https://www.antaranews.com/berita/1137739/prasetio-pertanyakan-defisit-anggaran-di-tengah-predikat-wtp-jakarta
Prasetio pertanyakan defisit anggaran
di tengah predikat WTP Jakarta
Rabu, 30 Oktober 2019 00:49 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (ANTARA/Arindra Meodia)
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi
mempertanyakan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P)
2019 Pemprov DKI Jakarta yang defisit di tengah predikat laporan
keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Saya tidak bangga hari ini APBD kita defisit. Duit kita banyak di luar
oleh oknum eksekutif. Sekali lagi, saya jalan keliling, kenapa
(pemerintahan) sebelumnya masalah BPK ini WDP (Wajar Dengan
Pengecualian) tapi pembangunan ada. Namun saat ini WTP (Wajar Tanpa
Pengecualian) tapi kita defisit?" ucap Prasetio di gedung DPRD DKI
Jakarta, Selasa.
Prasetio menyoroti masalah anggaran di Pemprov DKI Jakarta karena
berdasarkan data per 17 Oktober 2019, penerimaan pajak baru mencapai
Rp31,5 triliun atau sekitar 70,86 persen dari target Rp44,5 triliun.
Karena itu, dia meminta Pemprov DKI Jakarta agar lebih aktif mengejar
pendapatan.
"Pendapatan kurang. Jangan naik-naik terus PBB, naik-naik pajak lainnya.
Dari luar mana nih? Banyak, ada denda KLB," kata Prasetio.
Selain itu, pendapatan dari parkir juga bisa ditingkatkan antara lain
melalui pengaturan parkir valet.
"Khusus parkir di Jakarta, yang kerja sama dengan DKI untuk pemilik
semua, nggak boleh monopoli. Terutama 'Secure Parking' itu. Panggil
khusus. Valet juga itu belum ada Pergub-nya. Itu kan pendapatan juga.
Kita masuk sebentar Rp150 ribu," ucap Prasetio.
Prasetio juga meminta pengelola keuangan daerah, seperti Bappeda, agar
bisa berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terutama
jika ada masalah dan kekurangan.
"Bappeda punya hak bicara kepada gubernur. Jangan gubernur kasih enak
terus. Dia orang baik, pak. Jangan takut pada Tim Gubernur untuk
Percepatan Pembangunan ( TGUPP)," kata Prasetio menambahkan.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Rahmad Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019