Makanya, turunlah ke jalan. Nanti bisa lihat sendiri ada demonstran yang 
ditarik polisi untuk digebuki rame-rame, ada yang ditarik dan cuma dirangkul 
menjauh dari kerumunan tanpa digebuk. Akrab sekali mereka.
Di Hong Kong juga ada yang begituan, polisi menyamar jadi demonstran. Di 
mana-mana ada penumpang gelap tukang bikin rusuh. Taktik kuno neolib 
menciptakan kerusuhan. Sekarang dipermodern dengan  penumpang gelap yang 
menyusup lewat medsos. 
Jadi, Anda belum jawab kenapa orang protes sampai semarah ini, sampai harus 
turun ke jalan, sampai harus berdemo (sekalipun dengan resiko disusupi polisi 
atau preman bayaran).





--- SADAR@.... wrote:

       
 

Turun kejalan berdemo, ajukan pendapat, mengkritik pemerintah itu normal dan 
boleh-boleh saja! Demo-damai, ... itulah yang dijalankan mahasiswa-mahasiswa 
BEM! Mau bung bilang merupakan kemarahan tentu saja juga boleh, ... Tapi, tetap 
BUKAN yang dijalankan penumpang gelap sengaja lakukan kerusuhan, kekerasan, 
pengrusakan! Jangan bung campur adukkan! Untuk lebih jelas lihat dan dengarkan 
saja wakil BEM di Rosi semalam, ...
 
 
Penumpang Gelap Demo Mahasiswa - ROSI
 
https://www.youtube.com/watch?v=vNxmnlY8swM
 

 
 ajeg 於 4/10/2019 13:11 寫道:
  
    Demonstrasi itu wujud kemarahan akibat teguran, kritik, dan protes-protes 
diabaikan penguasa. Lha kenapa 'marah' cuma Anda artikan sebagai 'ngamuk', 
'tidak damai'? Apa setiapkali marah Anda otomatis ngamuk? 
  Cobalah sesekali keluar rumah turun ke jalan, saksikan aksi unjukrasa dari 
jarak dekat supaya tahu siapa sebenarnya yang memulai kerusuhan. 
Nekolim-neolib-neocon sudah lama punya rumus: kerusuhan harus ditindak dengan 
segala cara. Maka, dibuatlah alasan untuk bertindak seenak dengkul, dibuatlah 
kerusuhan itu.  
  Mosok beginian saja Anda nggak ngerti. 
  --- SADAR@.... wrote:
Pihak BEM jelas tidak semarah itu! BEM tegas turun kejalan menyampaikan 
pendapat secara  DAMAI, TIDAK dengan kekerasan! Jangan bung balik, ... ! Adanya 
penumpang gelap dalam aksi Mahasiswa itulah yg bikin kekerasan dan kerusuhan yg 
bung bilang SEMARAH itu!!! Yang jelas punya  tujuan POLITIK tersendiri, 
GAGALKAN Pelantikan Jokowi Presiden Periode-2, alias gulingkan dan ganti 
Presiden, ....
Kalau bung tidak hendak dibilang dalang kerusuhan, setidaknya bung sependapat 
dengan aksi KEKERASAN  menunjukkan KEMARAHAN bahkan gerakkan anak-anak dibawah 
umur, ...

ajeg 於 4/10/2019 9:39 寫道:
Pertanyaannya salah. Harusnya: "kenapa orang protes sampai semarah ini?"
Ya, saya sering bilang Jokowi ngibul. Karena faktanya dia memang begitu. Tapi 
yang bilang Jokowi  goblok, penipu dsb. itu Anda. Dan, itu fakta. 
Anda menuduh saya dalang kerusuhan? Hahaha! Anda ini hybrid Wiranto-Karnavian 
yang panik lantaran penyusupan  buzzer-buzzer istana di medsos terbongkar. Lalu 
asal jeplak untuk mengalihkan perhatian dari  beredarnya banyak video dan 
rekaman cctv yang menangkap kebrutalan polisi merusak apa pun yang ada di 
depannya (warung, mobil, motor, manusia). 
Rapopo. Biasa kok orang panik biasa asal jeplak sampai memfitnah. 
--- SADAR@.... wrote:
MEMANGNYA siapa yang MARAH sampai bikin KEKERASAN, KERUSUHAN, PENGRUSAKAN dan 
PEMUKULAN, ...??? Demo mahasiswa atau penumpang gelap??? Pihak BEM jelas dan 
tegas-tegas tujuan mereka turun  kejalan mengajukan pendapat/pemikiiran secara 
DAMAI dan baik-baik2, TIDAK ADA AGENDA kekerasan! Juga TIDAK ada TUJUAN politik 
menggagalkan pelantikan Jokowi apalagi usaha menggantikan  Jokowi!
Bung beserta DALANG kerusuhan kali inilah yang sangat, sangat KEJAM sekali! 
Mendompleng maksud jahat dibalik aksi demo mahasiswa! Bung boleh-boleh saja 
punya pendapat terhadap Jokowi yg bung bilang goblok, penipu dsb., ... bahkan  
hendak gagalkan pelantikan Jokowi Presiden periode ke-2 nanti 20 Oktober, TAPI, 
lancarkanlah Gerakkan bung itu dengan gunakan massa pendukung sendiri, ... 
jangan dompleng dibalik aksi BEM yang polos itu, apalagi nyeret anak-anak  
sekolah dibawah umur! 

