Sudah seharusnya Jokowi membubarkan tim penghasutnya. Delapan tahun mereka 
bebas menyebar hoax dan fitnah dengan isu-isu panas (radikalisme, 
anti-Pancasila, teroris, khilafah dsb) demi menutupi kibulan Esemka hingga 
korupsi.
Berhentilah menggaji mereka dengan uang Rakyat untuk memecahbelah Rakyat. 
-

BUZZER SEBAR GRUP WA ANAK STM YANG DIBAYAR UNTUK DEMO, KENYATAANNYA BIKIN NGAKAK
PRIMA SULISTYA 1 OKTOBER 2019MOJOK.CO – Akun yang menyebar skrinsut grup WA 
anak STM menagih bayaran demo adalah @OneMurtadha dan @yusuf_dumdum. Twit 
Murtadha saat ini sudah dihapus.Akun Twitter @OneMurtadha yang dimiliki orang 
yang sama yang punya akun @MurtadhaOne (sedang disuspend Twitter) mencuit 
begini.
TWITTER

Please do your magic

Dicari
Bohir yg janjiin duit buat anak2 STM yg ikut demo
Anak2 itu kini terlunta2 dgn kancut basah gak punya ongkos buat pulang

Ia melampirkan 4 skrinsut grup WhatsApp, yang salah satunya bernama “G30S STM 
ALLBASE”. Grup itu berisi chat-chat seperti:

duit mane nih kampret aus
njir kena tipu tailah
oyy mana duitnya
mana duit anjeng
Kordinator nya anjeng nih

Sedangkan info yang dibagikan @yusuf_dumdum berupa satu skrinsut grup WA 
so-called anak STM. Twit itu masih bisa dibaca karena nggak dihapus pemiliknya.

"Woooii duit mana duit?

Gue jadi gembel nih. #PenumpangGelappic.twitter.com/WBnlLIN5eN

— Dumdum (@yusuf_dumdum) September 30, 2019

Jika kabar ini benar, tentu ini pelemahan besar buat gerakan demonstrasi 
mahasiswa-pelajar-masyarakat prodem yang sedang mengawal UU dan RUU bermasalah. 
Tapi netizen Indonesia tampaknya sudah semakin berpengalaman menghadapi 
info-yang-potensial-hoaks. Mereka kemudian menginvestigasi nomor-nomor ponsel 
yang tampak di skrinsut grup WA itu. Ucapan terima kasih harus kita aturkan 
kepada investigator pelopornya, akun Twitter @thegrimaldy, yang menulis begini:

“Ini buzzer istana gobloknya kebangetan. No di bawah kalau dicek pake 
Truecaller keluar nama plokis semua,” demikian tulisnya sambil melampirkan twit 
Murtadha One yang sudah—sebentar saya ketawa dulu—dihapus itu.

"Ini buzzer istana gobloknya kebangetan. No di bawah kalau dicek pake 
Truecaller keluar nama plokis semua. https://t.co/TeTTY0oHAo

— Grimaldy Sinaga (@thegrimaldy) September 30, 2019

Di barisan reply twit Grimaldy, orang-orang ikut mengecek nomor yang tampak di 
skrinsut grup WA itu. Dan benar sekali, nomor-nomor itu adalah milik polisi.

Hmmmmm@twiermites
ANALISIS ISI MEMBER GRUP ANAK SMK DI WHATSAPP, POLISI DAN BRIMOB NGAKU JADI 
ANAK SMK.
Metode penelitian: aplikasi Get Contact

----------------A THREAD--------------- 
https://twitter.com/OneMurtadha/status/1178644173194313729 …
2.43600.16 - 1 Okt 2019Info dan privasi Iklan Twitter
3.436 orang memperbincangkan tentang ini




Saya yang gaptek sempat ragu, apa iya website truecaller.com ini beneran 
semengerikan itu? Saya mencoba memakai website ini untuk mengecek sejumlah 
nomor yang tak saya simpan di kontak hape maupun email saya, dan benar, website 
ini benar sesakti itu.

Saya juga makin percaya nomor-nomor tersebut milik polisi karena netizen di 
Twitter mencari akun LINE berbasis nomor hape tersebut. Ya hasilnya begitu itu, 
keluar hasil akun-akun LINE dengan foto orang berseragam polisi.

