Pendampingan, dukungan, jaminan, dan segala bentuk keberpihakan semacam inilah 
yang dibutuhkan Rakyat dalam menghadapi kekuasaan antek nekolim, 24 jam sehari. 
Jangan seperti selama ini, kehadiran pemerintah hanya nyata saat memalak Rakyat 
lewat pajak, menaikkan harga kebutuhan hidup, dan segala ketololan lainnya. 
Berikut 2 tindakan yang patut dacungi jempol:
1. LBH buka "kantor" di lokasi demo
2. Layanan gratis rumahsakit untuk mahasiswa demonstran
-

Dukung Demo di DPR, LBH Jakarta Alihkan Kantor ke Senayan
24 September 2019 | 06:16:42

PUBLICANEWS, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta memutuskan membuka 
operasional kantornya di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta. Pemindahan ini 
sekaligus dukungan atas aksi penolakan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum 
Pidana (RKUHP) dan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pengumuman, LBH Jakarta besok (24/9) pindah ngantor di depan gedung DPR RI 
sehingga untuk sementara kami tidak membuka layanan konsultasi," tulis akun 
tersebut, Senin (23/9).
Lembaga bantuan hukum ini pun menyatakan tidak akan beroperasi seperti biasa, 
demi mengikuti aksi. Akun LBH juga mengajak masyarakat lain ikut pula dalam 
aksi tersebut.
"Yuk ramai-ramai bergabung untuk melawan oligarki yang merusak negeri. 
#reformasidikorupsi #mositidakpercaya," begitu bunyi penjelasan akun tersebut.
Diketahui aksi mahasiswa makin membesar, bahkan sebagian bertekad menginap di 
sekitar gedung parlemen. Aksi serupa juga terjadi di beberapa daerah, seperti 
di Yogyakarta, Pekanbaru, Bangka Belitung, Malang, dll.
-

DKI Minta 24 RS Gratiskan Perawatan Mahasiswa Pedemo DPR

CNN IndonesiaRabu, 25/09/2019 09:10

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan meminta 
kepada 24 rumah sakit agar menggratiskan biaya perawatan untuk peserta unjuk 
rasa yang membutuhkan perawatan. Nantinya, fasilitas pelayanan kelas III yang 
akan diberikan rumah sakit.
"Benar. Akan dibebankan pada anggaran pembiayaan jaminan kesehatan di luar 
kuota jaminan kesehatan nasional. Dinas Kesehatan DKI Jakarta," ujar Kepala 
Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu 
(25/9).
Dalam bagian lampiran, tercantum nama-nama rumah sakit yang bakal memberikan 
pelayanan gratis. Di antaranya, RS Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Pusat 
Angkatan Darat Gatot Subroto, RS Jantung Harapan Kita , RS Dharmais, RS 
Mintoharjo dan RSUD Tarakan.
Kemudian RS Pusat Pertamina, RS Pelni, RS Jakarta, RS MMC, RS Abdi Waluyo RS 
Budi Kemuliaan, RS MRCC Siloam, RS Islam Cempaka Putih, RSUD Tanah Abang.
Selanjutnya RSUD Kebayoran Lama, RSUD Kebayoran Baru, RSUD Mampang Prapatan, RS 
Bhakti Mulia, RS Medika Permata Hijau, RS Medistra, RS Muhammadiyah Taman 
Puring, RS Gandaria dan RS Kartini. 
Aksi unjuk rasa menolak pengesahan RKUHP di depan gedung DPR/MPR berujung ricuh 
pada Selasa kemarin (24/9). Banyak korban luka.
Mulanya, mahasiswa menyampaikan aspirasi. Namun, massa aksi sampai merobohkan 
pagar Gedung DPR bagian belakang. Aparat lantas berupaya membubarkan massa 
jelang malam hari.
Aparat menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air. Namun, massa tidak serta 
merta membubarkan diri. Bahkan menyerang balik aparat dengan melempar berbagai 
benda.
Polisi lalu melakukan tindakan tegas. Polisi terus berupaya mengusir pedemo 
dari depan Gedung DPR/MPR. Massa lantas tercerai berai tak tentu arah. 
Sejauh ini, ada puluhan mahasiswa yang harus dirujuk ke beberapa rumah sakit 
untuk mendapat perawatan. Kantor berita Antaramelaporkan sedikitnya ada 90 
pedemo yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta.
(ctr/bmw)

Kirim email ke