Apa hubungan gereja di NTT dengan pelantikan Jokowi-Ma´ruf?

https://www.gatra.com/detail/news/451979/politik/kebaktian-besok-semua-gereja-di-ntt-dapat-penjagaan-ketat



Apa hubungan gereja di NTT dengan pelantikan Jokowi-Ma´ruf?


https://www.gatra.com/detail/news/451979/politik/kebaktian-besok-semua-gereja-di-ntt-dapat-penjagaan-ketat


*Kebaktian Besok, Semua Gereja di NTT Dapat Penjagaan Ketat*

Gatra.com | 19 Oct 2019 21:37



*Kupang, Gatra.com* - Menyongsong kebaktian pada Ahad, 20 Oktober 2019 yang
bertepatan dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, semua gereja di
Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dijaga ketat. Ini karena sesuai isu bahwa
sejumlah rumah ibadah, gereja akan dibom oleh kelompok tertentu yang lagi
viral sekarang ini.

“Sesuai info intelijen kami, situasi dan kondisi di NTT kondusif. Namun
Polda NTT dan jajarannya Polres, Polsek dan Pospol tetap siaga. Anggota
kami sebar ke gereja–gereja baik dalam pengamanan ( PAM ) terbuka maupun
PAM tertutup,” kata Wakapolda NTT Brigjen Johny Asadoma kepada Gatra.com
Sabtu malam (19/10).

Dia menyebutkan selain pengamanan terbuka dan tertutup, tim patrol gabungan
Polri dan TNI juga terus akan melakukan patroli memantau gereja dan obyek
vital lainnya yang berpotensi terjadi hal–hal yang tidak diinginkan..

“Selain Pengamanan terbuka dan tertutup, team gabungan Polri dan TNI akan
terus melakukan patroli memantau gereja–gereja maupun obyek vital lainnya
seperti mal, terminal, dan fasilitas umum lainnya. Prinsipnya kami jaga
agar NTT aman pada hari plantikan Presiden dan Wakil Presiden,” jelas
Brigjen Johny Asadoma.

Mantan Wakapolda Sulawesi Utara ini menyebutkan pihaknya sudah
berkoordinasi dengan semua pimpinan gereja di NTT agar para pengaman gereja
seperti Satpam dan lainnya juga ikut membantu anggota yang bertugas.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan semua gereja agar anggota pengaman,
satpam nya juga akan ikut pro aktif membantu pengamanan. Karena mereka yang
tahu persis mana umat mereka dan mana yang tidak atau dicurigai. Jika
melihat menemukan seperti itu tolong dikoordinasikan dengan anggota kami
yang bertugas di gereja,” ujarnya.

Menyangkut kondisi dan situasi di NTT menjelang pelantikan Presiden dan
Wakil Presiden, Brigjen Johny Asadoma menyebutkan sejauh ini sesuai
pemantauan cukup aman terkendali.

“ Situasi dan kondisi di NTT menjelang pelantikan Presiden dan Wakil
Presiden seuai pantauan kami cukup aman dan terkendali. Namun kami tetap
waspada untuk mengantisipasi hal –hal yang tidak diinginkan. Anggota kami
akan tetap siaga dan melaksanakan tugas sesuai perintah dalam operasi gelar
pasukan pengamanan pelantikan Presiden dan Wapres di Polda Jumad, 18
Oktober 2019 kemarin ,” tandas Brigjen Johny Asadoma.

Menjawab pertanyaan *Gatra.com* apakah ada kelompok–kelompok yang telah
mengajukan izin untuk melakukan aksi demo Minggu 20 Oktober 2019 terkait
pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dia menyebutkan sejauh ini belum ada..

“Sampai hari ini 19 Oktober 2019 belum ada satupun kelompok yang mengajukan
izin ke Polda atau Polres untuk melakukan aksi demontrasi. Namun jika ada
yang mencoba melakukan aksi pasti akan dibubarkan karena tanpa ijin,” kata
Johny yang juga Ketua PB Pertina ini.
------------------------------

*Reporter: Antonius Un Taolin*
*Editor: MS Widodo*



Gatra.com | 19 Oct 2019 21:37



*Kupang, Gatra.com* - Menyongsong kebaktian pada Ahad, 20 Oktober 2019 yang
bertepatan dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, semua gereja di
Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dijaga ketat. Ini karena sesuai isu bahwa
sejumlah rumah ibadah, gereja akan dibom oleh kelompok tertentu yang lagi
viral sekarang ini.

“Sesuai info intelijen kami, situasi dan kondisi di NTT kondusif. Namun
Polda NTT dan jajarannya Polres, Polsek dan Pospol tetap siaga. Anggota
kami sebar ke gereja–gereja baik dalam pengamanan ( PAM ) terbuka maupun
PAM tertutup,” kata Wakapolda NTT Brigjen Johny Asadoma kepada Gatra.com
Sabtu malam (19/10).

Dia menyebutkan selain pengamanan terbuka dan tertutup, tim patrol gabungan
Polri dan TNI juga terus akan melakukan patroli memantau gereja dan obyek
vital lainnya yang berpotensi terjadi hal–hal yang tidak diinginkan..

“Selain Pengamanan terbuka dan tertutup, team gabungan Polri dan TNI akan
terus melakukan patroli memantau gereja–gereja maupun obyek vital lainnya
seperti mal, terminal, dan fasilitas umum lainnya. Prinsipnya kami jaga
agar NTT aman pada hari plantikan Presiden dan Wakil Presiden,” jelas
Brigjen Johny Asadoma.

Mantan Wakapolda Sulawesi Utara ini menyebutkan pihaknya sudah
berkoordinasi dengan semua pimpinan gereja di NTT agar para pengaman gereja
seperti Satpam dan lainnya juga ikut membantu anggota yang bertugas.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan semua gereja agar anggota pengaman,
satpam nya juga akan ikut pro aktif membantu pengamanan. Karena mereka yang
tahu persis mana umat mereka dan mana yang tidak atau dicurigai. Jika
melihat menemukan seperti itu tolong dikoordinasikan dengan anggota kami
yang bertugas di gereja,” ujarnya.

Menyangkut kondisi dan situasi di NTT menjelang pelantikan Presiden dan
Wakil Presiden, Brigjen Johny Asadoma menyebutkan sejauh ini sesuai
pemantauan cukup aman terkendali.

“ Situasi dan kondisi di NTT menjelang pelantikan Presiden dan Wakil
Presiden seuai pantauan kami cukup aman dan terkendali. Namun kami tetap
waspada untuk mengantisipasi hal –hal yang tidak diinginkan. Anggota kami
akan tetap siaga dan melaksanakan tugas sesuai perintah dalam operasi gelar
pasukan pengamanan pelantikan Presiden dan Wapres di Polda Jumad, 18
Oktober 2019 kemarin ,” tandas Brigjen Johny Asadoma.

Menjawab pertanyaan *Gatra.com* apakah ada kelompok–kelompok yang telah
mengajukan izin untuk melakukan aksi demo Minggu 20 Oktober 2019 terkait
pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dia menyebutkan sejauh ini belum ada..

“Sampai hari ini 19 Oktober 2019 belum ada satupun kelompok yang mengajukan
izin ke Polda atau Polres untuk melakukan aksi demontrasi. Namun jika ada
yang mencoba melakukan aksi pasti akan dibubarkan karena tanpa ijin,” kata
Johny yang juga Ketua PB Pertina ini.
------------------------------

*Reporter: Antonius Un Taolin*
*Editor: MS Widodo*

Kirim email ke