Pertanyaannya salah. Harusnya: "kenapa orang protes sampai semarah ini?"
Ya, saya sering bilang Jokowi ngibul. Karena faktanya dia memang begitu. Tapi
yang bilang Jokowi goblok, penipu dsb. itu Anda. Dan, itu fakta.
Anda menuduh saya dalang kerusuhan? Hahaha! Anda ini hybrid Wiranto-Karnavian
yang panik lantaran penyusupan buzzer-buzzer istana di medsos terbongkar. Lalu
asal jeplak untuk mengalihkan perhatian dari beredarnya banyak video dan
rekaman cctv yang menangkap kebrutalan polisi merusak apa pun yang ada di
depannya (warung, mobil, motor, manusia).
Rapopo. Biasa kok orang panik biasa asal jeplak sampai memfitnah.
--- SADAR@... wrote:
MEMANGNYA siapa yang MARAH sampai bikin KEKERASAN, KERUSUHAN, PENGRUSAKAN dan
PEMUKULAN, ...??? Demo mahasiswa atau penumpang gelap??? Pihak BEM jelas dan
tegas-tegas tujuan mereka turun kejalan mengajukan pendapat/pemikiiran secara
DAMAI dan baik-baik2, TIDAK ADA AGENDA kekerasan! Juga TIDAK ada TUJUAN politik
menggagalkan pelantikan Jokowi apalagi usaha menggantikan Jokowi!
Bung beserta DALANG kerusuhan kali inilah yang sangat, sangat KEJAM sekali!
Mendompleng maksud jahat dibalik aksi demo mahasiswa! Bung boleh-boleh saja
punya pendapat terhadap Jokowi yg bung bilang goblok, penipu dsb., ... bahkan
hendak gagalkan pelantikan Jokowi Presiden periode ke-2 nanti 20 Oktober, TAPI,
lancarkanlah Gerakkan bung itu dengan gunakan massa pendukung sendiri, ...
jangan dompleng dibalik aksi BEM yang polos itu, apalagi nyeret anak-anak
sekolah dibawah umur!
ajeg 於 3/10/2019 13:11 寫道:
Apa yang mau diperdebatkan?
Saya sudah bilang tidak ada alasan orang untuk protes sampai semarah ini
kalau pemerintah bekerja dengan benar, tapi tidak Anda tanggapi. Kejam! 😅
Saya sudah kasih tahu bahwa Jokowi berkali-kali perintahkan polisi untuk
tidak represif, tapi polisi seperti Anda tidak peduli perintah Jokowi.
Kejaaaam...! 😆 😆
--- SADAR@... wrote:
Siapa yang KEJAAAAM, Tidak manusiawi??? Mari kita perdebatkan, ...
Disini JELAS Polisi menjalankan TUGAS, yang tidak bisa ditolak, menjaga
KETERTIBAN dan KEAMANAN masyarakat! Pada saat ada aksi turun kejalan dan
melakukan kekerasan, kerusuhan TENTU SAJA harus ditindak! Pada saat perusuh
melakukan perlawanan, tidak nurut saat ditangkap, tentu saja kekerasan harus
dilakukan! Siapa yang SALAH dan KEJAM?
Pendemo yg jalankan kerusuhan, teror, pengrusakan, pembakaran dan pemukulan,
... itulah yg KEJAAAM dan tidak manusiawi! Sekalipun mereka merusak harta
milik negara, itu kan juga milik rakyat juga, sungguh sangat tidak manusiawi
kalau gedung DPR boleh dihancurkan, jalan-jalan diblokir seenak udelnya, ...
adalah tugas polisi mencegah dan melindungi ketertiban dan keamanan masyarakat!
Pendapat dan perjuangkan idealisme yg dianggap baik dan indah tentu boleh-boleh
saja, ... tapi lakukanlah dengan baik-baik. Jangan hidup dalam mimpi,
mengharapkan sesuatu yg indah dalam bayangan, lalu lebih dahulu mendobrak,
merusak hancurkan yang sudah ada sekalipun tidak sebaik dan seindah dalam
mimpinya itu! Lakukan dan perjuangkanlah secara baik-baik, ... dengan
perhitungkan kekuatan lawan dan kekuatan diri sendiri. Jangan main seruduk
secara serampangan, yg berakibat merusak dan jatuh korban yang tidak
diperlukan!
Orang-orang yang berjuang secara serampangan dengan main seruduk itulah yang
KEJAAAM dan sangat, sangat TIDAK MANUSIAWI! Dan akan GAGAL TOTAL, apa yang
dimimpikan tinggal dalam mimpi saja, ...
ajeg 於 2/10/2019 23:46 寫道:
Berarti Anda kejam. Tidak berperikemanusiaan. Senang-senang saja melihat
seorang anak sekolah dikeroyok segerombolan polisi. Anda sama saja atau malah
melebihi Orba.