Kini twit Murtadha One itu sudah dihapus. Maaf, saking ngakaknya, saya merasa 
perlu mengulang-ulang informasi ini. Tapi apalah arti menghapus twit itu kalau 
netizen Indonesia, yang sekali lagi, tampaknya sudah makin biasa menghadapi 
info-berpotensi-hoaks, telah sigap meng-capture twit Murtadha yang hoaks itu 
(saya pilih menyebutnya hoaks sampai Murtadha bisa membuktikan sebaliknya).

Agus Mulyadi@AgusMagelangan
Salah satu komentar paling lucu terkait analisis grup WA anak STM yang ternyata 
ketika dicek nomor-nomornya adalah milik polisi. 

"Secara naluriah, anak STM memang berani tawur, tapi secara naluriah juga, 
mereka tidak akan pernah berani pakai nomor Telkomsel."
12 rb09.35 - 1 Okt 2019Info dan privasi Iklan Twitter
10,7 rb orang memperbincangkan tentang ini


Selain menemukan bahwa twit grup WA anak STM itu ternyata isinya polisi, juga 
didapati akun Twitter @SetiapHariGA membuat giveaway guna menaikkan tagar 
#MahasiswaPelajarAnarkis di trending topic Twitter. Akun tersebut kini juga 
sedang di-suspend Twitter.

Zen RS@zenrs
Ratusan video sudah cukup utk "pertarungan uji informasi" soal kekerasan aparat 
vs kekerasan demonstran. Konteks tiap video akan terbuka lewat partisipasi 
kesaksian tiap orang.

Fabrikasi informasi bikin arena jd cemar. Kesaksian otentik warga, yg pro or 
kontra, dg sadar digilas
2.01201.01 - 1 Okt 2019Info dan privasi Iklan Twitter
3.035 orang memperbincangkan tentang ini




Sampai saya menuliskan ini, Murtadha One belum mengetwit apa-apa lagi. Semoga 
waktu jeda tidak ngetwit ini ia jadikan sebagai momen merenung agar kelak tidak 
bikin hoaks lagi. Tapi harapan itu saya kira agak sulit terkabul sih, mengingat 
kompatriot Murtadha, Om-Hoaks-Ambulans itu, masih kukuh nggak mau minta maaf 
terkait hoaks yang ia sebarkan. Soalnya di FB, Denny Siregar masih bilang, 
“Yang wajib minta maaf ya polisi. Bukan media-media termasuk media sosial. Kita 
kan memberitakan apa adanya, sesuai laporan di lapangan.” (((Kita))) dia bilang.

Kalau kemudian polisi mendiamkan kelakukan Denny Siregar dan Murtadha One yang 
menyebar twit hoaks -> ketahuan bohong -> menghapus twit -> merasa dunia mereka 
tetap baik-baik saja, polisi akan semakin dipandang buruk oleh masyarakat. 
Orang akan bertanya-tanya dan bikin spekulasi sendiri, kenapa perlakukan polisi 
tebang pilih. Sebab, jika ngetwit dianggap sebagai “hanya”, toh Dandhy Dwi 
Laksono dan Veronica Koman juga cuma ngetwit. Dan Anda mestinya sudah tahu 
sendiri, bagaimana perlakukan polisi kepada mereka.

Sekarang, bagaimana tindakan polisi terhadap ulah penyebar hoaks di media 
sosial ini, akan dipantau netizen. 

Sejauh ini sih sikap mereka adalah…

kumparan✔@kumparan
Polisi membantah merekayasa percakapan WA anak STM. 
https://kumparan.com/@kumparannews/polri-ancam-pihak-yang-tuding-polisi-sebar-hoaks-wa-anak-stm-1ry9iZ69UFa?utm_medium=post&utm_source=Twitter&utm_campaign=int
 …

Polri Ancam Pihak yang Tuding Polisi Sebar Hoaks WA Anak STM

Polisi membantah merekayasa percakapan WA anak STM.
kumparan.com1.15610.41 - 1 Okt 2019Info dan privasi Iklan Twitter
1.843 orang memperbincangkan tentang ini









Kirim email ke