RI konsisten tingkatkan ekspor produk potensial ke China
Minggu, 22 September 2019 14:44 WIB
RI konsisten tingkatkan ekspor produk potensial ke China
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dalam pertemuan ASEAN Free
Trade Area (AFTA) Council Meeting di Bangkok, Thailand, Jumat (6/9)
(Indra Arief Pribadi)
Ini merupakan awal kerja sama yang baik. Kita harap kerja sama ini dapat
meningkatkan ekspor produk-produk potensial Indonesia dan mengisi
pasar-pasar di China
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan
bahwa Indonesia dan China konsisten dalam meningkatkan kerja sama di
bidang perdagangan.
Mendag menyampaikan hal itu dalam pertemuan bilateral dengan/Executive
Deputy Director of the Administrative Committee of Guangxi Pingxiang
Integrated Free Trade Zone/Wang Fanghong.
Pertemuan dilakukan di sela-sela persiapan pameran China-ASEAN Expo
ke-16 di Pingxiang, Guangxi, Jumat (20/9).
*Baca juga:China janji penuhi permintaan Indonesia perkecil selisih
dagang
<https://www.antaranews.com/berita/992234/china-janji-penuhi-permintaan-indonesia-perkecil-selisih-dagang>
Baca juga:Mendag bertemu sejumlah pengusaha China
<https://www.antaranews.com/berita/989046/mendag-bertemu-sejumlah-pengusaha-china>*
“Ini merupakan awal kerja sama yang baik. Kita harap kerja sama ini
dapat meningkatkan ekspor produk-produk potensial Indonesia dan mengisi
pasar-pasar di China,” ujar Mendag Enggar lewat keterangannya yang
diterima di Jakarta, Minggu.
Mendag menjelaskan pertemuan kali ini meruapakan tindak lanjut dari
pertemuan Mendag sebelumnya dengan Menteri/General Administration of
Customs/(GACC) di Beijing beberapa waktu lalu yang membahas tentang
daerah perdagangan bebas di China.
Menurut Mendag, zona perdagangan bebas di dua provinsi yaitu Guangxi dan
Fujian dapat menjadi pintu masuk bagi produk sarang burung walet
setengah jadi, produk buah-buah dan produk lainnya ke China.
Hal tersebut karena dua provinsi tersebut memiliki kekhususan sebagai
zona perdagangan bebas.
“Kota Pingxiang di Provinsi Guangxi dan Provinsi Fujian mendapat
kekhususan dari Pemerintah China sebagai daerah ekonomi spesial. Kedua
kota tersebut dapat menerima berbagai komoditas yang kemudian akan
diolah dan menjadi pintu masuk ke pasar China. Komoditas Indonesia dapat
masuk melalui jalur darat dan laut,” kata Mendag.
*Baca juga:Menanti kiprah ITPC dalam mengatasi defisit perdagangan
dengan China
<https://www.antaranews.com/berita/984974/menanti-kiprah-itpc-dalam-mengatasi-defisit-perdagangan-dengan-china>*
Pada kesempatan ini, Enggar juga menyaksikan penandatanganan nota
kesepahaman (MoU)/Edible Bird’s Nest Processing Project Settled
In/antara Pemerintah China dan perwakilan perusahaan FKS Group dari
Indonesia.
Penandatanganan dilakukan oleh/Executive Deputy Director of the
Administrative Committee of Guangxi Pingxiang Integrated Free Trade
Zone/Wang Fanghong dan Edy Kusuma dari perusahaan FKS Group.
Sebelumnya, Mendag bersama Wang Fanghong mengunjungi perbatasan darat
China dan Vietnam di Pingxiang yang merupakan rute jalan darat masuknya
komoditas dari negara-negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam ke China.
“Kita harus bisa mengoptimalkan potensi ekspor produk Indonesia ke China
karena China memberi kesempatan pada Indonesia untuk memasukkan berbagai
produknya ke China. Peluang inilah yang harus kita manfaatkan
sebaik-baiknya,” pungkas Mendag.
Pada pertemuan ini, Mendag juga mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-34
yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) Bumi
Serpong Damai (BSD) City, Tangerang pada 16—20 Oktober 2019.
*Baca juga:Mendag: Idealnya Indonesia punya dua pusat promosi di China
<https://www.antaranews.com/berita/969488/mendag-idealnya-indonesia-punya-dua-pusat-promosi-di-china>*
Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Agus Salim
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com