Apakah Mahfud MD tidak berlebih-lebihan, karena kalau Tuhan maha pluralis
dan toleran, maka tidak ada ayat seperti melarang Nasrani dan Yahudi
menjadi pemimpin. (Al.Maidah 5:51)


https://sp.beritasatu.com/politik/mahfud-md-tuhan-maha-pluralis-dan-toleran/579960#
*Mahfud MD: Tuhan Maha Pluralis dan Toleran* *Suara Pembaruan*
<https://sp.beritasatu.com/politik/mahfud-md-tuhan-maha-pluralis-dan-toleran/579960#>

Selasa, 15 Oktober 2019 - 06:31
<https://sp.beritasatu.com/politik/mahfud-md-tuhan-maha-pluralis-dan-toleran/579960#>

[image: ...]

*Acara Bincang Seru Mahfud yang bertajuk "Inspirasi, Kreasi dan Pancasila"
di Grha Widya Wisuda Kampus (GWW) IPB Dramaga Bogor, Senin 14 Oktober 2019.*

*Jakarta, Beritasatu.com *- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi
Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengingatkan Indonesia akan menjadi sebuah
bangsa yang besar pada 2045 atau masa Indonesia Emas.

"Pada tahun 2036, bonus demografi akan mencapai pada puncaknya sebagai
pendukung Indonesia Emas pada tahun 2045," kata Mahfud pada acara Bincang
Seru Mahfud yang bertajuk ‘Inspirasi, Kreasi dan Pancasila’ di Grha Widya
Wisuda Kampus (GWW) IPB Dramaga Bogor, Senin (14/10/2019).

Modal utama untuk mencapai itu adalah persatuan dan menjaga keberagaman
Indonesia. Keberagaman merupakan sebuah kekuatan bagi bangsa Indonesia
untuk dapat maju.

"Keberagaman yang sebenarnya bisa jadi modal kita untuk maju. Dulu kita
bersatu sehingga bisa merdeka, sekarang kita bersatu untuk maju," ujar
ketua Gerakan Suluh Kebangsaan itu.

Terkait keberagaman dan toleransi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK)
ini menandaskan bahwa Tuhan itu Maha Pluralis, juga Maha Toleran. Tuhan
juga yang menciptakan perbedaan tidak untuk perpecahan, tapi untuk saling
mengenal dan menghormati.

"Hindari ujaran kebencian yang bisa menyebabkan permusuhan sehingga tidak
bisa bersatu. Kalau anda bertuhan tentu tidak akan melakukan itu,"
tambahnya.

*Baca juga: *Mahfud MD: Orang yang Sebut Insiden Wiranto Settingan Bisa
Dipenjara
<http://www.beritasatu.com/nasional/579904/mahfud-md-orang-yang-sebut-insiden-wiranto-settingan-bisa-dipenjara>

Pada kesempatan itu, Mahfud meminta penegak hukum harus lebih tegas
menindak pelaku ujaran kebencian dan berita bohong.

"Karena itu bisa membuat bangsa kita rusak. Ini bukan anti kritik. Kritik
dibutuhkan tapi bukan berupa hinaan, hasutan yang dapat menimbulkan
perpecahan," kata Mahfud.

*Baca juga: *Ketua PBNU: Radikalisme Sudah Masuk Fase Darurat
<http://www.beritasatu.com/politik/580050/ketua-pbnu-radikalisme-sudah-masuk-fase-darurat>

Menurutnya, persoalan *hoax* dan ujaran kebencian tidak bisa dianggap
remeh, karena bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa.

*Komitmen Kebangsaan IPB*

Dalam kesempatan yang sama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif
Satria bersama perwakilan wali amanat, perwakilan alumnus, dosen, dan
mahasiswa menandatangani Komitmen Kebangsaan.

"IPB meneguhkan komitmen jati diri sebagai rumah kebinekaan. IPB tidak
memberi ruang untuk paham yang bertentangan dengan Pancasila," kata Arif.

Komitmen Kebangsaan ini menyikapi dinamika terkini yang berimbas ke IPB.
Sebelumnya, salah satu dosen IPB ditangkap polisi terkait langkah
antisipasi aksi teror. Alhasil dalam beberapa waktu terakhir, IPB menuai
beragam hujatan terkait insiden itu.

"Belum lama ini IPB terkena 'badai tsunami', tapi dosen dan seluruh civitas
akademi solid mengawal kebangsaan," ujar Arif.

Rektor menambahkan selama ini pihak kampus telah melakukan aksi-aksi nyata
untuk merawat keberagaman. "Mahasiswa IPB berasal dari 34 provinsi di
Indonesia. Kamu saling menghormati perbedaan dan fokus dengan inovasi,"
ujarnya.

"Asrama mahasiswa di IPB juga tempat untuk membangun komunikasi lintas
budaya yang dapat merekatkan bangsa. Sehingga tidak dipertanyakan lagi
komitmen IPB untuk merawat kebangsaan, IPB solid untuk terus maju membangun
bangsa," kata Arif Satria.

*Baca juga: *PBNU Kecam Penyerangan terhadap Wiranto
<http://www.beritasatu.com/politik/579282/pbnu-kecam-penyerangan-terhadap-wiranto>

Mahfud MD sangat mengapresiasi komitmen kebangsaan yang diserukan segenap
civitas akademika. "Ada yang bilang IPB kampus radikal. Itu pencemaran nama
baik, bahkan fitnah," katanya.

Acara Bincang Seru Mahfud diramaikan juga dengan pembicara-pembicara
seperti penggagas Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, komika Arie
Kriting, juga Cak Lontong. Mereka sama-sama menyerukan toleransi dalam
keberagaman Indonesia.

*5 Poin Komitmen Kebangsaan IPB*

Isi dari Komitmen Kebangsaan yang ditandatangani bersama, sebagai berikut:

1. IPB bertekad untuk terus menjaga jati dirinya sebagai rumah kebhinekaan
bagi setiap insan akademik yang bernaung di bawah IPB;

2. IPB tidak memberikan ruang sedikit pun untuk berkembangnya paham,
pemikiran dan aliran terlarang, serta radikalisme yang bertentangan dengan
Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang dapat mengancam tegaknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia;

3. Menyerukan kepada seluruh *civitas akademika* dan tenaga kependidikan
IPB untuk fokus pada pengembangan kegiatan tridharma dan menghasilkan
karya-karya inovatif untuk kejayaan bangsa dan negara;

4. Menyerukan kepada seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan dan
alumni IPB agar bersatu padu dan terus memupuk kebersamaan dan memberikan
sumbangsih bagi kejayaan bangsa Indonesia melalui bidang kerja yang
ditekuni;

5. Menegakkan peraturan perundangan yang berlaku dan peraturan-peraturan di
IPB bagi sivitas akademika dan tenaga kependidkan secara konsisten, serta
memberikan sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku kepada siapa pun
yang melakukan pelanggaran.

Kirim email ke