Ini orang-oarang yang berpikiran TERBALIK, membenarkan ANARKISME tanpa pedulikan HUKUM yang berlaku! HUKUM boleh saja diinjak-injak, diterjang demi perjuangkan "hari depan" mereka yang lebih baik, ...! Jangan lebih dahulu salahkan POLISI kenapa menembak, tapi salahkan pendemo kekerasan yg menyerang POLISI!

Sungguh sudah menjadi orang-orang yang kemasukan SETAAAAN, selama lebih 3 bulan ini tidak henti2nya bahkan makin meningkat melakukan aksi kekerasan, pengrusakan dan baku-hantam antar warga dan khususnya dengan polisi yg bertugas menertibkan keamanan masyarakat! Puncaknya 1 Oktober kemarin, ... pengrusakan tidak hanya di belasan stasiun MTR, tapi juga kantor Pemerintah Daerah, Bank Of China, Travel Biro China dan beberapa toko, restauran milik perseorangan, dan, ... polisi menembakkan 5X peluru tajam ketas sb peringatan dan 1X diarahkan keorang dan kena telak didada sebelah kiri anak sekolah usia 18 tahun! Masih beruntung tidak tertembak MATI, ...! Membuktikan kesantunan polisi HK, ... selama l;ebih 3 bulan aksi teror kerusuhan berlangsung, baru kemarin ini menembakkan peluru tajam kearah perusuh! Lalu, ... siapa yang harus DIMARAHI???

BUKAN saja harus diMARAHI, tapi juga dikutuk dan dijebloskan dalam PENJARA seberat-beratnya adalah DALANG KERUSUHAN TEROR ini! Dalang dibalik kerusuhan teror yg bertujuan politik, gulingkan pem. HK yg sah sekarang inilah yg berhasil gerakkan pemuda-HK, khususnya anak-anak sekolah untuk turun kejalan tidak hanya tanpa pedulikan melanggar HUKUM tapi juga melakukan kekerasan teror selama lebih 3 bulan ini! Kepala sekolah dan guru klas anak muda yg tertembak itu yang harus diusut mengapa membiarkan murid sekolah terlibat aksi demo kekerasan teror 1 Oktober, yg bertujuan kalap, mati-matian menghajar POLISI itu! Ada yang menyatakan sekolah HCY/Tsuen Wan, dimana murid tertembak itu sekolah, termasuk sekolah yg aktif melancarkan aksi mendokung demo-kerusuhan sejak bulan Juni yl, dan terakhir juga melibatkan murid sekolah untuk mogok belajar, ... Jadi, TIDAK SALAH kalau kepala sekolah dan guru klas murid tertembak ini dimintai pertanggungjawaban! Sedang murid yg tertembak tentu harus kena sanksi HUKUM, tidak bisa meneruskan sekolah dan dijebloskan dalam PENJARA entah berapa tahun dengan aksi teror menyerang polisi!

Salam,

ChanCT


2019/10/02 18:50:37 WIB


 Marah Atas Penembakan Demonstran Pelajar,


 Warga Hong Kong Turun ke Jalan

Novi Christiastuti - detikNews

/Halaman 1 dari 3/

Marah Atas Penembakan Demonstran Pelajar, Warga Hong Kong Turun ke JalanWarga Hong Kong yang kebanyakan pekerja kantoran turun ke jalanan sebagai solidaritas untuk demonstran pelajar yang ditembak polisi (REUTERS/Tyrone Siu)

*Hong Kong* - Ratusan warga *Hong Kong* <https://www.detik.com/tag/hong-kong> melakukan aksi long-march secara spontan pada Rabu (2/10) waktu setempat, saat kemarahan publik memuncak atas penembakan seorang demonstran pelajar oleh polisi sehari sebelumnya. Banyak pekerja kantoran yang ikut serta dalam aksi ini.

Seperti dilansir /AFP/, Rabu (2/10/2019), kerumunan besar warga Hong Kong berkumpul di salah satu taman setempat dan melakukan long-march ke distrik komersial pada Rabu (2/10) siang waktu setempat. Kebanyakan dari mereka merupakan pekerja kantoran yang memakai kemeja rapi dan setelan jas. Dalam aksi ini, massa meneriakkan slogan antipolisi dan antipemerintah.

Aksi long-march ini digelar di tengah kemarahan publik pada Kepolisian Hong Kong, yang salah satu personelnya menembak seorang demonstran dengan peluru tajam, dari jarak dekat, pada Selasa (2/10) waktu setempat. Demonstran yang berusia 18 tahun dan masih berstatus pelajar itu ditembak saat menyerang polisi dengan tongkat logam. Demonstran bernama Tsang Chi-kin itu dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun kini kondisinya stabil.

*Baca juga: **Tembak Demonstran Pelajar di Dada, Polisi Hong Kong Membela Diri* <https://news.detik.com/read/2019/10/02/131140/4730528/1148/tembak-demonstran-pelajar-di-dada-polisi-hong-kong-membela-diri>


Sebelumnya ratusan siswa, kebanyakan teman satu sekolah Tsang, menggelar aksi sit-in di luar sekolah Tsang yang ada di distrik Tsuen Wan. Aksi itu dimaksudkan untuk memprotes respons keras polisi terhadap para *demonstran antipemerintah* <https://www.detik.com/tag/demonstran-hong-kong>.

