Tentu presiden mempunyai alasan penting supaya mereka dipertahankan atau juga kalau main kayu secara kelakar bisa seperti mafioso , mereka bilang kalau kami tidak diberikan posisi dalam pemerintahan, kami akan buka-bukan. Apakah buka-bukaan artinya mereka demo telanjang bulat-bulat di depan umum atau buka yang lain, jawabnya : tunggu saja tanggal pertunjukan diumumkan.
http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9072/ini_enam_menteri_ekonomi_yang_tidak_layak_dipertahankan_versi_faisal_basri *Ini Enam Menteri Ekonomi yang Tidak Layak Dipertahankan Versi Faisal Basri* Rabu , 16 Oktober 2019 | 15:20 AKARTA - Ekonom senior yang juga pendiri INDEF, Faisal Basri, menilai tidak semua menteri di bidang ekonomi saat ini layak dipertahankan. "Enam menteri saya harapkan out," katanya di Jakarta, Selasa (15/10/2019). Pertama, Menteri Perdagangan Enggartiasto. Menurut Faisal, 'dosa' Enggartiasto tergolong banyak selama menjadi menteri. Ia menuding Enggartiasto menggelar 'karpet merah' impor hingga menghancurkan industri dalam negeri dan pengangguran. "Itu kejahatan luar biasa," ujar Faisal seperti dikutip dari *cnbcindonesia.com <http://cnbcindonesia.com>*. Kedua, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Faisal menilai konsep holding BUMN a la Rini tidak jelas. BUMN pun dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak produktif. "Walau bukan salah sepenuhnya dia seringkali pergantian dirut (direktur utama) dan yang dia ganti sebagian masuk penjara. Pak Dwi Sutjipto (Kepala SKK Migas) sudah bagus di Pertamina malah diganti oleh Nicke (Nicke Widyawati)," kata Faisal. Ketiga, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Ia menilai Jonan kerap tidak mendengar stakeholder dalam mengambil keputusan untuk mengubah aturan. Misalnya aturan cost recovery menjadi gross split di sektor migas. Keempat, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Menurut Faisal, Airlangga tidak cocok menjadi menteri perindustrian. Konsep Making Indonesia 4.0 pun tidak tepat menjadi program Kementerian Perindustrian. Kelima, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Di era Amran, lanjut Faisal, defisit pangan mengalami peningkatan. 'Dosa' lain Amran adalah memfasilitasi pembangunan pabrik gula milik sang sepupu. Keenam, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan. Menurut Faisal, Luhut gagal mengoordinasi menteri di bawah Kemenko Kemaritiman agar tidak ada tumpang tindih.
