Ajeg: Dari 5 hal yang Anda tekankan itu benang merahnya hanya untuk 
mempertahankan Jokowi.

 

Nesare: ente bener sebagian. Jokowi harus dipertahankan krn dia hasil pemilu 
demokrasi Indonesia. Kenapa masalah papua, kebakaran hutan, KPK, KUHP ditujukan 
ke penurunan Jokowi????

 

Kenapa setelah ada yg mati krn demo ente salahkan Jokowi?

Kenapa ente hanya menulis yg mati mhsw ttp bukan polisi atau tantara?

 

KENAPA ENTE MENYERANG JOKOWI UNTUK PERMASALAHAN2 YANG SUDAH ADA DI INDONESIA?

 

SAYA DAN CHAN JELAS POSISINYA ADALAH NKRI BUKAN JOKOWI!

JOKOWI ADALAH PENGEMBAN DEMOKRASI NKRI SEBAGAI PRESIDEN HARUS DIPERTAHANKAN!

 

MASALAH NKRI BUKAN MASALAH SATU ORANG SAJA TERMASUK PRESIDEN! KALAU PRESIDENNYA 
SALAH, TUNJUKKAN DIA SALAHNYA DIMANA!

 

APAKAH ENTE INI PENDUKUNG ANIES, KHILAFAH DAN ATAU PENDUKUNG KELOMPOK CENDANA?

 

ENTE POSISINYA DIMANA?

 

ENTE MAU NKRI SEPERTI BALKAN, LALU TERTAWA SETELAH BANYAK YANG MATI?

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Thursday, September 26, 2019 11:17 PM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] dibuang sayang

 

  

Dari 5 hal yang Anda tekankan itu benang merahnya hanya untuk mempertahankan 
Jokowi. Anda tidak peduli jutaan paruparu Rakyat (termasuk anak-anak) yang 
disesaki asap kebakaran hutan setiap tahun. Sudah divonis bersalah oleh MA 
dalam kasus karhutla pun Jokowi tetap tak mau tunduk pada hukum. Lha ngapain 
dia sok bicara penegakan hukum segala?





Sadarilah bahwa masalah yang dibawa Jokowi bukan cuma RKUHP. Dua mahasiswa di 
Kendari dan satu pelajar di Jakarta tewas dalam demo aneka masalah ini tapi 
Jokowi tetap memboneka, bisu.





Sejak malam tadi mulai terjadi penangkapan-penangkapan. Perbedaan pendapat 
semakin dibungkam. Jokowi keliru, sweeping ini justru menghabisi legitimasinya. 

 

Dia yang gagu kenapa orang lain yang dibungkam?





--- SADAR@... wrote: 

  

PENEKANAN saya, anak-anak dibawah umur, berapa usia dewasa di Indonesia (17 
atau 18?) hendaknya TIDAK diikut sertakan turun kejalan apalagi melibat diri 
dengan lempar-melempar batu apalagi molotov yg berbahaya itu! Ini pertama.

Kedua, bagi mahasiswa-mahasiswi yg sudah menginjak dewasa, hendaknya bisa 
dengan kepala jernih apa yang mereka perjuangkan! Jangan sampai ditunggangi 
oleh kekuatan-kekuatan yang sedang perjuangkan kepentingannya sendiri dengan 
abaikan kepentingan NASIONAL! Apalagi kepentingan asing yg jelas sangat 
merugikan kepentingan BANGSA sendiri!

Ketiga, dalam berjuang harus hitung-hitung sebaik-baiknya kekuatan diri sendiri 
dan kekuatan lawan! Jangan benturkan kepala pada BATU, bukan saja tujuan yg 
diperjuangan pasti GAGAL, kepala bisa PECAH! Syukurlah kalau tidak jatuh korban 
jiwa, ... Gunakanlah kemungkinan-kemungkinan yang diberikan dan bisa digunakan 
untuk perjuangkan tujuan, dengan perkuat barisan dan BELAJAR menyusun 
strategi-taktik perjuangan sebaik-baiknya untuk menangkan perjuangan! Rebutlah 
apa yang mungkin bisa dicapai lebih dahulu. Jangan pula seperti cebol 
merindukan bulan,... yang hidup dalam mimpi dalam tempurung saja!

