Tiongkok Menentang Tegas Diluluskannya RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong
 oleh DPR AS

http://indonesian.cri.cn/20191016/46d9ac7d-caf1-a061-1010-8780835299fa.html
2019-10-16 15:52:12

Penanggung jawab Kantor Penghubung Pemerintah Pusat Tiongkok untuk Hong Kong pada Rabu hari ini (16/10) mengeluarkan sebuah pernyataan yang dengan tegas menentang dan mengecam tindakan DPR AS yang telah meluluskan RUU HAM dan demokrasi Hong Kong.

Penanggung jawab ini mengatakan, kongres AS  dan beberapa politisi mengabaikan kekerasan serius yang terjadi di Hong Kong. Mereka memutar balikkan kebenaran, menganggap kejahatan serius seperti perusakan toko dan serangan terhadap polisi sebagai masalah HAM dan demokrasi, serta bermaksud buruk memfitnah pemerintah pusat Tiongkok dan pemerintah daerah Hong Kong. Seluruh RUU mengenai Hong Kong yang diluluskan adalah dukungan kepada ektremis Hong Kong secara terang-terangan dan secara kasar mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri Tiongkok. Penanganan peristiwa kekerasan dalam sejarah AS memberitahu kita bahwa celaan beberapa politisi AS terhadap urusan Hong Kong adalah standar ganda, sepenuhnya mengungkapkan kemunafikan sejumlah orang AS mengenai masalah HAM dan demokrasi, serta niat buruk mereka untuk merusak kemakmuran dan kestabilan Hong Kong, mencegah perkembangan Tiongkok.


Pemerintah Daerah Khusus Hong Kong hari ini (16/10) menyatakan, pihaknya menyesalkan diluluskannya RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong serta dua RUU terkait Hong Kong lainnya oleh DPR AS. Juru bicara pemerintah daerah khusus menekankan, parlemen negara-negara asing seharusnya tidak mengintervensi urusan intern daerah khusus Hong Kong dalam bentuk apa pun.

Jubir pemerintah daerah khusus menunjukkan, sejak kembali ke pangkuan tanah air, daerah administrasi khusus Hong Kong selalu secara ketat menerapkan “pemerintahan Hong Kong oleh warga Hong Kong”, Otonomi Tingkat Tinggi, dan sepenuhnya mewujudkan “Satu Negara Dua Sistem” secara menyeluruh dan sukses berdasarkan peraturan Undang-Undang Dasar Daerah Administrasi Khusus Hong Kong Republik Rakyat Tiongkok. “Satu Negara Dua Sistem” merupakan pengaturan terbaik untuk memelihara kemakmuran dan kestabilan Hong Kong serta kehidupan sejahtera warga. Pemerintah daerah khusus akan terus dengan teguh melaksanakan pedoman Satu Negara Dua Sistem berdasarkan Undng-Undang Dasar Hong Kong.


 Jubir Tiongkok Kecam RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong Kongres AS

2019-10-16 11:16:44

Juru bicara Kantor Dewan Negara untuk Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang hari ini (16/10) menyatakan protes dan kecaman keras kepada Dewan Perwakilan AS yang meluluskan RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong Tahun 2019.

Yang Guang mengatakan, semakin maraknya situasi Hong Kong akibat revisi terhadap sebuah undang-undang lokal ternyata berkaitan langsung dengan dukungan terang-terangan atau tersembunyi yang diberikan AS kepada kekuatan kerusuhan di Hong Kong. Baru-baru ini, sejumlah perusuh melakukan kerusuhan dan perampokan secara membabi-buta. Mereka menghalangi lalu lintas, merusak fasilitas umum, melemparkan bom molotov ke kereta bawah tanah yang melintas, bahkan membuat bom rakitan, memukuli warga biasa yang berpendapat berbeda, menyerang polisi, menyambar pistol dan menusuk leher polisi dengan senjata tajam. Tingkah lakunya secara serius mengancam ketertiban dan keamanan umum, melanggar hak asasi manusia pokok, yakni keselamatan dan kebebasan bersuara warga yang luas termasuk para petugas.

Yang Guang menyatakan, sejak kembalinya Hong Kong ke pangkuan tanah air, prinsip “satu negara dua sistem”, “pemerintahan Hong Kong oleh warga Hong Kong” serta otonomi tingkat tinggi Hong Kong telah dilaksanakan secara tuntas. Berbagai hak dan kebebasan warga Hong Kong mendapat jaminan penuh berdasarkan hukum. Kami menasihati Kongres AS dan sejumlah politikusnya menghormati kenyataan, segera menghentikan prosedur pembahasan RUU tersebut. Tanpa intervensi AS, Hong Kong akan menjadi lebih makmur dan stabil.



 Kepala Eksekutif Hong Kong Keluarkan Laporan Kinerja Ke-3 Dalam Masa
 Jabatannya

http://indonesian.cri.cn/20191016/1c3cc56e-770e-5b5d-29d3-86237f019721.html
2019-10-16 16:29:22

Kepala Eksekutif Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor hari ini (16/10) mengeluarkan Laporan Kinerja Kepala Eksekutif Tahun 2019. Ia mengimbau warga Hong Kong melepaskan perselisihan, secepatnya menghentikan kekerasan, agar Hong Kong kembali tentram. Carrie Lam menyatakan pemerintah Hong Kong akan sedapatnya menghentikan tindakan pelanggaran hukum, mendukung penegakan hukum oleh tim polisi, berupaya bersama dengan masyarakat untuk keluar dari kesulitan.

Hari ini, karena dihanglangi oleh anggota parlemen pihak oposisi Dewan Legislatif, makanya Carrie Lam gagal membaca seluruh laporan kinerjanya di depan Dewan Legislatif menurut rencananya, melainkan mengumumkan laporan kinerjanya yang ketiga selama masa jabatannya kepada warga Hong Kong melalui video. Carrie Lam mengatakan, selama lebih dari 4 bulan yang lalu, Hong Kong mengalami gangguan yang belum pernah ada sebelumnya, akan tetapi ia tetap mengeluarkan laporan kinerjanya menuru jadwal dan rencananya, dan telah mengadakan lebih dari 50 rapat konsultasi mengenai hal itu, dengan sekuat tenaga menanggapi permintaan masyarakat.

Kirim email ke