----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 3 Oktober 2019 03.21.22 GMT+2Judul: 
[GELORA45] Marah Atas Penembakan Demonstran Pelajar, Warga Hong Kong Turun ke 
Jalan
     
 

Ini orang-oarang yang berpikiran TERBALIK, membenarkan ANARKISME tanpa 
pedulikan HUKUM yang berlaku! HUKUM boleh saja diinjak-injak, diterjang demi 
perjuangkan "hari depan" mereka yang lebih baik, ...! Jangan lebih dahulu 
salahkan POLISI kenapa menembak, tapi salahkan pendemo kekerasan yg menyerang 
POLISI!
 
 Sungguh sudah menjadi orang-orang yang kemasukan SETAAAAN, selama lebih 3 
bulan ini tidak henti2nya bahkan makin meningkat melakukan aksi kekerasan, 
pengrusakan dan baku-hantam antar warga dan khususnya dengan polisi yg bertugas 
menertibkan keamanan masyarakat! Puncaknya 1 Oktober kemarin, ... pengrusakan 
tidak hanya di belasan stasiun MTR, tapi juga kantor Pemerintah Daerah, Bank Of 
China, Travel Biro China dan beberapa toko, restauran milik perseorangan, dan, 
... polisi menembakkan 5X peluru tajam ketas sb peringatan dan 1X diarahkan 
keorang dan kena telak didada sebelah kiri anak sekolah usia 18 tahun! Masih 
beruntung tidak tertembak MATI, ...! Membuktikan kesantunan polisi HK, ... 
selama l;ebih 3 bulan aksi teror kerusuhan berlangsung, baru kemarin ini 
menembakkan peluru tajam kearah  perusuh! Lalu, ... siapa yang harus DIMARAHI???
 
BUKAN saja harus diMARAHI, tapi juga dikutuk dan dijebloskan dalam PENJARA 
seberat-beratnya adalah DALANG KERUSUHAN TEROR ini! Dalang dibalik kerusuhan 
teror yg bertujuan politik, gulingkan pem. HK yg sah sekarang inilah yg 
berhasil gerakkan pemuda-HK, khususnya anak-anak sekolah untuk turun kejalan 
tidak hanya tanpa pedulikan melanggar HUKUM tapi juga melakukan kekerasan teror 
selama lebih 3 bulan ini! Kepala sekolah dan guru klas anak muda yg tertembak 
itu yang harus diusut mengapa membiarkan murid sekolah terlibat aksi demo 
kekerasan teror 1 Oktober, yg bertujuan kalap, mati-matian menghajar POLISI 
itu! Ada yang menyatakan sekolah HCY/Tsuen Wan, dimana murid tertembak itu 
sekolah, termasuk sekolah yg aktif melancarkan aksi mendokung demo-kerusuhan 
sejak bulan Juni yl, dan terakhir juga melibatkan murid sekolah untuk mogok 
belajar, ... Jadi, TIDAK SALAH kalau kepala sekolah dan guru klas murid 
tertembak ini dimintai pertanggungjawaban! Sedang murid yg tertembak tentu 
harus kena sanksi HUKUM, tidak bisa meneruskan sekolah dan dijebloskan dalam 
PENJARA entah berapa tahun dengan aksi teror menyerang polisi!
 
 
Salam,
 
ChanCT
 
 

 
 
2019/10/02 18:50:37 WIB
 
Marah Atas Penembakan Demonstran Pelajar, 
 
Warga Hong Kong Turun ke Jalan
 
Novi Christiastuti - detikNews
 
Halaman 1 dari 3
 
 Warga Hong Kong yang kebanyakan pekerja kantoran turun ke jalanan sebagai 
solidaritas untuk demonstran pelajar yang ditembak polisi (REUTERS/Tyrone Siu)
 
Hong Kong - Ratusan warga Hong Kong melakukan aksi long-march secara spontan 
pada Rabu (2/10) waktu setempat, saat kemarahan publik memuncak atas penembakan 
seorang demonstran pelajar oleh polisi sehari sebelumnya. Banyak pekerja 
kantoran yang ikut serta dalam aksi ini.
 
 Seperti dilansir AFP, Rabu (2/10/2019), kerumunan besar warga Hong Kong 
berkumpul di salah satu taman setempat dan melakukan long-march ke distrik 
komersial pada Rabu (2/10) siang waktu setempat. Kebanyakan dari mereka 
merupakan pekerja kantoran yang memakai kemeja rapi dan setelan jas. Dalam aksi 
ini, massa meneriakkan slogan antipolisi dan antipemerintah.
 
 Aksi long-march ini digelar di tengah kemarahan publik pada Kepolisian Hong 
Kong, yang salah satu personelnya menembak seorang demonstran dengan peluru 
tajam, dari jarak dekat, pada Selasa (2/10) waktu setempat. Demonstran yang 
berusia 18 tahun dan masih berstatus pelajar itu ditembak saat menyerang polisi 
dengan tongkat logam. Demonstran bernama Tsang Chi-kin itu dilarikan ke rumah 
sakit dalam kondisi kritis, namun kini kondisinya stabil.
 
|  
 Baca juga: Tembak Demonstran Pelajar di Dada, Polisi Hong Kong Membela Diri
  |

 

 Sebelumnya ratusan siswa, kebanyakan teman satu sekolah Tsang, menggelar aksi 
sit-in di luar sekolah Tsang yang ada di distrik Tsuen Wan. Aksi itu 
dimaksudkan untuk memprotes respons keras polisi terhadap para demonstran 
antipemerintah.
 
