----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 26 Oktober 2019 21.34.56 GMT+2Judul: [nasional-list] KetuaKPK: Ada Tekanan Kuat saat Menangani Kasus Besar
Kasusbesar orang-orang juga besar dan tinggi-tinggi kursi mereka.Tekananannya pun luar biasa dahsyatnya. Monggo-monggo, plissss korupsi! https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2019/10/26/172664/ketua-kpk-ada-tekanan-kuat-saat-menangani-kasus-besar.html KetuaKPK: Ada Tekanan Kuat saat Menangani Kasus Besar Sabtu, 26Oktober 2019 - 19:03 WIB “Pressure(tekanan)-nya juga cukup kuat, baik pada saya sendiri maupunlingkungan saya termasuk keluarga,” ungkap Agus. Hidayatullah.com– KomisiPemberantasan Korupsi (KPK) mengakui bahwa kasus besar dugaankorupsi pan dihentikan, padahal tidak, katanya. PimpinanKPK tertekan, termasuk keluarga mereka. “Pressure (tekanan)-nyajuga cukup kuat, baik pada saya sendiri maupun lingkungan sayatermasuk keluarga,” ungkapnya. TapiAgus tidak merinci perihal tekanan dimaksud. Yang jelas, hal itunyata dan Agus menyatakan dirinya tidaklah takut. Agusmenganggap hal itu merupakan tantangan dalam pekerjaannya. “Jadiitu mau tidak mau harus diakui, ada. Kasusnya saya enggak perlu sebutsatu per satu ya. Tetapi kasus yang besar, melibatkan tokoh besar itubiasanya memang complicated,waktunya panjang dan memberikan tekanan yang cukup besar,”ungkapnya. Sebagaicontoh, pada Januari 2019 lalu, Agus memang menerima ancaman dariorang tak dikenal. Di pagar rumah Agus, diletakkan benda berbentukbom pipa. Bersamaan dengan itu, rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarifjuga dilempar bom molotov.* Rep:Admin Hidcomenanganannyasangat susah dan biasanya lama prosesnya. Ketua KPK AgusRahardjo sekaligus menampik tudingan bahwa pihaknya sengajamenghentikan beberapa kasus besar. “Kasusyang ditangani itu, kalau kasusnya besar, melibatkan orang penting,dan orang besar itu biasanya memang satu, penanganannya susah sekalidan biasanya lama,” ungkap Agus, Sabtu, (26/10/2019)kutip INI-Net diJakarta. KPKmengakui, kasus yang melibatkan tokoh-tokoh besar, maka penanganansulit dilakukan. Katanya,KPK pun mencari cara agar dapat menangani kasus itu. Akan tetapi,caranya tidak mudah, sehingga lama dan terkes Editor:Muhammad Abdus Syakur
