"DIDI KEMPOT jadi ikon lawan janji-2 palsu. Dua (judul) lagunya dijadikan tema 
aksi mahasiswa milenial : Cidro & Ambyar.● CIDRO (remuk ati iki yen eling 
janjine/ora ngiro jebul lamis wae)● AMBYAR (wis kebacut ambyar remuk aing ning 
ati/opo ngene iki sing jenenge korban janji)"
- adhie m massardi

-------------

Selasa 24 September 2019, 12:28 WIB

Poster Demo Mahasiswa di DPR: Rezim Cidro, Rakyat Ambyar
Rolando F Sihombing - detikNews
Poster unik dalam demo di depan gedung DPR. (Rolando/detikcom)
Massa mahasiswa membawa poster-poster dalam aksi tolak RKUHP di depan gedung 
DPR, Jakarta. Poster-poster itu berisi kalimat yang beragam. 

Di antaranya poster yang dibawa oleh mahasiswa Universitas Buana Perjuangan 
Kerawang dalam aksi di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 
(24/9/2019). Ada beberapa poster yang mereka bawa

Salah satunya poster bertulisan 'Rezim Cidro, Rakyat Ambyar'. Selain itu, ada 
poster bertulisan 'Yang Patah Tumbuh yang Hilang Demokrasi'.

Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Kerawang, Iksan Muhammad, menjelaskan 
alasan mereka membawa poster unik. Mereka ingin diperhatikan DPR.
"Biar lebih dipandang aja sama DPR. Biar lebih menarik perhatian para massa 
juga sih," kata Iksan.
Poster-poster itu sudah mereka siapkan sebelumnya untuk aksi hari ini. "Iya 
sudahdipersiapin dari awal sih. Biar kita juga langsung turun, masang buat 
demo," tuturnya.
Merujuk pada terjemahan, cidro bisa diterjemahkan bebas sebagai 'tindakan yang 
tidak menepati janji'. Sedangkan ambyar, dalam 'Kamus Besar Bahasa Indonesia 
(KBBI)' dimaknai 'bercerai-berai; berpisah-pisah; tidak terkonsentrasi lagi'.
Istana Minta Tulisan Bangsa Beradab
Selain poster-poster unik, demonstrasi yang berlangsung ricuh pada malam 
kemarin juga menyisakan coretan nakal di tembok gedung DPR, antara lain coretan 
'Jokowi Bohong'. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko angkat bicara.
"Menghadapi situasi Papua penuh keprihatinan, menghadapi karhutla penuh 
keprihatinan, karena aparat juga sudah kerja keras, karena situasi alam masih 
seperti itu, tidak mudah diselesaikan," ujar Moeldoko di kompleks Istana 
Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (24/9).
Moeldoko mencontohkan situasi yang dihadapi bangsa saat ini seperti kerusuhan 
di Papua serta kebakaran hutan dan lahan. Moeldoko meminta sikap empati.
"Kita harus punya empati seperti itu. Janganlah, Presiden menghadapi situasi 
tidak mudah, hal-hal seperti itu. Tulisan-tulisan harus cerminkan bangsa 
beradab," kata Moeldoko. (fjp/idh)

Kirim email ke