https://seputarpapua.com/view/8655-kksb_masuk_area_kota_bupati_puncak_minta_tambahan_pasukan.html



KKSB Masuk Area Kota, Bupati Puncak Minta Tambahan Pasukan

Senin, 30 Sep 2019 21:05 WIT

*Aparat dengan senjata lengkap berjaga di sepanjang jalan Kota Ilaga,
Kabupaten Puncak. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)*

*ILAGA* | Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) telah memasuki
Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak, Papua, hingga membuat situasi di wilayah
itu mencekam.

Bupati Puncak Willem Wandik meminta penambahan pasukan keamanan di
daerahnya mengingat situasi keamanan semakin genting pasca KKSB masuk area
kota dan membakar rumah warga.

"Mengingat ancaman OPM ini sudah masuk di kota, kami meminta bantuan backup
pasukan kepada Kapolda dan Pangdam," kata Bupati Wandik saat memantau
situasi di Ilaga, Senin (30/9).

Bupati Wandik menyatakan daerahnya dalam situasi genting dari ancaman
penembakan oleh KKSB yang juga telah masuk membakar sedikitnya 10 rumah
penduduk.

"Seluruh masyarakat harus dilindungi, kantor-kantor pemerintahan harus
dijaga dalam situasi seperti ini. OPM ini sudah masuk ke dalam kota dan
membuat warga ketakutan, baik itu non Papua maupun asli Papua," katanya.

Jurnalis Seputarpapua Sevianto Pakiding yang memantau situasi di Ilaga
melaporkan, aktivitas warga maupun kantor-kantor pemerintahan di wilayah
itu lumpuh total. Warga yang ketakutan berdiam diri dalam rumah dan tempat
pengungsian sementara.

"Kami masih kesulitan menayangkan situasi Ilaga secara visual karena
keterbatasan akses internet di Ilaga, untuk mengirim gambar maupun rekaman
video dari lapangan," katanya.

Bupati Wandik menyebut beberapa kelompok bersenjata yang kemungkinan berada
di pinggiran Kota Ilaga saat ini, yaitu pimpinan Lekagak Telenggen, Militer
Murib, dan Penny Murib.

"Tadi (Senin) ada kontak senjata, ini juga baru saja bakar rumah warga.
Mereka ada di sekitar sini (pinggiran kota). Karena itu kami minta pihak
keamanan untuk waspada," katanya.

Sebelumnya, KKSB pimpinan Lekagak Telenggen mengklaim bertanggung jawab
atas penembakan penjaga kios di ujung Bandara Aminggaru, Caharuddin (25),
pada Sabtu (28/9).

Kelompok ini juga diduga kuat yang menembak mati dua tukang ojek di sekitar
jembatan gantung muara, kampung Amunggi, Distrik Ilaga, dua hari
sebelumnya, Kamis (26/9).

Lekagak Telenggen telah mengirim pesan bahwa serangan terhadap tiga warga
sipil yang mereka klaim sebagai mata-mata, dilakukannya sebagai balasan
atas tiga anggota mereka yang ditembak oleh aparat keamanan.



*Reporter: Sevianto PakidingEditor: Misba Latuapo*

Kirim email ke