masker bukan kedok, melindungi diri dari gas air mata. demo damai bisa mendadak rusuh, itu khan kerjaan undercover.
98 dulu jg gitu, ada penyusup suruhan Wiranto. setelah rusuh ada alasan buat dibubarkan dan nangkepin orang2. taktik yg sama dipakai. ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Lho, ... karena perusuh2 itu berkedok, polisi kesulitan mengenali wajah orang, jadi harus menyamar dan masuk kekalangan demo itu satu langkah utk mengamati dan syukur bisa menangkap kepala aksi kekerasan itu! Jadi, BUKAN penyulut kekerasan, ... jangan berpikir terbalik! Jonathan Goeij 於 24/9/2019 23:08 寫道: Sedemikian santun sampai menyamar jadi protestors. Pantesan saja kemudian banyak berita kerusuhan waktu demo. On Monday, September 23, 2019, 10:56:39 PM PDT, ChanCT <sadar@...> mailto:sadar@... wrote: Apanya tindakan polisi Kejam terhadap pendemo??? TERBALIK! Karena polisi HK terlalu SANTUN, kenyataan sampai lewat 3 bulan lebih TIDAK Sorangpun mati! Jadi, seperti harimau tidak bergigi yang bisa menggigit perusuh-perusuh dengan keras, jadi berlarut-larut sampai lebih 3 bulan! Coba seperti polisi AS, main banting bahkan tembak saja dengan peluru beneran, biar mati satu-dua perusuh, ... segera akan berhenti itu perusuh! jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] 於 24/9/2019 11:24 寫道: How Hong Kong police trained for riots – and why their response to protesters has been so violent http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient 不含病毒。www.avg.com http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
