https://tabaos.id/keresahan-anak-negeri-mindset-bangsa-maluku-yang-besar-namun-terjajah/



Keresahan Anak Negeri, Mindset Bangsa Maluku Yang Besar Namun Terjajah

*Oleh : Fadhly Achmad Tuhulele, SE*

*TABAOS.ID <http://TABAOS.ID>*,- Seekor Asinus (Keledai) bisa takluk dalam
seutas tali kekang seorang bocah, bukan karena si bocah lebih kuat dan
pintar. Bisa saja sekali asinus menghentak, sudah pasti si bocah akan
langsung tersungkur, Tetapi semua itu tidak terjadi.

Kenapa, dalam hal ini, si Asinus besar mau dituntun tangan si-bocah yang
tak berdaya.Asinus tetaplah Asinus, jangan paksakan menjadi Equo, Semua
terjadi hanya disebabkan cara berpikir.

Jangan biarkan kita seperti Asinus, atau lebih buruk dalam kepala seekor
Asinus sekecil apapun si-bocah, dia adalah tuannya. Lebih hebat, lebih
pintar, dan tentunya lebih kuat.

Begitupula yang terjadi hari ini,kita dikuasai oleh orang lain. Lihatlah
sejarah bangsa kita. Pintar pintarlah dalam menggali sejarah agar kita
semua bisa paham.

Kekayaan alam kita dijajah, dirampas. Potensi ekonomi dirampok, untuk
kemakmuran siapakah semua itu?, Kitakah? tentu TIDAK, sebab kita masih
tetap miskin dan terpuruk dalam 74 tahun perjalanan bangsa ini.

Ingat, Semua itu terjadi bukan karena mereka lebih hebat atau lebih
pintar,bahkan lebih kuat. Semua bermula dari  sebuah proses panjang yang
dinamakan penjajahan *Mindset*, penjajahan cara berpikir kita.

Mulai dari pengkaburan sejarah, stigmatisasi separatis, doktrin doktrin
yang konvensional yang kesemuanya bertujuan untuk menjajah cara berpikir
kita sebagai anak Maluku.

Berlanjut ke penjajahan nilai adat istiadat dan budaya, setelah itu
merambah ke penjajahan sistem dan hasilnya. Publik diyakinkan bahwa seluruh
sumber kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sepenuhnya untuk
kemaslahatan dan kemakmuran masyrakat.

Namun dalam implementasi, patut  kita pertanyakan masyrakat yang manakah,
sebab Maluku dengan potensi kekayaan alam yang berlimpah masih tetap miskin
dan makin terpuruk.
Baca Juga  18 Agustus 1945, Maluku Unrepresented atau Tidak Terwakili Dalam
Pembentukan RI
<https://tabaos.id/18-agustus-1945-maluku-unrepresented-atau-tidak-terwakili-dalam-pembentukan-ri/>

Imbas proses penjajahan pemikiran, hingga akhirnya maluku harus tetap
berpegang dan mematuhi segala regulasi dan kebijakan-kebijakan yang tidak
berpihak serta tanpa sedikitpun mengedepankan unsur keadilan bagi Maluku,
kenapa?

Sebab Maluku telah berhasil terjajah dari segala aspek, terutama aspek
pemikiran, sehingga sangat langkah ditemukan pemikiran-pemikiran kritis
yang mampu disuarakan elemen masyarakat Maluku, baik itu ekeskutif,
legislatif maupun badan badan yudikatif, hingga para generasi muda, yang
mana gerakannya selalu di anggap sebagai gerakan sampingan.

Akibat ini semua, Sehingga dengan terpaksa, kita  membiarkan apa yang
menjadi hak kita dirampas untuk kemakmuran orang lain.

“*Kedaulatan Negeri Kami Telah Dikendalikan*“

Masyarakat Maluku di seluruh pelosok harus rela diatur dengan regulasi yang
sangat nyata kedzhalimannya, kita dirampok dengan cara yang legal dan
begitu masif. Maluku harus rela distigmakan sebagai separatis, yang
sebenarnya sama sekali tidak berdasar. kesemuanya ini terjadi, berawal dari
penjajahan pemikiran terhadap anak anak Maluku.

Sebagian rakyat Maluku masih menganggap semua yang terjadi adalah hal yang
biasa dalam konsep bernegara, dalam artian semua diatur melalui perundang
undangan, namun mereka tidak sadar sebenarnya pemikiran mereka telah
dijajah, sehingga tidak mampu berpikir kritis, dan rasional akan kondisi
kekinian daerah kita. Bahwa Maluku dibuat terpuruk, Maluku dirampok dengan
cara cara yang legal.

Semoga 2019 merupakan awal kebangkitan peradaban berpikir para generasi
Maluku, generasi yang tidak takut, generasi yang tidak pasrah atas segala
yang terjadi pada maluku. Apa yang dibutuhkan.

Hanyalah kesadaran masyarakat Maluku untuk kembali ke pemikiran yang
kritis, rasional sehingga mau melihat realita kita hari ini,”*Maluku kaya
Maluku Merana*” adalah kalimat yang trend bagi para penikmat ketidakadilan
hari ini.
Baca Juga  Gema Suara Orang Maluku, Diskusi Terbuka Jong Maluku 2019,
Gerakan Save dan Kebangkitan Maluku
<https://tabaos.id/gema-suara-orang-maluku-diskusi-terbuka-jong-maluku-2019-gerakan-save-dan-kebangkitan-maluku/>

Saudaraku, Salam maupun Sarani di tanah maluku, yang sejatinya adalah satu,
kalau tidak salah dalam ajaran Nasrani telah dengan tegas di nyatakaan
dalam Tawarikh, 15:7 “Kuatkan Hatimu, Jangan Lemah Semangatmu, Karena ada
Upah Bagi Usahamu” maka yakinlah itu.

sedangkan dalam ajaran Islam pun telah dengan tegas menyatakan dalam Surah
Al-Baqarah,155

“Orang-Orang Yang Sabar Akan Mendapatkan Kabar Gembira”

Begitu juga dalam surah AL-INSYIRAH,5 “Sesungguhnya Bersama Kesulitan itu
ada Kemudahan” Maka jangan pernah putus asa, tetaplah semangat.
#Jangundureee

Rasanya Maluku selalu bersabar, mungkin sudah saatnya para generasi
pilihan, kobarkan semangat kapitang kalian semua, yakinlah hasil dan akhir
bahagia sudah di depan mata. Jadikan keterpurukan, ketidakadilan hari ini
sebagai jalan untuk bangkit, lawan, adalah kata yang tepat bagi kita hari
ini.

Sehingga Maluku mampu terbebas dari upaya membuat maluku berada dalam
keterpurukan, kemiskinan yang benar benar terstruktur secara sistimatis.

“*Berpikirlah diluar kotak*“, gunakan Nalar kritis kita, sebab yang Maha
Kuasa memberikan kita kecerdasan berpikir tujuannya agar kita
dimuliakan,tidak di jajah,tidak dizhalimi.Semakin besar ketidakadilan yang
diciptakan, maka semakin besar peluang terulangnya sejarah masa lalu dalam
versi yang berbeda. *“I’histoire Se Repete”*

“Mati Dengan Kaki Tegak, Lebih Mulia Dari Pada Hidup Dengan Lutut”

Ingatlah, Penjajahan Yang Sangat Berbahaya Adalah Penjajahan Pemikiran.

*Penulis adalah : Koordinator, Paparisa Perjuangan Maluku_PPM95 Djakarta*
By
 Redaksi <https://tabaos.id/author/redaksi/>
 -
18/03/2019

Kirim email ke