Korban yg matanya kena tembak pun sedemikian entengnya anda fitnah dgn 
konspirasi teori.Ck ck ck
    On Thursday, September 26, 2019, 06:27:47 PM PDT, ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
 
  
Inilah kenyataan media HK nasih didominasi pihak oposisi dan mental orang-orang 
bajingan yg selalu memutar-balik kenyataan untuk menghitamkan Pemerintah dan 
Polisi! Dari seruan demo-damai menyatakan pendapat yg selalu berakhir dengan 
KEKERASAN, PENGRUSAKAN, PEMUKULAN, melempar bom-molotov sampai akhirnya 
berusaha merampas pistol polisi, ... masih juga selalu menuduh POLISI yg 
bvrfutal, melakukan kekejaman, ...! Padahal dalam KENYATAAN selama lebih 3 
bulan mereka bikin kerusuhan dan kerusakan yang sangat, sangat merugikan 
ketertiban dan ketentraman warga HK, POLISI-HK dalam menjalankan TUGAS terlalu 
SANTUUUUN, itulah sebab sampai sekarang TIDAK SEORANG perusuh pun yang 
mampuuuus dianiaya apalagi ditembak! Tapi, ... polisi yg menjalan tugas 
ketertiban masih juga dituduh melakukan kekerasan dan kekejaman berlebih! 
Seeetaaaan, ...!
 
Untuk apa ambulance masuk lagi??? Karena didalam stasiun MTR telah terjadi 
kekacauan, kerusakan begitu parah dgn banyak orang terlibat, ... sedang diluar 
stasiun penuh pendemo, polisi memutuskan belasan korban-luka yg perlu dibawa ke 
RS akan lebih aman dan cepat TIDAK keluar dari stasiun Prinsce Edward, tapi dgn 
MTR dibawa ke stasiun Lai Chikok! Begitu penjelasan RESMI dari pihak polisi dan 
ambulance! Jangan dibalik-balik, ...
 
 
Buktinya itulah KEPUTUSAN yang TEPAT! Tidak ada korban luka yg terlambat 
ditolong dan MATI! 7 korban yg harus tinggal di RS itdak lebih 5 hari berikut 
bisa keluar RS! Itu kejadian di stasiun Prince Edward MTR, 31 Agustus malam, 
dimana perusuh menuduh polisi telah melakukan kekerasan berlebih sampai belasan 
orang mati, membakar kemarahan massa dan meningkatkan aksi-aksinya saja! 
Sekalipun mereka sudah gerakkan massa untuk BERKABUNG didepan stasiun MTR, 
dengan tumpukan karangan-bung dan acara pembakaran duit-kertas dll, .... tapi, 
TANPA ada seorangpun nama yg MAMPUS jatuh korban dan kenyataan juga sampai 
sekarang  TIDAK ADA pengaduan keluarga menyatakan ada orang yang MATI saat aksi 
di stasiun MTR! Sungguh dagelaaan yg sangat KEJAM, ... utk membangkitkan 
kemarahan massa pada polisi yg bertugas ketertiban! PASTI disatu saat hukum 
KARMA akan menimpa diri pemfitnah keji begini, kwalaat kata orang Jawa!
 
Seperti kisah seorang petugas imigrasi yg ketangkap akibar dirinya terbakar 
kena bom-molotov yg dilemparkan temannya sendiri, akibat dirinya terbakar 
kedoknya terbuka dan ketahuan petugas imigrasi. Sebagai pegawai negeri dan 
aparat hukum akhirnya harus di PECAT telah melakukan pelanggaran hukum dengan 
aksi-kekerasan itu! Baru tahu rasa, sudah jatuh ketimpa tangga pula, ... 
KWAAALAAAT, ... lu! 
 
 
Akan tiba saatnya juga menimpa diri anak perempuan yg matanya kena tembak itu! 
Perusuh seenak udelnya sendiri menuduh polisi yg menembak dengan peluru karet! 
Tapi, sampai sekarang anak perempuan ini TIDAK mau melapor polisi bahkan 
sebaliknya menggunakan perintah pengadilan melarang polisi mengusut kasusnya! 
Diluar terdengar suara anak perempuan ini kepercayaan boss yg kucurkan dana Lai 
Chi Ing dan yg bertugas bagi-bagi duit pada perusuh2 dilapangan, untuk menutup 
rapat kasus matanya itu dibveri 5 juta dollar dan dia selama ini harus 
menghilangkan diri dan tidak membuka identitas dirnya. Apa nggak edaaan,  ...!
 
