Infrastruktur mempunyai biaya yang jumlahnya sangat besar, apakah tidak ada
yang bocor digigit tikus?

On Fri, Sep 27, 2019 at 9:50 AM ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Semakin bagus kalau segera prioritaskan penyelidikan laporan-laporan
> tentang kementerian terutama Perdagangan, BUMN, ESDM, dan tentu saja
> Kementerian Agama. Berkejaran waktu dengan pelantikan pimpinan baru KPK dan 
> skenario
> Wiranto mainkan kartu-kartu ekstrimnya.
>
> On Thursday, September 26, 2019, 12:26 PM, ajeg wrote:
>
>
>
> Bagus. Bongkar terus kementerian andalan Jokowi urusan proyek-proyek
> infrastruktur oligarki ini. Semangat main proyek oligarki tapi bertele-tele
> membenahi perumahan Rakyat korban gempa Lombok, Palu dll.
>
> Jangan lupa bongkar semua kementerian. Biarkan saja Jokowi ketakutan
> sampai terbirit-birit merevisi UU KPK. Rapopo. Terus bongkar.
>
> -
>
> KPK Terus Selidiki Aliran Duit Suap di Kementerian PUPR Hingga Ke 
> MenteriKAMIS,
> 26 SEPTEMBER 2019 | 01:46 WIB | *LAPORAN*: FAISAL ARISTAMARMOL.ID -
> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus mengusut dugaan
> keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan suap proyek Sistem
> Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan
> Rakyat (KemenPUPR). Termasuk kemungkinan jika ada dugaan uang mengalir
> sampai ke level menteri PUPR."Pihak-pihak terkait sudah kita panggil
> (diperiksa) apakah ada posisi orang-orang yang terlibat di posisi menteri
> atau dirjen belum bisa disampaikan," kata Jurubicara KPK Febri Diansyah
> kepada wartawan, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9)."Apakah
> ada kemungkinan ada pihak-pihak lain juga diproses lebih lanjut,
> kemungkinan itu bisa saja ya tapi sekali lagi itu tergantung pada kecukupan
> bukti," sambungnya.Febri mengatakan, pihaknya juga telah mendeteksi
> dugaan keterlibatan pihak lain dalam hal ini pejabat di Kementerian PUPR.
> Teranyar, KPK menetapkan dua tersangka baru yaitu Anggota Badan Pemeriksaan
> Keuangan (BPK) Rizal Djalil dan Leonardo Jusminarta, Komisaris Utama PT
> Minarta Dutahutama."Jadi seperti dijelaskan tadi memang ada indikasi
> dugaan penerimaan uang di sejumlah pejabat di Kementerian PUPR ini cukup
> masif ya kalau dilihat 62 orang itu cukup besar jabatnya kasatker atau
> PPK," kataDalam fakta persidangan, perusahaan lain yang juga berjalan di
> proyek SPAM dan juga sebagai pihak pemberi. Sejauh ini, baru ada 10 orang
> yang sudah ditindaklanjuti oleh KPK tetapi baru pada level Kasatker dan PPK
> di Kementerian PUPR.Sementara untuk pengembalian uang dari pejabat
> Kementerian PUPR, KPK sudah menerima Rp 26,74 miliar. Ditambah masih ada
> dugaan aliran dana yang belum diakui."Diduga sekitar Rp 100 miliar
> dialokasikan pada sejumlah pihak," demikian Febri.
>
> 
>

Kirim email ke