Kalau pemerintah bekerja dengan benar, sekurangnya menjamin harga kebutuhan
terjangkau, tidak ada alasan orang untuk protes sehingga marah begini.
Cilakanya, pemerintahan neo-Orba ini justru semakin memanjakan koruptor.
--- SADAR@... wrote:
Polisi, polisi itu juga manusia biasa saja, ... disaat menghadapi
perusuh-perusuh bisa saja jadi jengkel, tidak sabaran bahkan marah pada
aksi-aksi demo kekerasan itu! Jadi melampiaskan kejengkelan dan kemarahannya
pda pendemo yg tertangkap, ... itu yg terlihat di video yg bung kirim.
Biadaab? Nggak jugalah, itu kan cuma memukuli, menjotos dan menendang saja dan
tidak sampai berdarah-darah apalagi luka parah! Tentu saya pun TIDAK benarkan
cara kekerasan begitu, apalagi kalau yg dipukuli anak-anak sekolah masih
dibawah umur! TIDAK PERLU begitu dan harus diadukan untuk juga di kenai sansi
HUKUM, ... Yang juga perlu diusut, adalah kepala sekolah dan guru dimana anak
sekolah itu, dimintai tanggungjawab, kenapa muridnya dibiarkan turun kejalan
lakukan aksi kekerasan!
Hanya saja, jangan dibalik menjadi tuduhan polisi yg jalankan tugas
penertiban/kemanan itu BIAADAAAB didahulukan pengusutannya, sedang tindak aksi
demo-kerusuhan dibiarkan menjadi-jadi! Bagaimanapun juga tugas dan kewajiban
polisi mempertahankan ketertiban dan keamanan masyarakat, menindak TEGAS
setiap pelanggar HUKUM, menindak aksi-aksi demo-kekerasan yg merusak, membakar
harta masyarakat, ...
ajeg 於 2/10/2019 17:46 寫道:
Sudah lihat perlakuan polisi terhadap demonstran? Salahsatu pengeroyokan saya
lampirkan videonya di bawah (yang ini thd seorang anak STM)..
Itu pertama. Kedua, lagi-lagi terbongkar keterlibatan anggota Polri sebagai
buzzer di medsos. Kali ini mereka menyusup sebagai anak-anak STM yang saling
menyalahkan lalu dialihkan "teman-temannya" untuk menyerang mahasiswa.
Ketiga, pengeroyokan dalam video lampiran tsb. terjadi tanggal 30/9 malam.
Padahal, pagi harinya Jokowi untuk kesekiankali mengulang perintah ke kapolri
agar tidak represif. Faktanya, polisi tidak peduli. Apa ini tidak biadab
menurut sudut pandang Anda (terhadap Jokowi, yang perintahnya dianggap angin
lalu terus).
Soal polisi HK, saya tidak tahu apa penguasa di sana sudah memerintahkan
polisi untuk tidak biadab.
--- SADAR@... wrote:
Biadaaaab??? Dari sudut pandang mana bung melihatnya, dan bisa menuduh polisi
biadab?Ada perbedaan mencolok antara demo HK dan Jkt, nampaknya polisi RI
lebih agresif dan tegas dibanding polisi HK dalam menindas aksi-demo! Polisi HK
yg BEGITU SANTUUUN saja juga dituduh kejam, biadab dalam menindas aksi demo!
Lalu, bagaimana polisi harus menundukkan aksi kekerasan massa dan
mempertahankan ketertiban dan kemanan masyarakat??? Sedikit saja kekerasan
berlebih sudah dituduh biaadaaab dan menuntut bentuk komisi independen
mengusut tindak berlebih polisi! Apa jadinya kalau membalik masalah begitu???!!!
Orang-orang yg TIDAK mau melihat masalah utamanya darimana muncul kekerasan
itu! TANPA melihat kenyataan, POLISI tidak perlu turun menertibkan keamanan,
kalau saja aksi demo damai-damai saja, hanya berorasi dan berteriak-teriak
sekeras-kerasnya, tidak ada kekerasan, pengrusakan, pemukulan, ... yg
dilakukan! KEKERASAN polisi itu terjadi sesuai dengan tingkat kekerasan
aksi-demo itu! Untuk menundukkan kekerasan demo yg terjadi tentu saja polisi
harus keluarkan lebih keras! Tanpa tindak polisi lebih keras, bagaimana bisa
menekan kekerasan demo yang terjadi??? Begitu juga saat polisi menangkap
perusuh, polisi HARUS gunakan kekerasan untuk menundukkan, makin keras
melawan/meronta makin keras polisi lakukan! Kecuali perusuh nurut tidak melawan
untuk diborgol, ...!
