam
pernyataan sikap yang dilampirkan di surat instruksi itu.
Surat itu dibuat pada, Rabu (18/9/2019), beberapa saat usai Imam
ditetapkan sebagai tersangka kasus suap senilai Rp25,6 miliar. Imam
sendiri adalah mantan ketua umum PMII Cabang Surabaya dan bekas
koordinator cabang Jawa Timur. PB PMII menganggap politikus PKB itu,
politisi muda yang penuh prestasi selama menjabat sebagai menteri.
"Terindikasi kelompok Taliban [radikalisasi kelompok ekstremis] di tubuh
KPK yang hari ini ramai menjadi perbincangan memang menargetkan
kader-kader NU," tuding Syarif.
Beberapa mahasiswa memang sempat melakukan demonstrasi di depan Gedung
KPK. Mereka memakai jas biru PMII, melemparkan telur busuk ke Gedung
KPK, mengancam akan membawa massa lebih banyak, hingga akhirnya
dibubarkan oleh polisi.
Baca juga: Imam Nahrawi Tersangka, PMII Lempar Telur Busuk ke Gedung KPK
*Pembangkangan Serentak ***
Instruksi PB PMII tak berjalan mulus. Pengurusnya melakukan
pembangkangan sikap nasional. Di antaranya: Pengurus Cabang (PC) PMII
Kabupaten Jember, Sleman, Surakarta, dan Depok.
Ketua Umum PC PMII Kabupaten Jember Ahmad Hamdi Hidayatullah mengatakan,
PMII harus terbebas dari pengaruh politik praktis. Menurutnya PB PMII
kali ini, telah terpengaruh kepentingan seniornya yang tersandung kasus
korupsi yaitu, Imam Nahrawi.
"Sikap tersebut merupakan bentuk penghinaan bagi kader-kader yang tetap
menjaga independensi kelembagaan PMII," kata Ahmad melalui pernyataan
sikapnya yang disampaikan kepada reporter Tirto.
Ahmad mengutuk intervensi terhadap proses hukum yang dilakukan dengan
cara memobilisasi kader-kader PMII. Dia meminta agar seluruh kader PMII
di Jember menolak instruksi PB PMII. Dia juga menganggap, tuduhan PB
PMII soal KPK disusupi kelompok Taliban, merupakan kesesatan cara berpikir.
"Menuntut PB PMII untuk menarik surat instruksi aksi tersebut, demi
menjaga integritas organisasi," tuturnya.
Baca juga: Konstruksi Kasus Imam Nahrawi dalam Pusaran Suap KONI di
Kemenpora
Agar Tidak Ada 'Imam Nahrawi' Lain di Kemenpora
Sedangkan Ketua PC PMII Sleman Sidik Nur Toha, justru mendukung agenda
penegakan hukum yang dilakukan KPK. Menurutnya isu KPK disusupi kelompok
Taliban, hanyalah asumsi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan
keabsahannya.
"Kami menolak melaksanakan instruksi itu. PC PMII Sleman mengimbau
kepada seluruh kader di lingkup PC PMII Sleman untuk tidak terlibat
dalam aksi yang diinstruksikan dalam surat PB PMII," kata Sidiq kepada
reporter Tirto, Jumat (20/9/2019).
Sidiq menganggap, langkah yang dilakukan oleh PB PMII itu terlalu
"Alay", dengan mengerahkan massa untuk melakukan tekanan kepada KPK.
"Argumen yang dibangun tidak objektif. Menuduh KPK tebang pilih karena
menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka. Terus mereka membela karena
Imam sebagai senior dan bagian dari keluarga PMII dan bagian dari
Nahdliyin. Menurut kami sangat subjektif dan bias," ucapnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Umum PC PMII Kota Depok
Qiwamudin. Dia mengajak agar masyarakat tetap mendukung KPK menjalankan
tugasnya sesuai UU 30/2002.
Seruan PB PMII soal isu Taliban, kata Qiwamudin, merupakan tuduhan tanpa
bukti yang kuat. Sehingga tak sesuai dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.
"Kami meminta PB PMII bertanggung jawab dengan memberikan bukti atas
tuduhan tersebut," kata Qiwamudin kepada reporter Tirto.
Sedangkan Ketua Umum PC PMII Kota Surakarta Najih Fikriyah memercayakan
kasus Imam, terhadap proses hukum yang berlaku. Menurutnya PMII harus
menjaga idealisme, integritas, dan martabat organisasinya. Maka dari itu
ia menolak instruksi PB PMII.
*Selanjutnya, PMII Melawan di Meja Hijau? ***
Nurul Ghufron, komisioner KPK terpilih mengatakan, penolakan terhadap
sikap PB PMII itu hal biasa. Dia sendiri adalah mantan kader PMII
Kabupaten Jember.
"Jadi kalau kemudian ada yang pro dan kontra, atau mau berunjuk rasa
atau tidak, ya tidak apa-apa. Namanya masih mahasiswa," ujarnya kepada
Tirto, Jumat (21/9/2019).
Namun dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu menuturkan,
demonstrasi tak akan mengubah status hukum Imam Nahrawi sebagai
tersangka KPK. Dia justru memberikan alternatif jalur untuk protes.
"Kalau tidak terima terhadap penetapan tersangka, seharusnya dilakukan
praperadilan, bukan demonstrasi," pungkasnya.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad
Syarif menegaskan, penetapan Imam sebagai tersangka, murni adalah
tindakan penegakan hukum. Sebelumnya Imam telah mangkir tiga kali dari
panggilan KPK.
"Tidak ada motif politik sama sekali," kata Laode di gedung KPK, Jakarta
Selatan, Kamis (19/9/2019).
Baca juga artikel terkait KASUS SUAP KONI atau tulisan menarik lainnya
Riyan Setiawan (tirto.id - Politik)
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Baca selengkapnya di artikel "PMII Terbelah: Anti KPK 'Taliban' vs Tolak
Intervensi Imam Nahrawi", https://tirto.id/eisz
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com