https://www.jawapos.com/nasional/24/09/2019/bus-dan-jeep-tni-dibakar-saksi-mata-sebut-pelaku-bukan-mahasiswa/


*Bus dan Jeep TNI Dibakar, Saksi Mata Sebut Pelaku Bukan Mahasiswa*

NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/>

24 September 2019, 23:54:17 WIB

*D**ua kendaraan milik TNI dibakar massa yang sebelumnya bentrok dengan
kepolisian di depan gerbang belakang Gedung DPR yang tak jauh dari Hotel
Mulia. Diduga pelaku bukan mahasiswa. (dok Sabik/JawaPos.com)*


*JawaPos.com* – Aksi pembakaran di sejumlah titik di kawasan Senayan terus
berlangsung. Setelah gerbang tol Pejompongan, massa aksi juga membakar
sebuah bus dan mobil Jeep milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang
terpakir di komplek Perbakin, tak jauh dari gerbang belakang Gedung DPR,
Senayan, Selasa (24/9), pukul 22.45 WIB.


Dua kendaraan tersebut dibakar massa yang sebelumnya bentrok dengan
kepolisian di depan gerbang belakang Gedung DPR yang tak jauh dari Hotel
Mulia.


Dari pantauan JawaPos.com di lapangan, api awalnya membakar seluruh badan
bus hingga tersisa kerangka. Tak berapa lama kemudian, terdengar dua kali
ledakan sebelum api melalap badan bus.

Api yang besar dari bus, lantas merembet ke badan mobil jenis Jeep itu. Si
jago merah dengan cepat melalap badan mobil yang letaknya persis di sisi
kiri bus milik TNI yang sedari siang sudah terparkir di situ.

Sebuah mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api yang semakin membesar.
Proses pemadaman tidak menemui kendala lantaran massa yang diduga membakar
telah dipukul mundur hingga Jalan Asia Afrika, Jakarta.

Seorang saksi mata kejadian menduga pelaku pembakaran bukan anak-anak
mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto,
Jakarta Pusat.

“Sepertinya bukan mahasiswa. Saya, sih, melihatnya orang yang beda,” ungkap
saksi mata itu.

Sebelumnya, Prajurit TNI AD dan Marinir dikerahkan, mereka bersiaga di
barisan terdepan untuk menenangkan massa aksi.

“Adik-adik mohon tenang, di barisan depan adalah TNI dan Marinir. Tolong
hormati TNI dan Marinir yang mengimbau agar adik-adik kembali ke rumah,”
ujar salah seorang polisi melalui pengeras suara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Prajurit TNI AD dan Marinir berada di
barikade terdepan, sementara anggota kepolisian membentuk barikade di
belakangnya.

Prajurit TNI AD dan Marinir secara persuasif meminta mahasiswa untuk
membubarkan diri. Sempat terjadi kericuhan di atas jembatan layang JCC.
Namun secara cepat petugas kepolisian berhasil melokalisir kericuhan
sehingga tidak meluas.

Imbauan dari prajurit TNI dan Marinir berbuah hasil. Mereka sukses
menenangkan mahasiswa dan sejumlah massa yang masih bertahan. Mahasiswa dan
massa terdengar menyanyikan lagu-lagu bernada apresiasi terhadap prajurit
dari dua matra tersebut.

Kirim email ke