----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 1 Oktober 2019 09.38.23 GMT+2Judul: 
[GELORA45] Taiwan kecam "kediktatoran" China di bawah pemerintahan komunis
     
 
Taipei (ANTARA) - Pemerintahan Taiwan pada Selasa mengecam "kediktatoran" China 
pada peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat China dengan menyatakan negara 
itu merupakan ancaman kepada perdamaian dan berusaha mencari alasan-alasan 
untuk ekspansi militernya.
 
 Pasukan Nasionalis yang dikalahkan melarikan diri ke Taiwan tahun 1949 setelah 
menderita kekalahan dalam perang saudara dari kaum Komunis. China mengklaim 
Taiwan yang sekarang memiliki sistem demokrasi sebagai wilayahnya, dan tak 
pernah berhenti menyatakan akan menggunakan kekuatan untuk memasukkannya ke 
dalam kendali Beijing.
 
 Presiden Xi Jinping, yang berpidato dalam parade militer besar di Beijing 
untuk menandai pemerintahan Partai Komunis selama 70 tahun, mengatakan China 
akan mendorong pengembangan hubungan damai dengan Taiwan dan "terus berjuang 
bagi reunifikasi penuh ke dalam pangkuan Ibu Pertiwi."
 
 Dewan Urusan Daratan Taiwan, yang menanggapi parade tersebut dan komentar Xi, 
mengatakan Taiwan tidak akan pernah menerima "satu negara, dua sistem", model 
yang diterapkan di Hong Kong dan Makau, yang Beijing lihat sebagai cara terbaik 
untuk merangkul Taiwan.
 
 "Partai Komunis China telah tetap menjalankan kediktatoran dengan satu partai 
selama 70 tahun, sebuah konsep pemerintahan yang melanggar nilai-nilai 
demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia, dan menimbulkan risiko dan 
tantangan bagi pengembangan China Daratan," katanya.
 
 "Teriakannya mengenai perjuangan bagi persatuan, peremajaan besar dan 
unifikasi hanya merupakan alasan bagi ekspansi militer, yang mengancam secara 
serius perdamaian regional dan demokrasi dunia, dan peradaban."
 
 Ditambahkan, Taiwan sudah berazaskan demokrasi selama lebih 30 tahun dan China 
seharusnya menggunakan momen ini untuk bercermin dan mendorong ke arah 
demokrasi.
 
 "Garis kelangsungan hidup dan perkembangan China Daratan tidak terikat pada 
satu orang dan satu partai," kata Dewan itu.
 
 Taiwan tidak akan bisa digertak dengan menerima sikap China, tambahnya.
 
 China telah melakukan tekanan atas Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang berniat 
mencalonkan diri lagi pada Januari, yakin ia ingin mendorong kemerdekaan formal 
pulau itu, sebuah garis merah bagi Beijing.
 
 China juga dibuat marah atas pernyataan-pernyataan dukungan dari Taiwan bagi 
aksi-aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong, yang diperkirakan muncul 
lagi pada Selasa.
 
 "Kami merupakan sebuah negeri yang berprinsip demokrasi dan kebebasan dan akan 
menunjukkan dukungan bagi siapapun di dunia yang memperjuangkan demokrasi dan 
kemerdekaan," kata Tsai kepada wartawan pada Selasa.
 
 "Begitu juga setiap penguasa harus berhati-hati mendengarkan keinginan rakyat 
bagi kebebasan dan dan demokrasi dan menghormati kemauan rakyat."
 
 
 Sumber: Reuters
 
 Baca juga: China daratan tangguhkan kesertaan dalam festival film Taiwan
 Baca juga: Program perjalanan wisatawan China ke Taiwan ditangguhkan
 Baca juga: Setelah Taiwan beli senjata, China adakan pelatihan militer
 Baca juga: Menhan: China akan kerahkan kekuatan bagi "reunifikasi" dengan 
Taiwan 
Penerjemah: Mohamad Anthoni
 Editor: Maria D Andriana
  
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

     

Kirim email ke