ajeg 於 3/10/2019 13:11 寫道:
Apa yang mau diperdebatkan? 
Saya sudah bilang tidak ada alasan orang untuk protes sampai semarah ini kalau 
pemerintah bekerja dengan benar, tapi tidak Anda tanggapi. Kejam! 😅 
Saya sudah kasih tahu bahwa Jokowi berkali-kali perintahkan polisi untuk tidak 
represif,  tapi polisi seperti Anda tidak peduli perintah Jokowi. Kejaaaam...! 
😆 😆

--- SADAR@.... wrote:
Siapa yang KEJAAAAM, Tidak manusiawi??? Mari kita perdebatkan, ...
Disini JELAS Polisi menjalankan TUGAS, yang tidak bisa ditolak, menjaga 
KETERTIBAN dan  KEAMANAN masyarakat! Pada saat ada aksi turun kejalan dan 
melakukan kekerasan, kerusuhan TENTU SAJA harus ditindak! Pada saat perusuh 
melakukan perlawanan, tidak nurut saat ditangkap, tentu saja kekerasan harus 
dilakukan! Siapa yang SALAH dan KEJAM?
Pendemo yg jalankan kerusuhan, teror, pengrusakan, pembakaran dan pemukulan, 
... itulah yg  KEJAAAM dan tidak manusiawi! Sekalipun mereka merusak harta 
milik negara, itu kan juga milik rakyat juga, sungguh sangat tidak manusiawi 
kalau gedung DPR boleh dihancurkan, jalan-jalan diblokir  seenak udelnya, ... 
adalah tugas polisi mencegah dan melindungi ketertiban dan keamanan masyarakat!
Pendapat dan perjuangkan idealisme yg dianggap baik dan indah tentu boleh-boleh 
saja, ...  tapi lakukanlah dengan baik-baik. Jangan hidup dalam mimpi, 
mengharapkan sesuatu yg indah dalam bayangan, lalu lebih dahulu mendobrak, 
merusak hancurkan yang sudah ada sekalipun tidak sebaik dan  seindah dalam 
mimpinya itu! Lakukan dan perjuangkanlah secara baik-baik, ... dengan 
perhitungkan kekuatan lawan dan kekuatan diri sendiri. Jangan main seruduk 
secara serampangan, yg berakibat merusak dan jatuh korban yang tidak 
diperlukan..
Orang-orang yang berjuang secara serampangan dengan main seruduk itulah yang 
KEJAAAM dan  sangat, sangat TIDAK MANUSIAWI! Dan akan GAGAL TOTAL, apa yang 
dimimpikan tinggal dalam mimpi saja, ...
ajeg 於 2/10/2019 23:46 寫道:
Berarti Anda kejam. Tidak berperikemanusiaan. Senang-senang saja melihat 
seorang anak sekolah dikeroyok  segerombolan polisi. Anda sama saja atau malah 
melebihi Orba.
Kalau pemerintah bekerja dengan benar, sekurangnya menjamin harga kebutuhan 
terjangkau, tidak ada  alasan orang untuk protes sehingga marah begini. 
Cilakanya, pemerintahan neo-Orba ini justru semakin memanjakan koruptor. 
--- SADAR@.... wrote
Polisi, polisi itu juga manusia biasa saja, ... disaat menghadapi 
perusuh-perusuh bisa  saja jadi jengkel, tidak sabaran bahkan marah pada 
aksi-aksi demo kekerasan itu! Jadi melampiaskan kejengkelan dan kemarahannya 
pda pendemo yg tertangkap, ... itu yg terlihat di video yg bung kirim. Biadaab? 
Nggak jugalah, itu kan cuma memukuli, menjotos dan menendang saja dan tidak 
sampai berdarah-darah  apalagi luka parah! Tentu saya pun TIDAK benarkan cara 
kekerasan begitu, apalagi kalau yg dipukuli anak-anak sekolah masih dibawah 
umur! TIDAK PERLU begitu dan harus diadukan untuk juga di kenai  sansi HUKUM, 
... Yang juga perlu diusut, adalah kepala sekolah dan guru dimana anak sekolah 
itu, dimintai tanggungjawab, kenapa muridnya dibiarkan turun kejalan lakukan 
aksi kekerasan!
Hanya saja, jangan dibalik menjadi tuduhan polisi yg jalankan tugas 
penertiban/kemanan itu  BIAADAAAB didahulukan pengusutannya, sedang tindak aksi 
demo-kerusuhan dibiarkan menjadi-jadi! Bagaimanapun  juga tugas dan kewajiban 
polisi mempertahankan ketertiban dan keamanan masyarakat, menindak TEGAS setiap 
pelanggar HUKUM, menindak aksi-aksi demo-kekerasan yg merusak, membakar  harta 
masyarakat, ...
ajeg 於 2/10/2019 17:46 寫道:
