*Agaknya ada hasrat dan usaha perebutan kekuasan negara antara elit kaum
neo-Mojopahit, kalau cerita Parmadi bukan hoax. Monggo-monggo, bitte,
plisss silahkan baku sikat, baku hantan, baku itu dan baku ini.hehehehehehe*


http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/8532/permadi_ungkap_agenda_lengserkan_presiden_jokowi


*Permadi Ungkap Agenda Lengserkan Presiden Jokowi*

Sabtu , 28 September 2019 | 23:56


JAKARTA - Politikus senior Partai Gerindra, mengesahkan agenda terbuka
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum pelantikan presiden dan wakil
presiden (wapres) terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Pernyataan yang disampaikan Permadi seusai menggelar pertemuan tertutup
dengan Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus)
Mayjen (Purn) Sunarko hingga Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath di kediaman
pribadi Permadi di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2019).

"Sebelum pelantikan targetnya [turunkan Jokowi], pokoknya sebelum
pelantikan [presiden]," kata Permadi.

Saat berbicara, Permadi tidak didampingi, Sunarko dan Al Khaththath.

Permadi menyatakan tengah menyusun langkah bersama para purnawirawan
jenderal TNI yang ikut Segenap elemen 212. Permadi menyebut, agar tujuan
berhasil, ia telah membagi-bagi tugas yang diperuntukkan, Sunarko hingga Al
Khathath untuk menggerakkan kekuatan orang lain.

"Kita bagi pekerjaan. Jika harus melangkah kita tetap, kita juga harus
menyelesaikan habib yang meminta 212 ikut bersama dalam kekuatan orang ini
untuk memperkuat gerakan ini agar berhasil," katanya seperti dikutip
*cnnindonesia.com
<http://cnnindonesia.com>.*

Permadi Menerima Jokowi sudah berkali-kali lipat masyarakat Indonesia jadi
layak untuk diperoleh. Ia menyebut kondisi ekonomi dan sikap Jokowi yang
kerap ingkar mengundang menjadi alasan mantan wali kota Solo itu mesti
diturunkan. "Menipu tidak akan mengangkat Ketum Golkar jadi menteri.
Katanya tak boleh merangkap, nyatanya merangkap terus dan dia telah
memenangkan rakyat Indonesia. Saya indonesia saya Pancasila. Itu yang luar
biasa," katanya.

Selain itu, Permadi turut mendukung para mahasiswa yang berdemonstrasi
menolak berbagai rancangan undang-undang yang diterbitkan ini sangat
kecil. Ia bertolak belakang mendukung peralihan oleh berbagai elemen
masyarakat yang mendukung untuk mengubah sistem pemerintahan dan politik
yang mendukung masyarakat. "Karena paling mendasar adalah sistem perubahan
kembali ke UUD 1945 yang mengubah pemerintahan, dan mengubah yang kita
inginkan seperti revolusi Bung Karno yang melakukan revolusi
multikompleks," dia menambahkan.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta semua pihak yang
menggagalkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil
presiden terpilih pada Pemilu 2019 akan berhadapan dengan TNI.

Menurutnya, pembicaraan itu juga berlaku untuk semua pihak yang melakukan
anarki. "Siapapun yang melakukan tindakan anarkis, inkonstitusional,
cara-cara yang kurang baik, termasuk ingin menggagalkan pelantikan presiden
dan wakil presiden terpilih akan berhadapan dengan TNI," ujar Hadi di Lanud
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/9/2019).

Kirim email ke