Wiranto dan Kurniawan berani mengorbankan pengacau. Mereka pucat tentunya 
karena bekerja lembur utk menumpas "para pengacau". Lebih hebat dari polisi di 
Hong Kong dong dimana demonstrasi di HK tidak berhenti sampai ber-minggu2, he 
he he.
 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 Kelihatan Wiranto dan Kurniawan tambah pucat, mungkin karena tidur tidak 
nyenyak dan makan tak rasa enak, karena  banyak memikir solusi dari masalah 
yang dihadapi. hehehehe

 On Sun, Sep 29, 2019 at 11:45 PM Lusi D. <lusi_d@... mailto:lusi_d@...> wrote:

 
 Politik
 
 Pengamat Minta Jokowi Harus Segera Pecat Wiranto Terkait Kerusuhan
 Massal Banyak Makan Korban 
 
 By admin 
 Posted on September 29, 2019
 
 
 
 Comments
 
 Kumbanews.com –  Beberapa hari ini masyarakat disuguhkan pemberitaan
 perihal kerusuhan yang terjadi di Tanah Air. Dalam kerusuhan tersebut
 tak sedikit warga yang menjadi korban.
 
 Banyak kalangan menilai, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
 Wiranto gagal dalam menjaga stabilitas keamanan di Indonesia lantaran
 banyaknya protes massa hingga berujung pada kericuhan serta tak sedikit
 menelan korban baik materil dan immateril.
 
 Analis politik dari Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah
 menyayangkan insiden penyampaian aspirasi di sejumlah wilayah yang
 menelan korban. Dia menyarankan Jokowi untuk segera memberhentikan
 Menko Polhukam dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dari jabatannya.
 
 “Dengan adanya peserta aksi yang meninggal dunia, bahkan tidak sedikit
 yang terluka, Presiden memiliki cukup alasan untuk memberhentikan Menko
 Polhukam dan juga Kapolri. Baik secara terhormat maupun tidak, karena
 ini soal tanggungjawab yang gagal dijalankan,” ungkap Dedi, Minggu
 (29/9).
 
 Kericuhan yang terjadi saat ini, mencoreng nama baik negara. Indonesia
 yang dikenal ramah dan santun mendadak ditakuti oleh sejumlah negara
 tetangga.
 
 Dedi menilai aparat keamanan gagal dalam menjalankan amanah menjadi
 pengayom dan pelindung masyarakat.
 
 “Kabar duka ini jelas penanda gagalnya aparat kepolisian sebagai
 pengayom sipil, harus ada tindakan hukum secara tegas agar kepercayaan
 publik terhadap polisi kembali terbangun,” jelasnya.
 
 Menurutnya, tindakan represif dari aparat keamanan dalam menghadapi
 puluhan ribu massa yang demonstrasi dianggap sebagai sikap tidak
 profesional.
 
 “Upaya represif jelas bukan ide yang baik, Kapolri harus menegakkan
 sikap profesionalisme kepolisian dalam menghadapi aksi mahasiswa.
 Bagaimanapun mereka adalah warga negara yang sedang menjalankan hak
 konstitusional,” tandasnya. [rm]

 

Kirim email ke