Sudah lihat perlakuan polisi terhadap demonstran? Salahsatu pengeroyokan saya 
lampirkan videonya  di bawah (yang ini thd seorang anak STM).. 
Itu pertama. Kedua, lagi-lagi terbongkar keterlibatan anggota Polri sebagai 
buzzer di medsos. Kali ini  mereka menyusup sebagai anak-anak STM yang saling 
menyalahkan lalu dialihkan "teman-temannya" untuk menyerang mahasiswa. 
Ketiga, pengeroyokan dalam video lampiran tsb. terjadi tanggal 30/9 malam. 
Padahal, pagi harinya Jokowi untuk kesekiankali mengulang perintah ke kapolri 
agar tidak represif. Faktanya,  polisi tidak peduli. Apa ini tidak biadab 
menurut sudut pandang Anda (terhadap Jokowi, yang perintahnya dianggap angin 
lalu terus).
Soal polisi HK, saya tidak tahu apa penguasa di sana sudah memerintahkan polisi 
untuk tidak  biadab.
--- SADAR@... wrote:
Biadaaaab??? Dari sudut pandang mana bung melihatnya, dan bisa menuduh polisi 
biadab?Ada  perbedaan mencolok antara demo HK dan Jkt, nampaknya polisi RI 
lebih agresif dan tegas dibanding polisi HK dalam menindas aksi-demo! Polisi HK 
yg BEGITU SANTUUUN saja juga dituduh kejam, biadab dalam menindas aksi demo! 
Lalu, bagaimana polisi harus menundukkan aksi kekerasan massa dan 
mempertahankan  ketertiban dan kemanan masyarakat??? Sedikit saja kekerasan 
berlebih sudah dituduh biaadaaab dan menuntut bentuk komisi independen mengusut 
tindak berlebih polisi! Apa jadinya kalau  membalik masalah begitu???!!!
Orang-orang yg TIDAK mau melihat masalah utamanya darimana muncul kekerasan 
itu! TANPA  melihat kenyataan, POLISI tidak perlu turun menertibkan keamanan, 
kalau saja aksi demo damai-damai saja, hanya  berorasi dan berteriak-teriak 
sekeras-kerasnya, tidak ada kekerasan, pengrusakan, pemukulan, ... yg 
dilakukan! KEKERASAN polisi itu terjadi sesuai dengan tingkat kekerasan  
aksi-demo itu! Untuk menundukkan kekerasan demo yg terjadi tentu saja polisi 
harus keluarkan lebih keras!  Tanpa tindak polisi lebih keras, bagaimana bisa 
menekan kekerasan demo yang terjadi??? Begitu juga saat polisi menangkap 
perusuh, polisi HARUS gunakan kekerasan untuk menundukkan, makin keras  
melawan/meronta makin keras polisi lakukan! Kecuali perusuh nurut tidak melawan 
untuk diborgol, ...!
Dan, ... jangan gunakan satu-dua kasus yg terjadi untuk menuduh dan menekan 
kekerasan yg  dilakukan polisi yg bertugas mempertahankan ketertiban dan 
keamanan masyarakat! Adukan saja kasus pemukulan  berlebih yg tidak seharusnya 
dilakukan itu pada komisi independen Pengaduan Polisi untuk diusut lebih 
lanjut. Jalankan dan berlakukan saja HUKUM sebaik-baiknya, tindak TEGAS 
Pelanggar  HUKUM siapapun dia! Pendemo yg melakukan kekerasan/pengrusakan dan 
melanggar lebih dahulu harus diTINDAK HUKUM, begitu juga polisi dalam 
melaksanakan tugas penertiban yg dianggap telah melanggar HUKUM juga ditindak 
sesuai HUKUM yg berlaku! Hanya saja, penelitian, pengusutan terhadap  
tindak-tanduk polisi (perseorangan) yg dianggap melakukan kekerasan berlebih 
dilangsungkan selesai ketertiban dan keamanan masyarakat kembali kondusif dan 
tidak diusut saat kerusuhan masih  berlangsung, ...! Biarlah masyarakat kembali 
TERTIB dan AMAN dahulu, ...tidak lagi terjadi kerusuhan!
ajeg 於 1/10/2019 23:48 寫道:
https://youtube.com/embed/1YxJplkiekA
Cuma satu orang anak, pak. Sendirian. Kenapa dipukuli dan harus dikeroyok?! 
(menit 2:05)
https://youtube.com/embed/oDKhJVN3i_I
Menurut kabar, pengeroyokan ini terjadi tanggal 30 September 2019 malam di 
sebuah pom bensin  pejompongan. Artinya, setelah Jokowi perintahkan polisi 
untuk tidak represif terhadap  mahasiswa-pelajar-demonstran. Faktanya?