 

 
 Jonathan Goeij 於 27/9/2019 3:50 寫道:
  
 
 kenapa kok polisi melarang ambulan masuk, padahal banyak korban? 
  
      On Wednesday, September 25, 2019, 09:34:21 PM PDT, ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
  
     
Beruntunglah saya bukan apa2 di HK, jadi selama lebih 3 bulan ini tidak 
seorangpun jatuh korban-jiwa! Sekalipun perusuh2 memfitnah polisi telah 
menganiaya belasan jiwa meninggal di saat kendalikan kerusuhan di MTR Prince 
Edward, 31 Agustus!
 
Tapi saya tetap yakin, kalau kerusuhan2 macam di HK itu terjadi di AS, PASTI 
sudah banjir darah! Apalagi saat presiden Trump berkuasa, ....
 
 

 
 Jonathan Goeij 於 26/9/2019 1:10 寫道:
   
 
      Mungkin kalau anda kepala polisi ataupun Hong Kong CE bisa banjir darah. 
Apakah juga akan mengeluarkan gawat darurat sehingga pasukan RRT bisa masuk? 
  
      On Wednesday, September 25, 2019, 12:06:47 AM PDT, ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
  
     
Jadi, ... masalah utama setiap aksi-massa HARUSNYA ada KETEGASAN menentang 
kekerasan dan kerusuhan!  Sedang mereka di HK selama melancarkan aksi lebih 3 
bulan ini, sudah menyembunyikan siapa yg organisasi, menutupi-pula wajah mereka 
untuk LEPAS TANGGUNG JAWAB atas segala perbuatan  jahat, kejamnya itu, ...! 
Sampai sekarang mereka TIDAK pernah mau menyatakan dengan tegas HENTIKAN 
KEKERASAN dan KERUSUHAN!  Sebaliknya, menyangkal dan menyatakan TIDAK ADA 
KEKERASAN dan KERUSUHASN selama ini,  ... Keparat-keparat yang selalu membalik 
hitam-putih!
 
Barangkali baru BERHENTI kalau ada yang ditembak mati!!!
 
 

 
 [email protected] [GELORA45] 於 25/9/2019 12:32 寫道:
  
 
       

 masker bukan kedok, melindungi diri dari gas air mata.
 demo damai bisa mendadak rusuh, itu khan kerjaan undercover. 
  98 dulu jg gitu, ada penyusup suruhan Wiranto. setelah rusuh ada alasan buat 
dibubarkan dan nangkepin  orang2. taktik yg sama dipakai.   
 
 ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
 
  
Lho, ... karena perusuh2 itu berkedok, polisi kesulitan  mengenali wajah orang, 
jadi harus menyamar dan masuk kekalangan demo itu satu  langkah utk mengamati 
dan syukur bisa menangkap kepala  aksi kekerasan itu! Jadi, BUKAN penyulut 
kekerasan, ... jangan berpikir  terbalik!
 

 
 Jonathan Goeij 於 24/9/2019 23:08 寫道:
  
  
  
  Sedemikian santun sampai menyamar jadi protestors. Pantesan saja kemudian 
banyak berita kerusuhan waktu demo. 
  
      On Monday, September 23, 2019, 10:56:39 PM PDT, ChanCT <sadar@...> wrote: 
 
  
     
Apanya tindakan polisi Kejam  terhadap pendemo??? TERBALIK!  Karena polisi HK 
terlalu  SANTUN, kenyataan sampai lewat 3  bulan lebih TIDAK Sorangpun  mati! 
Jadi, seperti  harimau tidak bergigi yang bisa menggigitperusuh-perusuh dengan 
keras, jadi berlarut-larut sampai lebih 3 bulan! 
 
 
Coba seperti polisi AS, main  banting bahkan tembak saja dengan peluru beneran, 
biar mati satu-dua  perusuh, ... segera akan berhenti itu  perusuh!
 

 
 jonathangoeij@... [GELORA45] 於 24/9/2019 11:24  寫道:
  
    

 
 

 
How Hong Kong police trained for riots – and why their response to protesters 
has been so violent
  
 
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

        
 
                   

Kirim email ke