Walaupun kedua-duanya sudah menikah, tetapi bukan berarti tidak bleh menikah lagi, jadi caranya kedua-duanya dijodohkan dan dikawinkan maka selesai persetroan. Semuanya dalam satu keluarga besar. Makin besar makin ramai.
On Tue, Oct 29, 2019 at 7:38 PM ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Gibran gak mau ketinggalan, sudah ancang-ancang lompat kodok kayak > bapaknya. Dinasti katrok. > > --- djiekh@... wrote: > > > > Bung Manap, > Rupanya Megawati tidak ingin Agus Yudhoyonob jadi menteri. Kalau dia jadi > populer, bisa jadi > saingan Puan kalau nanti 5 tahu lagi mencalonkan diri sebagai presiden ? > Tetapi bagaimana kalau Prabowo 5 tahun lagi mencalonkan diri sebagai > presiden ? > Salam, > KH > > > Pada tanggal Sab, 26 Okt 2019 pukul 17.28 S Manap menulis: > > > Dari pengalaman ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa persaingan antara > Raja Politik dan Ratu Politik tidak seharusnya terjadi. Sebab, jika sampai > terjadi berdasarkan pengalaman seperti ini maka dari persaingan politik > yang bersifat umum akan berubah menjadi persaingan yang bersifat pribadi.. > > Persaingan pribadi itu jika tak terselesaikan dengan baik akan > berkembang menjadi dendam pribadi yang berlarut-larut sampai pada akhirnya > menjadi dendam abadi. > > Salam > > S.M > > > ----- Vidarebefordrat meddelande ----- > *Från:* Sunny ambon > > > http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9368/andi_arief_sebut_megawati_masih_dendam_sama_sby > > > *Andi Arief Sebut Megawati Masih Dendam Sama SBY* > > Sabtu , 26 Oktober 2019 | 12:41 > > > JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Andi Arief kembali > bercuit melalui laman Twitter pribadinya. Kali ini dia menduga dendam > mantan Presiden Megawati Soekarnoputri bukan hanya kepada mantan Presiden > Susilo Bambang Yudhoyono, tapi hingga ke turunannya Agus Harimurti > Yudhoyono (AHY). > > Andi sempat menyangka bahwa dendam presiden kelima itu hanya kepada SBY. > Ia pikir Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memperbaiki hubungan keduanya, > namun nyatanya tidak. > > "Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak > @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya > melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum > mampu," kata Andi seperti dikutip Sabtu (26/10/2019). > > Andi menyebut hal ini sebagai takdir sejarah. Menurutnya, kemungkinan > besar dendam Megawati akan sampai hingga anak dan cucu SBY. > > Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak > @SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke > anak cucu SBY adalah dendam pada takdir. > > — andi arief (@AndiArief__) October 26, 2019 > > "Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak > @SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke > anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," ungkap Andi. > > "Terlepas dari komunikasi dan ajakan Presiden Jokowi kepada Partai > Demokrat Pascapemilu 2019 yang lalu, Partai Demokrat meyakini bahwa > keputusan Presiden Jokowi untuk tidak menyertakan Partai Demokrat memiliki > niat dan tujuan yang baik," kata Hinca dalam keterangan resmi. > > Terpisah, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Aria > Bima mengatakan seharusnya penentuan kabinet tak perlu dikaitkan dengan > Megawati. Ia menilai sikap Demokrat terlalu berlebihan."Dugaan Andi Arief > adalah sekedar spekulasi yang sensasional. Ukuran rasionalnya apa," katanya > seperti dikutip *cnnindonesia.com <http://cnnindonesia.com>.* > > Lagi pula, sikap politik Partai Demokrat selama ini dinilai tidak tegas. > Makanya, Aria tak heran publik menyebut partai itu memiliki sikap politik > di dua kaki."Karena itu silahkan dengan dua kakinya itu menjadi penyeimbang > di luar kabinet, tidak perlu dikaitkan dengan Ibu Mega segala. Terlalu > naif," kata Aria. > > Partai Demokrat tidak mendapatkan jatah dalam kabinet pemerintahan > Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid kedua 2019-2024. Sekjen Partai Demokrat > Hinca Panjaitan engatakan partainya menghormati keputusan Jokowi. Ia yakin > ada niat dan tujuan baik dibalik keputusan Mantan Wali Kota Solo tersebut.. > > Persaingan antara SBY dan Megawati terjadi sejak 2003 lalu ketika keduanya > maju untuk bersaing dalam pemilihan presiden (pilpres) 2004. Kemudian, SBY > dan Megawati kembali bersaing pada pilpres 2009 lalu. Dalam hal ini, SBY > berhasil mengungguli Megawati dalam dua pesta demokrasi tersebut. > > > > >
