Tiongkok Bakal Wujudkan Pengentasan Kemiskinan yang Komprehensif

http://indonesian.cri.cn/20191015/6aa36331-507b-a25d-9021-4fe671abe12e.html
2019-10-15 09:46:32

Direktur Kantor Dewan Negara Tiongkok untuk Pengentasan Kemiskinan, Liu Yongfu baru-baru ini menyatakan, diprediksikan hingga akhir tahun ini, sekitar 95% populasi penduduk miskin di seluruh Tiongkok akan terlepas dari kemiskinan, dan 90% kabupaten miskin juga akan terlepas dari kemiskinan.

Selama 70 tahun yang ini, pemerintah Tiongkok telah memimpin rakyat Tiongkok untuk terus berjuang memberantas kemiskinan serta menempuh jalan pengentasan kemiskinan dan pembangunan yang berciri khas Tiongkok, yang dengan sukses telah membantu 700 juta orang penduduk miskin terlepas dari kemiskinan, sehingga menjadikan Tiongkok sebagai negara pengentas populasi miskin terbanyak di dunia dan juga sebagai negara pertama yang mewujudkan target pembangunan millennium PBB.

Tahun 2019 merupakan tahun penting bagi Tiongkok untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan yang komprehensif. Data yang diumumkan Kantor Dewan Negara Tiongkok untuk Pengentasan Kemiskinan menunjukkan hasil signifikan rancangan pendorongan kebijakan dan langkah pengentasan kemiskinan Tiongkok beberapa tahun ini, disamping itu juga mencerminkan perwujudan target pengentasan kemiskinan komprehensif Tiongkok hingga tahun 2020, keyakinan untuk membangun masyarakat sejahtera secara menyeluruh dengan metode hitung mundur.



 Tiongkok Harapkan Eropa Ciptakan Lingkungan Perdagangan yang Adil

2019-10-15 10:31:42

Kamar Dagang Tiongkok di Uni Eropa hari Jumat lalu (11/10) di Brussel mengemukakan sebuah laporan penting yang secara menyeluruh menyimpulkan bisnis utama perusahaan Tiongkok di Eropa, dan mengajukan sepaket usulan kebijakan kepada lembaga UE dan pemerintah negara anggota untuk memperbaiki lingkungan perdagangan perusahaan Tiongkok di Eropa.

Terhadap hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang dalam jumpa pers hari Senin kemarin (14/10) menyatakan, keadaan keseluruhan bisnis Tiongkok di Eropa saat ini baik, semakin banyak perusahaan Tiongkok yang menempatkan pusat penelitian dan pabriknya di Eropa. Investasi dan kerja sama perusahaan Tiongkok dengan pemerintah setempat menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan level kehidupan rakyat setempat, juga telah sepenuhnya mendorong peningkatan rantai industri Eropa. Namun, laporan tersebut juga menunjukkan, pemeriksaan UE kepada investasi asing semakin ketat, pembatasan terhadap iptek dan sumber daya serta perusahaan milik negara semakin banyak, komunikasi antara perusahaan dan pemerintah lokal kurang lancar, hal ini mendatangkan tantangan dan batasan bagi perusahaan Tiongkok yang ingin berkembang di Eropa.

Tiongkok mengharapkan Eropa dapat dengan sungguh-sungguh mendengarkan pendapat dan permintaan perusahaan Tiongkok, terus mempertahankan keterbukaan pasar investasi, menciptakan lingkungan perdagangan yang adil, transparan, stabil dan terprediksi bagi perusahaan-perusahaan asing termasuk perusahaan Tiongkok. Dalam situasi saat ini, berdasarkan semangat saling menghormati dan saling menguntungkan, Tiongkok dan Eropa saling memelihara keterbukaan, inklusif dan memperluas kerja sama. Hal ini tidak saja sesuai dengan kepentingan kedua pihak, tapi juga bermanfaat untuk memberikan lebih banyak energi positif dan stabilitas kepada dunia.


Kirim email ke