Jokowi sudah putuskan "MENUNDA pengesahan RKUHP, biar dilaksanakan DPR periode 
berikut, ...!" Jadi, turun kejalan mengangkat isu RKHUP sudah tidak relevan 
lagi. Tapi mengapa masih juga turun kejalan? Bahkan UUKPK yg baru disahkan juga 
masih bisa gunakan jalur MK, ... kenapa harus turun kejalan? Jelas, aksi-aksi 
mahasiswa ditunggangi sekelompok kekuatan anti Jokowi dan hendak gagalkan 
pelantikan Jokowi, 20 Okt. yad! Jalankan MAKAR? Sudah cukup kuat dan bisa? Atau 
dapatkan dukungan asing jalankan revolusi warna, ... spt di HK??? Hehehee, ...

Kenapa pula tidak gunakan jalur HUKUM yang masih bisa digunakan, ... Bahkan 
dengan sabar dan ulet meneruskan perjuangan dengan perkuat barisan, meraih 
simpati dan dukungan massa untuk pilpres 2024? 

 

ajeg 於 26/9/2019 19:43 寫道:

  

Itulah anehnya Jokowi, berada di ibukota negara tapi membisu atas demo di 
seluruh Indonesia memprotes ketidakbijakannya (hari ini jatuh korban tewas di 
Kendari). Sementara, sang wakil dari markas PBB sana bisa bicara perlunya 
pandangan publik soal kebijakan pemerintah. Jelas, si Jokowi mutlak harus 
dididik. Mulai dari... pelajaran bicara dulu, supaya jangan bisanya cuma baca 
teks bikinan orang melulu.

 

--- ilmesengero@... wrote:

Kalau sibuk ada wakilnya untuk bicara. Maruf Amin sebagai wakil presiden untuk 
bicara, tetapi kelihatannya sama saja kedua-duanya membisu atau telah dibisukan 
oleh campur tangan asing!? hehehehehe

--- ilmesengero@... wrote:

 

On Thursday, September 26, 2019, 4:30 PM, ajeg wrote:





Nah, sementara situasi serba tak menentu dan Jokowi tetap membisu, mari kita 
dukung keikhlasan anak-anak sekolah mendidik Jokowi dan rezim 
oligarki-otoriternya.

 

--- SADAR@... wrote: 

 

Anak2 muda PEMILIK haridepan NEGERI ini kudu DIDIDIK betul membangun bangsa 
dengan baik, baru mempunyai HARI DEPAN yang baik! Apa jadinya haridepan negeri 
ini, kalau sejak kanak-kanak sudah dididik anarkis, seenak udelnya sendiri 
menuntut yang dikehendaki tanpa peduli melanggar HUKUM, ...

 

ajeg 於 26/9/2019 9:40 寫道:





Jawabannya dalam setarikan nafas saja: pantas, karena mereka pemilik masadepan 
negeri. 

 

Apa bedanya, toh di masalalu mereka juga ikut berjuang membebaskan negeri dari 
penjajah. Memperjuangkan nasib dan kehidupan yang lebih baik. Kalau sudah 
begitu, tidak ada batasan masih sekolah atau sudah kuliah. Berapa banyak anak 
yang beruntung melanjutkan ke perguruan tinggi pada masa itu? Semaoen misalnya, 
apa latar pendidikannya? 

 

Konyolnya sampai di era PYM Jokowi toh masih saja banyak anak jalanan yang 
harus berjuang untuk bertahan hidup. Setiap hari. Apa bedanya? Pantas. Mereka 
pantas dan berhak memperjuangkan hak-haknya yang dirampas Jokowi.

 

Bukalah mata, lihat dunia. Jangan cuma Beijing & HK melulu.

 

Hehe..... 

 

--- SADAR@... wrote: 

 

Yang menjadi pertanyaan dan seharusnya dipikirkan lebih CERMAT oleh pakar-pakar 
pemerhati dan peduli gerak perjalanaqn bangsa ini, mengapa dan pantaskah 
anak-anak sekolah (dibawah-umur) turun kejalan memperjuangkan "cita-cita" yg 
dianggap luhur itu dengan KEKERASAN, menghujat aparat keamanan dengan hujan 
batu, ...???





 



Kirim email ke