Salah satu pekerja kantoran yang ikut aksi ini, Kathy Chau (26), mengaku dirinya memutuskan ikut bergabung saat sedang istirahat makan siang, meskipun perusahaan tempatnya bekerja melarang dia ikut unjuk rasa. Chau diketahui bekerja pada sebuah perusahaan finansial multinasional.

"Melakukan hal yang benar jauh lebih penting bagi saya daripada mengkhawatirkan soal apa yang dipikirkan bos atau kolega saya," ucap Chau seperti dilansir media lokal /South China Morning Post/ (SCMP).

Banyak pekerja kantoran dengan kemeja dan setelan jas yang ikut turun ke jalananBanyak pekerja kantoran dengan kemeja dan setelan jas yang ikut turun ke jalanan Foto: REUTERS/Tyrone Siu

Disebutkan Chau bahwa fakta adanya seorang pelajar yang ditembak polisi dengan peluru bersarang hanya beberapa centimeter dari jantungnya, membuat dirinya ingin ikut aksi solidaritas ini. "Kita melihat semakin meluasnya penyalahgunaan wewenang oleh polisi dalam beberapa bulan terakhir," sebutnya.

Seorang warga Hong Kong lainnya yang ikut aksi ini, Chan, mengaku ikut serta karena peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober kemarin. "Demonstran mengerahkan begitu banyak cara untuk berunjuk rasa secara damai, tapi masih tidak mendapatkan respons yang pantas dari pemerintah. Itulah mengapa kita mengambil tindakan. Saya pikir memblokir jalanan merupakan metode unjuk rasa yang lebih damai," ujarnya.

*Baca juga: **Teman Satu Sekolah Ditembak Polisi, Ratusan Siswa Hong Kong Gelar Protes* <https://news.detik.com/read/2019/10/02/140050/4730688/1148/teman-satu-sekolah-ditembak-polisi-ratusan-siswa-hong-kong-gelar-protes>


Pada Rabu (2/10) sore waktu setempat, kerumunan massa menyanyikan mars unjuk rasa, /Glory to Hong Kong/, di Admiralty Centre -- area kompleks perkantoran dan perbelanjaan di atas stasiun MTR (/Mass Transit Railway/) Admiralty. Beberapa menit kemudian, mereka membubarkan diri setelah mengurungkan niat untuk bergerak ke markas pusat Kepolisian Hong Kong yang berjarak 1 kilometer dari lokasi.

Unjuk rasa yang berujung bentrok pada Selasa (1/10) waktu setempat, digelar saat *China* <https://www.detik.com/tag/china> daratan sedang memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China. Unjuk rasa pada 1 Oktober itu tercatat sebagai yang paling parah dengan sekitar 269 demonstran yang berusia 12-71 tahun ditangkap.

Dalam sehari, polisi menembakkan 1.400 tabung gas air mata, 900 peluru karet, 230 /sponge rounds/, 190 /bean bag rounds/ dan 6 peluru tajam sebagai tembakan peringatan. Untuk perbandingan, polisi tercatat menembakkan 1.000 tabung gas air mata dalam dua bulan pertama unjuk rasa sejak Juni lalu.

Otoritas rumah sakit setempat menyebut lebih dari 70 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Dari pihak kepolisian dilaporkan 30 personel luka-luka, dengan beberapa di antaranya terkena air keras yang dilemparkan demonstran ke arah mereka. Air keras itu juga turut melukai beberapa jurnalis.

*Baca juga: **Detik-detik Polisi Hong Kong Tembak pedemo* <https://tv.detik.com/readvideo/2019/10/02/123315/191002029/160106442/detik-detik-polisi-hong-kong-tembak-pedemo>


Unjuk rasa di Hong Kong yang awalnya memprotes *rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi* <https://www.detik.com/tag/ruu-ekstradisi-hong-kong> -- yang mengatur ekstradisi tersangka ke China daratan, meluas menjadi unjuk rasa menyerukan reformasi demokrasi dan menuntut pertanggungjawaban polisi. Dengan pemimpin Hong Kong, *Carrie Lam* <https://www.detik.com/tag/carrie-lam>, tak mampu mencari solusi politik, personel kepolisian harus menghadapi aksi para demonstran yang semakin lama semakin anarkis.

Sentimen semakin keras di semua pihak. Demonstran dan warga setempat menyebut polisi bagaikan 'preman', sedangkan polisi menyebut demonstran sebagai 'perusuh'. Tuntutan utama demonstran saat ini adalah penyelidikan independen terhadap taktik polisi dalam menangani unjuk rasa, mengampuni demonstran yang ditangkap dan memiliki hak pilih universal. Otoritas China daratan dan Lam telah menyatakan tidak bersedia memenuhi tuntutan itu.


*(nvc/fdn)*

//



--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke