Dari pengalaman ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa persaingan antara Raja Politik dan Ratu Politik tidak seharusnya terjadi. Sebab, jika sampai terjadi berdasarkan pengalaman seperti ini maka dari persaingan politik yang bersifat umum akan berubah menjadi persaingan yang bersifat pribadi. Persaingan pribadi itu jika tak terselesaikan dengan baik akan berkembang menjadi dendam pribadi yang berlarut-larut sampai pada akhirnya menjadi dendam abadi. Salam S.M
----- Vidarebefordrat meddelande ----- Från: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Skickat: lördag 26 oktober 2019 13:35:02 CESTÄmne: [GELORA45] wati_masih_dendam_sama_sby AndiArief Sebut Megawati Masih Dendam Sama SBY http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9368/andi_arief_sebut_megawati_masih_dendam_sama_sby AndiArief Sebut Megawati Masih Dendam Sama SBY Sabtu, 26 Oktober 2019 | 12:41 JAKARTA- Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Andi Arief kembali bercuitmelalui laman Twitter pribadinya. Kali ini dia menduga dendam mantanPresiden Megawati Soekarnoputri bukan hanya kepada mantan PresidenSusilo Bambang Yudhoyono, tapi hingga ke turunannya Agus HarimurtiYudhoyono (AHY). Andisempat menyangka bahwa dendam presiden kelima itu hanya kepada SBY.Ia pikir Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memperbaiki hubungankeduanya, namun nyatanya tidak. "Awalnyasaya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak @SBYudhoyono,ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihatPak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belummampu," kata Andi seperti dikutip Sabtu (26/10/2019). Andimenyebut hal ini sebagai takdir sejarah. Menurutnya, kemungkinanbesar dendam Megawati akan sampai hingga anak dan cucu SBY. Tentusaja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak@SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawatihingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir. — andiarief (@AndiArief__) October 26, 2019 "Tentusaja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak@SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawatihingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," ungkap Andi. "Terlepasdari komunikasi dan ajakan Presiden Jokowi kepada Partai DemokratPascapemilu 2019 yang lalu, Partai Demokrat meyakini bahwa keputusanPresiden Jokowi untuk tidak menyertakan Partai Demokrat memiliki niatdan tujuan yang baik," kata Hinca dalam keterangan resmi. Terpisah,Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Aria Bimamengatakan seharusnya penentuan kabinet tak perlu dikaitkan denganMegawati. Ia menilai sikap Demokrat terlalu berlebihan."DugaanAndi Arief adalah sekedar spekulasi yang sensasional. Ukuranrasionalnya apa," katanya seperti dikutip cnnindonesia.com. Lagipula, sikap politik Partai Demokrat selama ini dinilai tidak tegas.Makanya, Aria tak heran publik menyebut partai itu memiliki sikappolitik di dua kaki."Karena itu silahkan dengan dua kakinya itumenjadi penyeimbang di luar kabinet, tidak perlu dikaitkan dengan IbuMega segala. Terlalu naif," kata Aria. PartaiDemokrat tidak mendapatkan jatah dalam kabinet pemerintahan PresidenJoko Widodo (Jokowi) jilid kedua 2019-2024. Sekjen Partai DemokratHinca Panjaitan engatakan partainya menghormati keputusan Jokowi. Iayakin ada niat dan tujuan baik dibalik keputusan Mantan Wali KotaSolo tersebut. Persainganantara SBY dan Megawati terjadi sejak 2003 lalu ketika keduanya majuuntuk bersaing dalam pemilihan presiden (pilpres) 2004. Kemudian, SBYdan Megawati kembali bersaing pada pilpres 2009 lalu. Dalam hal ini,SBY berhasil mengungguli Megawati dalam dua pesta demokrasi tersebut.
