*Maaf seharusnya kalimantan Timur*. On Sat, Sep 28, 2019 at 8:45 AM Sunny ambon <[email protected]> wrote:
> Kalau tidak keliru letaknya kota Palu berhadapan dengan tempat ibu kota > baru yang akan dibangun. Pertanyaannya ialah waktu gempa bumi dengan > tsunaminya menghantam Palu, apakah tidak ada pengaruh tsunami tsb kepada > kota-kota dan desa-desa di Kalimantan Barat? Karena kalau diingat waktu > gempa di Aceh (2006) mempunyai pengaruh bukan saja di Thailand, tetapi > juga India, Srilangka dan bahkan sampai ke Somalia di Afrika. > > On Sat, Sep 28, 2019 at 8:25 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] < > [email protected]> wrote: > >> >> >> Palu (ANTARA) - Setahun telah berlalu bencana dahsyat gempa bumi, tsunami >> dan likuefaksi melanda Provinsi Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu, >> Kabupaten Sigi dan Donggala atau dikenal dengan wilayah Pasigala, 28 >> September 2018. >> >> Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama >> pemerintah kabupaten kota yang disertai dukungan pemerintah pusat untuk >> memulihkan semua sendi-sendi kehidupan di masyarakat. >> >> Pemerintah Kota Palu sebagai ibu kota provinsi berkomitmen untuk tidak >> berlarut-larut dalam kesedihan bencana. Semua lapisan masyarakat harus >> bangkit, membangun kembali daerah sebagaimana perayaan hari ulang tahun >> (HUT) kota, hanya berselang sehari sebelum bencana. >> >> Peringatan HUT Kota Palu ke 41 di halaman kantor Wali Kota Palu, 27 >> September 2019 juga ditandai dengan peringatan setahun bencana Sulteng yang >> masih meeninggalkan kedukaan bagi warga akibat dahsyatnya bencana itu. >> >> Wali Kota Palu Hidayat menegaskan bencana setahun lalu merupakan ujian >> kesabaran sebagai manusia dari Allah SWT yang harus dilalui, sebagai >> pembuktian untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. >> >> Tahapan-tahapan pemulihan sudah dilakukan dimulai dari tanggap darurat, >> masa transisi darurat menuju pemulihan hingga tahapan rehabilitasi dan >> rekonstruksi. >> >> Masa tanggap darurat bencana, berbagai uluran tangan dari organisasi, >> lembaga kemanusiaan dalam maupun luar negeri ikut terlibat membantu >> pemulihan korban bencana Palu dan sekitarnya termasuk organisasi >> Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). >> >> Dalam kondisi serba keterbatasan, para penyintas saat itu masih >> mengandalkan bantuan dari berbagai pihak, meskipun pemenuhan hak dasar >> menjadi kewajiban pemerintah namun di sisi lain pemerintah setempat juga >> memiliki ketersediaan logistik. >> >> Ketersediaan logistik menjadi langkah alternatif sementara dilakukan di >> shelter-shelter pengungsian agar warga korban bencana bisa makan dan >> menyambung hidupnya. >> >> Memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan, Wali Kota Palu Hidayat >> mengatakan Pemkot menggunakan anggaran bersumber dari dana tak terduga >> sebesar Rp1,6 miliar dan anggaran pada BPBD Kota Palu serta pergeseran >> anggaran dalam APBD 2018 sebesar Rp63,5 miliar. >> >> Pemkot Palu terus merampungkan data kebencanaan yang meliputi data >> pengungsi, data korban bencana dan data kajian pascabencana serta >> penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi. >> >> Pemerintah dan para pihak yang terlibat mulai menyediakan hunian >> sementara (Huntara) sebagai rumah singgah untuk para penyintas yang >> bersifat jangka pendek beserta sarana pendukung lainnya. >> >> Tahapan transisi darurat menuju pemulihan turut pula melibatkan >> pemerintah pusat melalui masing-masing kementerian, badan dan lembaga. >> Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu >> kementerian teknis berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana >> infrastruktur. >> >> *Rehabilitasi dan Rekonstruksi* >> >> Masa rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini terus bergulir untuk >> pemulihan setahun pascabencana. Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi melalui >> jaminan hidup terus dilakukan Pemkot Palu, selain persiapan pembangunan >> hunian tetap bagi pengungsi. >> >> Pemkot Palu memastikan akan terbangun hunian tetap di sana sebanyak 2.200 >> hunian dari sejumlah pihak untuk para pengungsi di lokasi relokasi >> Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore. >> >> Pembangunan hunian tetap salah satunya disediakan Yayasan Buddha Zhu Chi >> yang dibangun sekitar 1.000 hunian di atas lahan seluas 50 hektare lebih.. >> >> “Mengenai model bisa saja berbeda, tetapi intinya hunian harus tahan >> gempa. Ukuran hunian tipe 36, satu hunian kami sediakan lahan 10x15 meter,” >> jelas Hidayat. >> >> Selain Yayasan Buddha Tzu Chi, para pihak yang melaksanakan tahap >> pembangunan hunian tetap, yakni bantuan pemerintah Kota