 Salah satu pekerja kantoran yang ikut aksi ini, Kathy Chau (26), mengaku 
dirinya memutuskan ikut bergabung saat sedang istirahat makan siang, meskipun 
perusahaan tempatnya bekerja melarang dia ikut unjuk rasa. Chau diketahui 
bekerja pada sebuah perusahaan finansial multinasional.
 
 "Melakukan hal yang benar jauh lebih penting bagi saya daripada 
mengkhawatirkan soal apa yang dipikirkan bos atau kolega saya," ucap Chau 
seperti dilansir media lokal South China Morning Post (SCMP).
  
|  
 Banyak pekerja kantoran dengan kemeja dan setelan jas yang ikut turun ke 
jalanan Foto: REUTERS/Tyrone Siu
  |

  
Disebutkan Chau bahwa fakta adanya seorang pelajar yang ditembak polisi dengan 
peluru bersarang hanya beberapa centimeter dari jantungnya, membuat dirinya 
ingin ikut aksi solidaritas ini. "Kita melihat semakin meluasnya penyalahgunaan 
wewenang oleh polisi dalam beberapa bulan terakhir," sebutnya.
 
 Seorang warga Hong Kong lainnya yang ikut aksi ini, Chan, mengaku ikut serta 
karena peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober kemarin. "Demonstran mengerahkan 
begitu banyak cara untuk berunjuk rasa secara damai, tapi masih tidak 
mendapatkan respons yang pantas dari pemerintah. Itulah mengapa kita mengambil 
tindakan. Saya pikir memblokir jalanan merupakan metode unjuk rasa yang lebih 
damai," ujarnya.
 
 
 
|  
Baca juga: Teman Satu Sekolah Ditembak Polisi, Ratusan Siswa Hong Kong Gelar 
Protes
  |

 

 Pada Rabu (2/10) sore waktu setempat, kerumunan massa menyanyikan mars unjuk 
rasa, Glory to Hong Kong, di Admiralty Centre -- area kompleks perkantoran dan 
perbelanjaan di atas stasiun MTR (Mass Transit Railway) Admiralty. Beberapa 
menit kemudian, mereka membubarkan diri setelah mengurungkan niat untuk 
bergerak ke markas pusat Kepolisian Hong Kong yang berjarak 1 kilometer dari 
lokasi.
 
 Unjuk rasa yang berujung bentrok pada Selasa (1/10) waktu setempat, digelar 
saat China daratan sedang memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat 
China. Unjuk rasa pada 1 Oktober itu tercatat sebagai yang paling parah dengan 
sekitar 269 demonstran yang berusia 12-71 tahun ditangkap.
 
 
 
Dalam sehari, polisi menembakkan 1.400 tabung gas air mata, 900 peluru karet, 
230 sponge rounds, 190 bean bag rounds dan 6 peluru tajam sebagai tembakan 
peringatan. Untuk perbandingan, polisi tercatat menembakkan 1.000 tabung gas 
air mata dalam dua bulan pertama  unjuk rasa sejak Juni lalu.
 
 Otoritas rumah sakit setempat menyebut lebih dari 70 orang luka-luka dan 
dilarikan ke rumah sakit. Dari pihak kepolisian dilaporkan 30  personel 
luka-luka, dengan beberapa di antaranya terkena air keras yang dilemparkan 
demonstran ke arah mereka. Air keras itu juga turut melukai beberapa jurnalis.
 
 
 
|  
Baca juga: Detik-detik Polisi Hong Kong Tembak pedemo
  |

 

 Unjuk rasa di Hong Kong yang awalnya memprotes rancangan undang-undang (RUU) 
ekstradisi -- yang mengatur ekstradisi tersangka ke China daratan, meluas 
menjadi unjuk rasa menyerukan reformasi demokrasi dan menuntut 
pertanggungjawaban polisi. Dengan pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, tak mampu 
mencari solusi politik, personel kepolisian harus menghadapi aksi para 
demonstran yang semakin lama semakin anarkis.
 
 Sentimen semakin keras di semua pihak. Demonstran dan warga setempat menyebut 
polisi bagaikan 'preman', sedangkan polisi menyebut demonstran sebagai 
'perusuh'. Tuntutan utama demonstran saat ini adalah penyelidikan independen 
terhadap taktik polisi dalam menangani unjuk rasa, mengampuni demonstran yang 
ditangkap dan memiliki hak pilih universal. Otoritas China daratan dan Lam 
telah menyatakan tidak bersedia  memenuhi tuntutan itu.
 
 
 (nvc/fdn)
  
  
 
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

     

Kirim email ke