https://tekno.tempo.co/read/1267202/ilmuwan-cina-pecahkan-dasar-radar-bisa-lacak-jet-siluman-f-22/full&view=ok
Ilmuwan Cina Pecahkan Dasar Radar, Bisa Lacak
Jet Siluman F-22
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Erwin Prima
Sabtu, 2 November 2019 05:45 WIB
Orientasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) F-22 Raptor untuk perbaikan
pertargetan dalam pertempuran, meningkatkan ancaman, identifikasi musuh
jarak jauh. Semua itu memunculkan sensor multi fungsi yang dapat
melakukan misi berbeda dalam waktu yang sama dan mengatur data masuk.
AP/Kamran Jebreili
<https://statik.tempo.co/data/2018/02/10/id_683366/683366_720.jpg>
Orientasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) F-22 Raptor untuk perbaikan
pertargetan dalam pertempuran, meningkatkan ancaman, identifikasi musuh
jarak jauh. Semua itu memunculkan sensor multi fungsi yang dapat
melakukan misi berbeda dalam waktu yang sama dan mengatur data masuk.
AP/Kamran Jebreili
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ilmuwan Cina telah memecahkan dilema dasar yang
melekat pada radar <https://www.tempo.co/tag/radar>. Radar frekuensi
tinggi, seperti radar gelombang mikro, memancarkan banyak pulsa pendek
yang bagus untuk mengarahkan senjata ke target, yang diklaim bisa
melacak F-22 Stealth Fighter.
Radar frekuensi rendah memancarkan gelombang panjang, untuk mencari
daerah, tapi tidak cukup tepat untuk pengendalian senjata. Artinya radar
frekuensi tinggi dan rendah cenderung dipasangkan untuk pencarian dan
pengendalian senjata.
Pesawat siluman F-22 Stealth Fighter dibentuk untuk menghindari deteksi
oleh sinar frekuensi tinggi. Dikutip Global Times baru-baru ini, radar
gelombang meter dapat mendeteksi pesawat siluman karena pesawat siluman
modern dirancang untuk menghindari deteksi radar gelombang pendek.
Namun, analis mengatakan bahwa karena resolusi dan akurasi yang rendah,
radar gelombang meter hanya dapat mengirim peringatan tentang ancaman
yang masuk. Bahkan jika radar gelombang mikro mengkompensasi kekurangan
radar gelombang meter, mereka tidak dapat sepenuhnya mengatasi
kekurangan ini.
Wu Jianqi, ilmuwan senior dari China Electronics Technology Group
Corporation milik pemerintah mengatakan bahwa timnya telah menyelesaikan
dilema ini. "Saya memecahkan masalah ini dengan merancang impuls
sintetik dan bukaan radar arahan spektrum meter praktis pertama di
dunia," ujarnya.
Wu Jianqi berkata bahwa radarnya memiliki beberapa antena pemancar dan
penerima setinggi puluhan meter, yang tersebar dalam kisaran puluhan
hingga ratusan meter. Mereka dapat terus-menerus menutupi langit saat
radar menerima gema dari semua arah.
Analis militer Cina Wei Dongxu, mengatakan kepada Global Times bahwa hal
ini secara signifikan meningkatkan kemampuan radar untuk melacak target
udara dan menunjukkan dengan tepat koordinat pesawat siluman dengan
mensintesis parameter dan data yang dikumpulkan oleh radar di bawah
dukungan algoritma canggih.
Karena radar sekarang dapat melihat pesawat siluman dengan jelas dan
melacaknya secara terus menerus dan akurat, radar mampu memandu rudal
anti-pesawat jarak jauh dan menyerang dengan tepat.
Wu Jianqi juga mengatakan bahwa perkembangan ini menempatkan Cina di
depan negara-negara lain dalam mengembangkan radar anti-siluman. "Untuk
saat ini, saya tidak melihat radar pertahanan udara gelombang meter dari
luar negeri yang bisa cocok dengan kriteria radar gelombang meter
canggih," tutur Wu Jianqi.
Kerentanan jet siluman <https://www.tempo.co/tag/jet-siluman> terhadap
sinar frekuensi rendah belum luput dari perhatian para peneliti militer
di seluruh dunia. Rusia juga mengklaim - lebih dari sekali - telah
mengembangkan radar pendeteksi siluman. Secara alami, AS juga bekerja
pada sensor canggih yang akan melakukan hal yang sama.
NATIONAL INTEREST | GLOBAL TIMES