#yiv2193873297 -- #yiv2193873297ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-mkp #yiv2193873297hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mkp #yiv2193873297ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mkp .yiv2193873297ad 
{padding:0 0;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mkp .yiv2193873297ad p 
{margin:0;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mkp .yiv2193873297ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-sponsor 
#yiv2193873297ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-sponsor #yiv2193873297ygrp-lc #yiv2193873297hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-sponsor #yiv2193873297ygrp-lc .yiv2193873297ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2193873297 #yiv2193873297actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2193873297
 #yiv2193873297activity span {font-weight:700;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv2193873297 #yiv2193873297activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2193873297 #yiv2193873297activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv2193873297 #yiv2193873297activity span 
.yiv2193873297underline {text-decoration:underline;}#yiv2193873297 
.yiv2193873297attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv2193873297 .yiv2193873297attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv2193873297 .yiv2193873297attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2193873297 .yiv2193873297attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2193873297 .yiv2193873297attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv2193873297 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv2193873297 .yiv2193873297bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2193873297 
.yiv2193873297bold a {text-decoration:none;}#yiv2193873297 dd.yiv2193873297last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2193873297 dd.yiv2193873297last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2193873297 
dd.yiv2193873297last p span.yiv2193873297yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv2193873297 div.yiv2193873297attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv2193873297 div.yiv2193873297attach-table 
{width:400px;}#yiv2193873297 div.yiv2193873297file-title a, #yiv2193873297 
div.yiv2193873297file-title a:active, #yiv2193873297 
div.yiv2193873297file-title a:hover, #yiv2193873297 div.yiv2193873297file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2193873297 div.yiv2193873297photo-title a, 
#yiv2193873297 div.yiv2193873297photo-title a:active, #yiv2193873297 
div.yiv2193873297photo-title a:hover, #yiv2193873297 
div.yiv2193873297photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2193873297 
div#yiv2193873297ygrp-mlmsg #yiv2193873297ygrp-msg p a 
span.yiv2193873297yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2193873297 
.yiv2193873297green {color:#628c2a;}#yiv2193873297 .yiv2193873297MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv2193873297 o {font-size:0;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297photos div {float:left;width:72px;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2193873297
 #yiv2193873297reco-category {font-size:77%;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297reco-desc {font-size:77%;}#yiv2193873297 .yiv2193873297replbq 
{margin:4px;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-mlmsg select, #yiv2193873297 input, #yiv2193873297 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-mlmsg pre, #yiv2193873297 code {font:115% 
monospace;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-mlmsg #yiv2193873297logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-msg 
p#yiv2193873297attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-reco #yiv2193873297reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-sponsor 
#yiv2193873297ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-sponsor #yiv2193873297ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-sponsor #yiv2193873297ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv2193873297 #yiv2193873297ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2193873297 
#yiv2193873297ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv2193873297   

Kirim email ke