https://www.antaranews.com/berita/1075614/sungai-barito-surut-bangkai-kapal-onrust-muncul-ke-permukaan
Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Sungai Barito surut, bangkai Kapal
Onrust muncul ke permukaan
Oleh Kasriadi Minggu, 22 September 2019 23:45 WIB
Seorang warga berada di atas bangkai Kapal Onrust yang hampir tertimbun
lumpur dan tanah yang hanya bisa dilihat saat Sungai Barito surut
kemarau panjang seperti saat ini di kawasan Lalutung Tour 2 km hilir
Muara Teweh, Ahad (22/9/2019). (ANTARA/Kasriadi)
Muara Teweh (ANTARA) - Kapal Onrust milik Belanda yang tenggelam dalam
Perang Barito, 26 Desember 1859 silam, di wilayah Muara Teweh Kabupaten
Barito Utara, Kalimantan Tengah, dapat dilihat saat Sungai Barito surut
seperti saat ini.
"Ada rasa merinding, terharu dan senang kala singgah di tepian Barito.
Merinding dan terharu karena membayangkan suasana perang, dimana
pahlawan kita menenggelamkan kapal besar ini," kata seorang warga Muara
Teweh Waway ketika berada di lokasi tenggelamnya Kapal Onrust itu di
Lalutung Tour, Kecamatan Teweh Baru, Ahad.
Dia merasa senang ini, merupakan momen langka yang belum tentu bisa
dijumpai setiap waktu. Kebetulan tahun ini musim kemarau sangat panjang
dan sisa Kapal Onrust terlihat sangat jelas walaupun beberapa bagian
masih tertutup pasir dan tanah Sungai Barito.
Dia merasa ada sesuatu yang tak bisa diungkapkan saat melihat langsung
sisa kapal Onrust milik Belanda yang tenggelam di Lalotoung tour atau
dua kilometer arah Selatan dari Muara Teweh.
"Mari kenang kembali bagaimana perjuangan pahlawan membela Tanah Air.
Semoga Allah SWT menempatkan arwah para pahlawan kita di tempat
terbaik," kata guru SMAN 2 Muara Teweh ini.
*Baca juga: Koordinat Tenggelamnya Kapal Onrust Diketahui
<https://www.antaranews.com/berita/56869/koordinat-tenggelamnya-kapal-onrust-diketahui>
Baca juga: Barito Timur gelar festival berburu ikan di sungai
<https://www.antaranews.com/berita/915040/barito-timur-gelar-festival-berburu-ikan-di-sungai>*
*Akankah diangkat?*
Sementara warga lainnya Sholihin mengatakan tentang Kapal Onrust ini
perlu diketahui generasi muda, terkait nilai-nilai perjuangan di wilayah
pedalaman Kalteng dan nilai kesatuan dan persatuan antaretnis yang
terbentuk sejak sebelum kemerdekaan.
Bangkai kapal ini perlu diangkat ke daratan untuk dijadikan objek wisata
atau monumen cagar budaya setempat.
"Jadi, upaya pengangkatan kapal ini hanya bisa dilakukan pada saat
Sungai Barito surut pada musim kemarau panjang sehingga pemerintah
daerah sudah punya gambaran kalau ini memprogramkan untuk pengangkatan
kapal tersebut,' kata dia yang waktu kecil sering mencari buah-buahan di
hutan sekitar lokasi tenggelamnya Kapal Onrust.
Warga Muara Teweh lainnya Ariel Rakhmadan menyebutkan sejumlah barang
peninggalan pejuang Barito Tumenggung Surapati masih tersimpan dengan
baik di rumah orang tuanya, Setia Budi, yang merupakan keturunan atau
generasi kelima dari pejuang tersebut diantaranya berupa meriam, pistol
dan mandau (senjata tajam khas Suku Dayak) serta alat-alat makan.
"Nenek moyang kami Tumenggung Surapati sebagai komandan saat
penenggelaman Kapal Onrust tersebut," kata Ariel.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan
Olahraga Barito Utara Arbaidi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan
inventarisasi potensi wisata sejarah tenggelamnya Kapal Onrust.
"Kami akan menjajaki kalau dibuatkan jalan darat untuk menuju lokasi
tersebut sehingga memudahkan masyarakat yang ingin mengunjungi lokasi
itu, terutama saat Sungai Barito surut," kata dia.