Surabaya hingga >> bantuan dua negara anggota ASEAN yaitu Filipina dan Brunei Darussalam >> melalui AHA Center. >> >> Pemkot Palu menyediakan lahan seluas 146,80 hektare di Kelurahan Tondo >> dan Talise serta Kelurahan Duyu seluas 38,60 hektare. Lahan itu terbagi >> dalam tiga zona dan dapat menampung semua korban bencana di 13 kelurahan >> terdampak tsunami, maupun dua kelurahan yang terdampak likuefaksi termasuk >> warga bermukim di garis patahan atau sesar Palu Koro. >> >> Wali Kota Hidayat menyatakan kebutuhan hunian tetap untuk warga korban >> gempa, tsunami dan likuefaksi di Palu sekitar 7.000 unit, tersebar di >> sejumlah lokasi yang telah disediakan pemerintah. >> >> >> >> *Baca juga: Setahun bencana Sulteng - Pemkot Palu bangun ketahanan >> ekonomi korban >> <https://www.antaranews.com/berita/1078084/setahun-bencana-sulteng-pemkot-palu-bangun-ketahanan-ekonomi-korban> >> Baca juga: Setahun bencana Sulteng, perhotelan di Palu mulai bangkit >> <https://www.antaranews.com/berita/1078038/setahun-bencana-sulteng-perhotelan-di-palu-mulai-bangkit>* >> >> *Dukungan para pihak* >> >> PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu turut menyatakan >> dukungan untuk sumber kelistrikan pada pembangunan hunian tetap, salah >> satunya yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi. >> >> "Kami sudah memasang dua transformator atau trafo di lokasi tersebut. >> semuanya siap difungsikan jika hunian itu sudah ditempati," kata Manager >> PLN UP3 Palu, Abbas Saleh. >> >> "Jika nanti trafo yang sudah disediakan tidak mampu mengangkat beban >> pemakaian, kami akan tambah trafo baru tetapi di lihat dulu perkembangan ke >> depan," ujar Abbas. >> >> ia menjelaskan kemungkinan penggunaan meteran listrik hunian >> tetap tersebut berdaya 900 Watt. Hal itu dikarenakan para penghuni >> merupakan keluarga normal dalam artian penggunaan energi listrik cukup >> besar, dan tidak menutup kemungkinan berbagi barang elektronik digunakan >> setiap kepala keluarga. >> >> *Menunggu Relokasi* >> >> Setahun bencana di Kota Palu telah berlalu, dimana pembangunan hunian >> tetap terus digenjot untuk para korban melalui verifikasi dan validasi data >> yang bersedia direlokasi ke tiga zona yang ditetapkan pemerintah. >> >> Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly >> Tampubolon mengatakan pemerintah telah menyebarkan formulir kesiapan >> relokasi kepada para korban. Data sementara yang mengembalikan formulir ke >> BPBD Kota Palu sekitar 4.000 jiwa, namun tidak semua menyatakan bersedia >> direlokasi. >> >> Para korban yang bersedia direlokasi sesuai formulir sebanyak 2.990 jiwa.. >> Relokasi ke hunian tetap di Tondo sebanyak 1.860 jiwa, sisanya memilih >> direlokasi ke Talise dan Duyu sekitar 250 jiwa sampai 300 jiwa. >> >> “Kami baru membuka validasi warga yang direlokasi ke Tondo, karena baru >> lokasi itu yang siap pembangunannya. Dari 1.860 jiwa yang bersedia kurang >> lebih 1.400 jiwa datang melapor untuk penyesuaian administrasi bersifat >> final,” kata Presly. >> >> Pemindahan korban bencana ke tempat lebih layak, sebagai upaya pemerintah >> untuk memberikan jaminan kehidupan lebih baik. Selain itu, relokasi >> dimaksudkan menjaga keselamatan warga dari ancaman bencana, khususnya >> mereka yang saat ini masih tinggal di zona merah pada peta zona rawan >> bencana berdasarkan hasil kajian ilmiah. >> >> Relokasi tahap awal disediakan sebanyak 200 hunian untuk menampung >> sekitar 1.800 jiwa korban bencana Palu di Kelurahan Tondo, Kecamatan >> Mantikulore. Namun kata Presly, saat ini hunian tetap yang rampung >> terbangun sebanyak 20 unit dari 200 unit target Yayasan Buddha Zhu Chi. >> >> “Sudah rampung, namun belum memiliki air bersih dan belum tersambung >> listrik,” ungkap Presly. >> >> Dia menyatakan hunian tetap tersisa akan segera rampung, guna mengejar >> target yang sudah ditetapkan pihak pendonor. Begitu banyak upaya dilakukan >> pemerintah Kota Palu untuk membenahi daerah mereka setahun pascabencana. >> >> Apapun hasilnya nanti, semua pihak berharap Kota Palu dapat kembali >> menjadi palu kota jasa berbudaya dan beradat dilandasi iman dan takwa >> sesuai visi misi Pemerintah Kota Palu periode 2016-2021. >> >> *Baca juga: Setahun bencana Sulteng - Gereja-gereja se-Kota Palu gelar >> doa bersama >> <https://www.antaranews.com/berita/1077838/setahun-bencana-sulteng-gereja-gereja-se-kota-palu-gelar-doa-bersama>* >> >> >> Oleh Moh Ridwan/Muhammad Arshandi >> Editor: Zita Meirina >> >> >> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >> 不含病毒。www.avg.com >> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> >> <#m_-4855465457584359318_m_-8419989403589330243_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> >> >> >> >
