https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190926120726-213-434233/internet-wamena-masih-diblokir


Internet Wamena Masih Diblokir

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 12:33 WIB

Bagikan :

[image: Internet Wamena Masih Diblokir] Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry
Novelino)


Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (*Kemenkominfo
<https://www.cnnindonesia.com/tag/kemenkominfo>*) menyebut masih memblokir
internet di *Wamena <https://www.cnnindonesia.com/tag/wamena>*, Papua. Plt.
Menurut Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, pihaknya belum
berencana untuk mencabut *pemblokiran internet
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pemblokiran-ineternet>* di Wamena, Papua.

Alasannya, situasi di Wamena hingga saat ini belum kondusif. Sehingga
pemblokiran akses internet belum bisa dibuka. Pemerintah telah memblokir
internet di Wamena sejak Senin lalu (23/9).

"Belum kondusif, belum bisa dibuka. Kita menunggu sampai situasi dan
kondisi di Wamena benar-benar pulih, baru dibuka," kata Ferdinandus saat
dihubungi *CNNIndonesia.com*, Kamis (26/9).


Lihat juga:

Operasional Perbankan di Wamena Masih Lumpuh
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190926100807-78-434172/operasional-perbankan-di-wamena-masih-lumpuh/>

Hal serupa dikonfirmasi oleh operator telekomunikasi Telkomsel. Menurut
Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, pemerintah
belum memberikan arahan untuk membuka internet di daerah itu.

"Belum, belum ada instruksi untuk buka (internet) dari Kominfo," jelasnya,
saat dihubungi via teks, Kamis (26/9).

Alasan pemerintah melakukan pemblokiran internet di Wamena antara lain
untuk menekanan hoaks dan disinformasi yang bisa memicu konflik di Wamena.
Alasan yang sama juga digunakan untuk memblokir internet di Papua dan Papua
Barat lalu.
Lihat juga:

ATSI Tanggapi Aksi Pemblokiran Internet Wamena
<https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190925120046-213-433784/atsi-tanggapi-aksi-pemblokiran-internet-wamena/>

Berkaca pada pemblokiran di Papua dan Papua Barat, pemerintah baru mulai
membuka blokir akses internet ecara bertahap terhitung sekitar tiga minggu
setelah pemblokiran di lakukan.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian
menyebut korban tewas dalam kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya,
Papua, kemarin, berjumlah 26 orang.

"Jumlah korban 26 orang, itu 22 itu adalah masyarakat Papua pendatang.
Sementara warga Papua asli ada empat orang yang meninggal dunia," kata Tito
di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (24/9).

Jumlah yang terluka tercatat 66 orang. Tito mengatakan terhadap mereka yang
terluka, pemerintah akan memberikan perawatan dan mempermudah pemakaman
bagi yang meninggal dunia. *(jnp/eks)*

Kirim email ke