*Baca juga: Kapal terbalik di Sungai Barito hanyut terbawa arus
<https://www.antaranews.com/berita/804681/kapal-terbalik-di-sungai-barito-hanyut-terbawa-arus>
Baca juga: Kapal tongkang terbalik di Sungai Barito satu ABK hilang
<https://www.antaranews.com/berita/804490/kapal-tongkang-terbalik-di-sungai-barito-satu-abk-hilang>*
*Sudah lama dicari*
Kapal Onrust itu beberapa tahun lalu sudah dilakukan survei untuk
mengetahui titik koordinat lokasi karamnya di Sungai Barito, Lalutung Tour.
Hasil survei tim arkeologi dari Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan
Selatan, pada September 2006, secara fisik Kapal Onrust memang benar ada
meski hampir semua fisik kapal sudah terendam lumpur
"Lokasi kapal itu berada pada Lintang Selatan (LS) 00.56 derajat 57.4
detik dan Bujur Timur 114 52 derajat 32.7 detik atau sekitar 2,2
kilometer arah hilir atau selatan kota Muara Teweh," kata dia.
Dokumen - Kapal Onrust ketika bersandar di Pelabuhan Telawang
Banjarmasin, Kalsel sekitar tahun 1859 atau sebelum ditenggelamkan pada
26 Desember 1859 di pedalaman Sungai Barito. (ANTARA/Scheepvaart Museum
Amsterdam)
Survei arkeologi bawah air di Sungai Barito ketika itu untuk mencari
kedudukan dan lokasi secara pasti, serta koordinat dari bangkai Kapal
Onrust yang tenggelam pada akhir abad XIX dalam pertempuran rakyat
dipimpin pejuang Barito Tumenggung Surapati melawan Belanda.
*Baca juga: Buntok Kalteng terendam banjir akibat meluapnya Sungai
Barito
<https://www.antaranews.com/berita/799004/buntok-kalteng-terendam-banjir-akibat-meluapnya-sungai-barito>
Baca juga: Banjir di Barito Utara mulai surut
<https://www.antaranews.com/berita/798689/banjir-di-barito-utara-mulai-surut>*
*Masih baik*
Menurut dia, tenggelamnya kapal yang secara fisik, terutama badan kapal
yang terbuat dari pelat dan baja itu masih relatif cukup baik karena
karatnya tidak terlalu parah.
Hal itu dinilainya berbeda dengan kapal-kapal besi yang tenggelam di
perairan laut karena lebih mudah mengalami karatan.
Meski ada kerusakan, dia mengemukakan bahwa kerusakan yang terjadi
karena hal yang bersifat mekanis, seperti terjangan kayu-kayu besar,
lumpur pasir, dan batuan yang terbawa arus sungai.
Apalagi, lanjut dia, lokasi tenggelamnya kapal itu berada di tikungan
sungai berarus deras.
"Jadi, secara fisik secara umum dilaporkan tim arkeologi itu masih cukup
kuat karena proses korosi tidak terlalu parah sehingga masih
memungkinkan diangkat ke permukaan," kata Arbaidi.
Dari hasil survei dan menghimpun sejumlah narasumber dari warga
setempat, dia mengemukakan bahwa fisik kapal pecah menjadi dua bagian
dan pada posisi yang diketahui koordinatnya itu merupakan bagian haluan
hingga badan kapal ke belakang sepanjang 18.40 meter.
Bagian lainnya, sekitar 300 meter arah hilir dari titik kapal yang
ditemukan itu.
*Baca juga: Sungai Barito surut angkutan terganggu
<https://www.antaranews.com/berita/695025/sungai-barito-surut-angkutan-terganggu>*
*Kapal uap*
Sementara itu, berdasarkan data dari Museum Perkapalan Belanda
(Scheepvaart Museum Amsterdam) disebutkan Kapal Onrust merupakan kapal
uap Belanda yang dibuat pada tanggal 15 September 1845 dengan panjang 24
meter, lebar 4 meter, dan luas kapal di dalam air 1,15 meter dengan daya
mesin uap 70 tenaga kuda (PK).
Kapal itu bermesin uap dilengkapi persenjataan meriam pelempar peluru
seberat 24 pond dan enam senapan mesin yang berputar (gatling gun
Amerika) itu dibawa ke Indonesia pada tahun 1846.
Sebelum ditenggelamkan dalam perang Barito oleh perjuangan rakyat
dipimpin Tumenggung Surapati, yang pejuang tangan kanan Pangeran
Antasari, pada tanggal 26 Desember 1859, kapal tersebut sempat berlabuh
di Pelabuhan Telawang Banjarmasin pada tahun 1859.
Pada peristiwa berdarah itu menewaskan Letnan Bangaert C. bersama 50
serdadu marinir dan 43 anak buah Kapal Onrust yang ikut tenggelam
setelah salah seorang pejuang membuka keran air di ruang palka hingga
Kapal Onrust tenggelam.*
Oleh Kasriadi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019