Dan, ... jangan gunakan satu-dua kasus yg terjadi untuk menuduh dan menekan
kekerasan yg dilakukan polisi yg bertugas mempertahankan ketertiban dan
keamanan masyarakat! Adukan saja kasus pemukulan berlebih yg tidak seharusnya
dilakukan itu pada komisi independen Pengaduan Polisi untuk diusut lebih
lanjut. Jalankan dan berlakukan saja HUKUM sebaik-baiknya, tindak TEGAS
Pelanggar HUKUM siapapun dia! Pendemo yg melakukan kekerasan/pengrusakan dan
melanggar lebih dahulu harus diTINDAK HUKUM, begitu juga polisi dalam
melaksanakan tugas penertiban yg dianggap telah melanggar HUKUM juga ditindak
sesuai HUKUM yg berlaku! Hanya saja, penelitian, pengusutan terhadap
tindak-tanduk polisi (perseorangan) yg dianggap melakukan kekerasan berlebih
dilangsungkan selesai ketertiban dan keamanan masyarakat kembali kondusif dan
tidak diusut saat kerusuhan masih berlangsung, ...! Biarlah masyarakat kembali
TERTIB dan AMAN dahulu, ...tidak lagi terjadi kerusuhan!
ajeg 於 1/10/2019 23:48 寫道:
https://youtube.com/embed/1YxJplkiekA
Cuma satu orang anak, pak. Sendirian. Kenapa dipukuli dan harus dikeroyok?!
(menit 2:05)
https://youtube.com/embed/oDKhJVN3i_I
Menurut kabar, pengeroyokan ini terjadi tanggal 30 September 2019 malam di
sebuah pom bensin pejompongan. Artinya, setelah Jokowi perintahkan polisi untuk
tidak represif terhadap mahasiswa-pelajar-demonstran. Faktanya?
#yiv7380995677 #yiv7380995677 -- #yiv7380995677ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-mkp #yiv7380995677hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mkp #yiv7380995677ads
{margin-bottom:10px;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mkp .yiv7380995677ad
{padding:0 0;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mkp .yiv7380995677ad p
{margin:0;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mkp .yiv7380995677ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-sponsor
#yiv7380995677ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-sponsor #yiv7380995677ygrp-lc #yiv7380995677hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-sponsor #yiv7380995677ygrp-lc .yiv7380995677ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7380995677 #yiv7380995677actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7380995677
#yiv7380995677activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7380995677
#yiv7380995677activity span {font-weight:700;}#yiv7380995677
#yiv7380995677activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv7380995677 #yiv7380995677activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7380995677 #yiv7380995677activity span
span {color:#ff7900;}#yiv7380995677 #yiv7380995677activity span
.yiv7380995677underline {text-decoration:underline;}#yiv7380995677
.yiv7380995677attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv7380995677 .yiv7380995677attach div a
{text-decoration:none;}#yiv7380995677 .yiv7380995677attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7380995677 .yiv7380995677attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7380995677 .yiv7380995677attach label a
{text-decoration:none;}#yiv7380995677 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv7380995677 .yiv7380995677bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7380995677
.yiv7380995677bold a {text-decoration:none;}#yiv7380995677 dd.yiv7380995677last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7380995677 dd.yiv7380995677last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7380995677
dd.yiv7380995677last p span.yiv7380995677yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv7380995677 div.yiv7380995677attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv7380995677 div.yiv7380995677attach-table
{width:400px;}#yiv7380995677 div.yiv7380995677file-title a, #yiv7380995677
div.yiv7380995677file-title a:active, #yiv7380995677
div.yiv7380995677file-title a:hover, #yiv7380995677 div.yiv7380995677file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7380995677 div.yiv7380995677photo-title a,
#yiv7380995677 div.yiv7380995677photo-title a:active, #yiv7380995677
div.yiv7380995677photo-title a:hover, #yiv7380995677
div.yiv7380995677photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7380995677
div#yiv7380995677ygrp-mlmsg #yiv7380995677ygrp-msg p a
span.yiv7380995677yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7380995677
.yiv7380995677green {color:#628c2a;}#yiv7380995677 .yiv7380995677MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv7380995677 o {font-size:0;}#yiv7380995677
#yiv7380995677photos div {float:left;width:72px;}#yiv7380995677
#yiv7380995677photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7380995677
#yiv7380995677photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7380995677
#yiv7380995677reco-category {font-size:77%;}#yiv7380995677
#yiv7380995677reco-desc {font-size:77%;}#yiv7380995677 .yiv7380995677replbq
{margin:4px;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-mlmsg select, #yiv7380995677 input, #yiv7380995677 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-mlmsg pre, #yiv7380995677 code {font:115%
monospace;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-mlmsg #yiv7380995677logo
{padding-bottom:10px;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-msg
p#yiv7380995677attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-reco #yiv7380995677reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-sponsor
#yiv7380995677ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-sponsor #yiv7380995677ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-sponsor #yiv7380995677ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv7380995677 #yiv7380995677ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7380995677
#yiv7380995677ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv7380995677