Faisal Basri Sebut Rini Soemarno Jadikan BUMN Kacau
CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 10:49 WIB
Bagikan :
Faisal Basri Sebut Rini Soemarno Jadikan BUMN KacauEkonom Faisal Basri.
(CNN Indonesia/Gentur Putro Jati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom*Faisal Basri
<https://www.cnnindonesia.com/tag/faisal-basri>* mengkritik habis
kinerja Kementerian *BUMN <https://www.cnnindonesia.com/tag/bumn>*(Badan
Usaha Milik Negara) di bawah Menteri*Rini Soemarno
<https://www.cnnindonesia.com/tag/rini-soemarno>*. Kritik terutama ia
sampaikan terkait korupsi dan konsep/holding/BUMN.
Menurutnya korupsi dan konsep/holding/BUMN yang ada sekarang ini kacau.
Untuk/holding/, kekacauan tersebut tercermin dari kebijakan Kementerian
BUMN di bawah Rini yang menjadikan perusahaan pelat merah beraset kecil
menjadi induk perusahaan BUMN.
Misalnya, PT Survai Udara Penas (Persero) yang digadang-gadang akan
menjadi induk holding penerbangan. Penas akan membawahi PT Angkasa Pura
I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero)
Tbk, dan AirNav.
Berdasarkan "Profil Perusahaan BUMN Indonesia" yang dirilis Kementerian
BUMN pada 2017 lalu, total aset yang dimiliki Penas pada 2016 hanya Rp49
miliar, jauh di bawah aset Garuda Indonesia yang mencapai puluhan
triliun rupiah.
Lihat juga:
BPUI Jadi Induk Holding BUMN Asuransi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190830200924-78-426266/bpui-jadi-induk-holding-bumn-asuransi/>
Sementara berkaitan dengan korupsi, kekacauan disampaikannya terkait
sejumlah direksi BUMN yang terkena operasi tangkap tangan KPK. Seperti
diketahui, selama Rini Soemarno menjabat sebagai menteri, beberapa
direksi BUMN terseret kasus korupsi.
Mereka antara lain Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia
(Persero) atau PT INTI Darman Mappangara, Direktur Teknologi dan
Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wisnu Kuncoro , Direktur Utama
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk Sofyan Basir , Direktur Utama
Dolly Pulungan dan Direktur Pemasaran I Kadek Kertha Laksana dan
Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda.
Menurutnya, masalah tersebut cukup menunjukkan Rini gagal menjadi
menteri BUMN.
"Melaksanakannya jadi ngaco semua jadi rusak BUMN kita semua," ujar
Faisal pada Selasa (15/10) di Jakarta.
/CNNIndonesia.com/telah meminta tanggapan dari Kementerian BUMN melalui
Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro, dan pejabat lainnya seperti
Sekretaris Menteri BUMN Iman Apriyanto. Namun, sampai berita diturunkan,
mereka belum merespons permintaan tanggapan tersebut.
*(hns/agt*