Perjuangan TNI, Diplomasi dan RakyatDalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Wawancarasaya di Bravos Radio hari Jumat, 18 Oktober 2019. Silakan klik: https://youtu.be/z4XG2zbPtdA ######## Apabila tidak dapat dibuka melalui milis, silakan bukamelalui weblog saya: https://batarahutagalung.blogspot.com/2019/10/serangan-umum-1-maret-1949-wawancara-di.html Di tengahperundingan perdamaian yang difasilitasi oleh PBB, belanda mwlanggar PerjanjianRenville dengan melancarkan agresi militer kedua pada 19 Desember 1948. Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta dan sejumlah menteri ditangkap danditahan di beberapa tempat. Pada akhirDesember 1948 belanda menyatakan, bahwa “aksi polisionalnya” telah selesai.Republik Indonesia dan TNI sudah tidak ada lagi. Agresimiliter belanda dibawa Indonesia ke PBB dan dibahas di Dewan Keamanan.. Pada 28Januari 1949 PBB mengeluarkan Resolusi No. 67 yang isinya a.l. mendesakbelanda untuk membebaskan para pemimpin RI yang ditahan dan ke meja perundingandengan pihak Republik Indonesia, yang akan difasilitasi oleh PBB. Belandamenolak Resolusi PBB tersebut dengan menyatakan, bahwa Republik Indonesia sudahtidak ada lagi. DewanKeamanan PBB rencananya akan bersidang lagi tanggal 10 Maret 1949. Untuk memperkuatposisi delegasi Indonesia di PBB, atas perintah Panglima Besar JenderalSudirman, TNI melancarkan serangan secara besar2an di wilayah Jawa Tengah danJawa Timur, dengan focus SERANGAN SPEKTAKULER terhadap Ibukota RI, Yogyakartayang diduduki oleh tentara Belanda. Tanggal 28Februari 1949 sudah disiapkan teks dalam bahasa Inggris, yang akan disiarkanpada 1 Maret, setelah terjadinya penyerangan. Siaran Radiodisampaikan secara estafet melalui Pemancar radio milik AURI di Playen danmilik pemerintah RI di Wiladek. Siaran diterima di Banten dan diteruskan keBukittinggi. Kemudian dari Bukittinggi siaran dapat ditangkap di Kutaraja(sekarang Banda Aceh). Siaran dari Kutaraja dapat ditangkap di Singapura danBirma, yang kemudian diteruskan ke New Delhi. Siaran dariNew Delhi sampai ke Lake Placid, USA, kedudukan PBB waktu itu. SeranganUmum 1 Maret 1949 berhasil menunjukkan ke dunia internasional kebohonganbelanda, bahwa TNI tidak ada lagi. Peristiwaini memengaruhi jalannya Sidang Dewan Keamanan PBB. Hasilnyaadalah, Belanda ditekan untuk ke meja perundingan dengan Republik Indonesia,Konferensi Meja Bundar (KMB). Agresimilter Belanda kedua yang dimulai tanggal 19 Desember 1948 telah diantisipasioleh TNI sejak bulan Maret 1948. Dipersiapkanlangkah2 untuk melakukan Perang Gerilya, karena kekuatan TNI pada waktu itudiperkirakan tidak akan sanggup melawan pasukan pihak belanda yang kekuatantiga kali lipat kekuatan TNI dengan persenjataan yang moderen. Sedangkanpersenjataan di pihak TNI adalah hasil rampasan dari tentara Jepang. Strategi dantaktik yang diterapkan berhasil menahan kekuatan Belanda dan kakitangannya. Sampaiperundingan KMB, kakuatan Belanda dengan jumlah tentara 150.000 orang yangdidatangkan dari belanda, ditambah 65.000 KNIL serta 50.000 pasukan CinaPo An Tui, tidak berhasil mengalahkan Tentara Nasional Indonesia. PerangMEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN terhadap agresi militer belanda yang dibantu sekutu,antek2 dan kakitangannya menunjukkan, APABILA TNI BERSAMA RAKYAT TIDAKTERKALAHKAN. ***
